Selasa, 11 April 2017

Ayat-Ayat Tentang Riba

Assalamu'alaikum..

Alladzina yaa kuluunarribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumulladzii yatakhobbathuhusyayaithoonu minalmassi, dzaalika bi annahum qooluu innamaal bai'u mitslurrobaa wa akhallallohul bai'a wa kharromarribaa, wamamjaa ahu mau'idhotummirrobbihii faantahaa falahu maa salafa, wa amruhuu ilalloh, wa man'aada faulaaika asykhaabunnaar humfihaa khooliduun (Al Baqarah: 275).
"Orang-orang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena merekas berkata  bahwa jual-beli sama dengan riba. Barangsiapa mendapati peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Alloh. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (Al Baqarah: 275).

Wamkhaqullohurribaa wa yurbishshodaqooh, wallohulaa yukhibbu kullu kaffarin atsiim (Al Baqarah 276).
"Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sodaqoh. Alloh tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam  kekafiran dan bergelimang dosa." (Al Baqarah 276).

Yaa ayyuhaalladziina aamanuttaqulloha wa dzaruumaa baqiya minarribaa inkuntum mu'miniin (Al Baqarah 278)
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang yang beriman." Al Baqarah 278).

Faillam taf'aluu faadzunubi kharbimminallohi wa rosuulihi, wa intubtum falakum ru uusu amwaalikum,  laa tadhlimuuna wa laatudhlamuun (Al Baqarah 279).
"Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Alloh dan rosul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat dzalim (merugikan) dan tidak didzalimi (dirugikan)." Al Baqarah 279.

Wamaa aataitummirribaalliyarbu wa fii amwaalinnaasi falaa yarbuu'indalloh, wa maa aataitummin zakaatin turiiduuna wajhallohi faulaaika humulmudh'ifuun (Ar-Rum: 39).
"Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Alloh. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridhooan Alloh, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)." (Ar-Rum: 39).

Wa akhdzi himurribaawa qodnuhuu'anhu wa aklihim amwaalannasi bil baathili, wa a'tadnaa lilkaafiriina minhum'adzaabaan aliim. Laakinirroo sikhuuna fil'ilmi minhum wal mu'minuuna yu'minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila minqoblika wal muqiimiinshsholaata wal muutuunazzakaata wal mu'minuuna biillahi wal yaumil aakhir, ilaaika sanuutiihim ajroon'adhiim (An-Nisa: 161-162).
"dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (bathil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih. Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar." (An-Nisa: 161-162).

Yaa ayyuhaalladziina aamanuu laa taa kuluurribaa adh'aafammudhoo'afatawwattaqulloha la'allakum taflikhuun (Ali Imron: 130).
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Alloh agar kamu beruntung." (Ali Imron: 130).

Semoga beberapa ayat di atas dapat menjelaskan tentang RIBA. Banyak orang yang menantang, mana dalilnya, mana sumbernya, bagaimana bunyinya saat diberikan nasehat untuk menjauhi RIBA. Nah, semoga ayat-ayat di atas sedikit banyak dapat menjadi sumber bagi saudara-saudara yang sedang mencari hidayah.

Mohon maaf jika banyak saudara saya yang merasa sakit hati dengan postingan-postingan saya. Jika memang berkenan, silahkan bacalah. Jika tidak berkenan, paling tidak saya sudah melaksanakan kewajiban saya sebagai sesama muslim. Dan jika berghibah, Alhamdulillah, berkuranglah dosa-dosa saya.

Wassalamu'alaikum..

Daging Yang Diharamkan Masuk Surga

Assalamu'alaikum..

 “Tidak ada daging yang tumbuh dari as-suht, kecuali neraka lebih layak baginya.” (HR. Turmudzi 614 dan dishahihkan al-Albani).

 Menurut pemahaman saya yang masih kurang ilmunya, adalah setiap daging manusia yang tumbuh dari hasil yang haram, dari makanan yang haram, maka akan haram pula daging tersebut untuk masuk ke surga.

BAYANGKAN, seorang anak, usia bayi atau balita, yang belum tahu tentang dosa, yang belum bisa mencari makan sendiri, diharamkan baginya untuk masuk ke surga, padahal dia tidak tahu apa-apa. BAYANGKAN, dia harus merasakan jilatan api yang tidak pernah dia sulut sama sekali. Bukankah anak adalah sesuatu yang sangat sangat berharga, bahkan bagi saya, saya akan mempertaruhkan nyawa saya untuk kesehatannya di dunia, apalagi di akherat. Banyak sauadara-sauadari kita yang belum memiliki anak, mereka memohon hingga mereka rela menukarkan apapun yang mereka miliki demi seorang anak. Lalu mengapa kita yang telah dikaruniai seorang anak, tega menjerumuskan anak kita, darah daging kita sendiri menuju api neraka? Bahkan saya sendiri, memiliki seorang saudara yang belum dikaruniai seorang anak, beliau kaya, mempunyai jabatan yang tinggi di kantornya, pernah berkata, "saya rela menukar semua harta dan jabatan saya demi mempunyai seorang anak yang darah daging saya sendiri.". Sebegitu besarnya nilai seorang anak untuk ditukar dengan sesuap nasi yang berasal dari sesuatu yang haram.

Kemudian..

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Al Baqarah: 278-279).

Saya sudah beberapa kali membaca ayat tersebut, namun tidak tahu artinya. Setelah saya mendengar ayat tersebut beserta konsekuensinya, kemudian saya membaca terjemahannya di Al-Qur'an, saya MERINDING. Saya mencoba belajar tentang konsekuensi dari dosa-dosa yang ada, TIDAK ADA SATUPUN dosa dimana Alloh SWT dan Rosulnya MENYATAKAN PERANG secara LANGSUNG.
BAYANGKAN, jika seorang manusia menyatakan perang dengan suatu negara. Apa yang ada di benak kita? "Ah, itu pasti orang gila". Apalagi ini, yang kita nyatakan perang adalah Dzat yang menciptakan kita.
Masya Alloh, jangankan menyatakan perang dengan Alloh, melihat seorang ibu bermuka marah saja, kita pasti sudah takut setengah mati.

Mungkin banyak sahabat dan saudara saya yang mencibir tulisan saya, menganggap saya sok suci, tobat sementara dll bahkan marah terhadap saya. Tapi tidak mengapa, akan saya selalu doakan, semoga kalian secepatnya menemukan hidayah.
(silahkan lihat riwayat pekerjaan saya di facebook dengan akun Eko Waluyo Budi Utomo)

Semoga tulisan yang sedikit ini bermanfaat.

Wassalamu'alaikum..

Selasa, 04 April 2017

HIDAYAH DAN HIJRAH


Apa si hidayah? Apa si Hijrah?

"Jika Aku sesat Maka Sesungguhnya Aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika Aku mendapat petunjuk Maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya dia Maha mendengar lagi Maha Dekat" (Saba: 50)

Jadi aneh rasanya jika ada seseorang yang menuduh orang lain memurtadkan orang lain karena orang tersebut mendapat hidayah. Hidayah atau yang sering orang sebut dengan pencerahan, bukan hanya sekedar tergerak hatinya untuk kembali kepada jalan Tuhan. Bayi menangis adalah hidayah (hidayah tabi'at), seseorang bisa melihat adalah hidayah (hidayah indera), seseorang bisa membedakan mana baik mana buruk adalah hidayah (hidayah akal) dan masih banyak lagi. Sedangkan puncak dari hidayah adalah agama (hidayah ad-dien).

Hidayah yang sering kali dimaksud orang adalah hidayah ma'unah dan taufik. Ada seseorang pecandu alkohol atau narkoba, kemudian berhenti karena SADAR akan bahayanya, itu adalah salah satu hidayah ma'unah dan taufik. Tuhan secara tidak langsung menyadarkan dirinya jika alkohol dan narkoba itu pada akhirnya akan membunuh dirinya.

Begitu pula dengan pindahnya keyakinan seseorang. Seseorang yang memutuskan untuk berpindah keyakinan, PASTIlah melalui jalan panjang. Bukan hanya mendengar ceramah si A, si B, lantas memutuskan untuk berpindah keyakinan. Untuk merubah telur mentah menjadi telur matang saja, membutuhkan waktu 10-15 menit, apalagi yang dirubah adalah KEYAKINAN. Jadi STOP membuat statement jika seseorang merubah keyakinannya secepat membuat mie rebus.

“Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa: 100).
Mungkin definisi hijrah yang paling sederhana adalah PINDAH. Akan tetapi, hijrah memiliki makna yang jauh lebih luas, bukan lagi hanya hijrah dari Mekkah menuju Madinah seperti pada jaman Rosululloh.
Bagi umat muslim, banyak sekali yang tidak menyadari jika mereka sebenarnya sedang berhijrah, contohnya:
1. Seseorang yang semula hanya menjalankan sholat maghrib, kemudian bertambah menjalankan sholat dhuhur, ashar, isya dan shubuh, itu salah satu bentuk hijrah.
2. Seseorang yang semula menjalankan sholat dirumah, kemudian berubah untuk menjalankan sholat berjamaah di masjid atau mushola, itu adalah hijrah.
3. Seseorang yang semula tidak pernah bersodaqoh, kemudian mulai bersodaqoh sebulan sekali, itu adalah hijrah.
4. Seseorang yang semula tidak mengenakan hijab, kemudian berhijab, itu adalah hijrah dan masih banyak lagi contohnya.
Esensinya, hiijrah pada jaman sekarang adalah PERUBAHAN menjadi LEBIH BAIK.

Lalu apa hubungan antara HIDAYAH dan HIJRAH?
HIDAYAH → HIJRAH
Seseorang tidak akan BERHIJRAH sebelum mendapatkan atau lebih tepatnya menemukan HIDAYAH.

Kamis, 30 Maret 2017

- kaPITAlis

Gaji Rp. 3.500.000,- dengan target 1 bulan 500 juta dengan bunga 0,7%/ bulan tenor 3 tahun (36 bulan).

Mari kita hitung besarnya bunga..
0,7/100 x 500.000.000 = Rp. 3.500.000,-.

Dengan asumsi setiap bulan target, maka perhitungan akumulasi pertambahan profit bunga sebagai berikut:
Bulan I, menyumbang bunga Rp. 3.500.000,-
Bulan II, menyumbang bunga Rp. 7.000.000,-
Bulan III, menyumbang bunga Rp. 10.500.000,-
Bulan IV, menyumbang bunga Rp. 14.000.000,-
Bulan V, menyumbang bunga Rp. 17.500.000,-
Bulan VI, menyumbang bunga Rp. 21.000.000,-
Bulan VII, menyumbang bunga Rp. 24.500.000,-
Bulan VIII, menyumbang bunga Rp. 28.000.000,-
Bulan IX, menyumbang bunga Rp. 31.500.000,-
Bulan X, menyumbang bunga Rp. 35.000.000,-
Bulan XI, menyumbang bunga Rp. 38.500.000,-
Bulan XII, menyumbang bunga Rp. 42.000.000,- dst.

Mari kita jumlahkan dan bandingkan antara gaji dan profit perusahaan, dengan asumsi seorang karyawan bank mendapatkan gaji dari hasil pembayaran bunga nasabahnya.
Bulan I, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 0
Bulan II, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 3.500.000
Bulan III, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 7.000.000
Bulan IV, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 10.500.000
Bulan V, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 14.000.000
Bulan VI, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 17.500.000
Bulan VII, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 21.000.000
Bulan VIII, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 24.500.000
Bulan IX, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 28.000.000
Bulan X, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 31.500.000
Bulan XI, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 35.000.000
Bulan XII, Gaji Rp. 3.500.000, Perusahaan Rp. 38.500.000 dst.

Perbandingannya?
Karyawan Rp. 42.000.000,-
Perusahaan Rp. 231.000.000,-

Ini baru perhitungan 1 tahun, bayangkan jika sampai 5 tahun atau 10 tahun, kira-kira bagaimana?

Dengan realita di lapangan?
1. Berangkat jam 7 pagi, pulang tidak terhingga atau tidak pulang.
2. Jika target, si bos memberikan tepuk tangan. Tidak target, "Gue tendang loe dari perusahaan gue!" (profit kredit tetap berjalan bagi perusahaan & perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya gaji karyawan).
3. Sakit? Si Bos mana tahu, kan karyawan ribuan? Yang mengurus orang tua, istri/suami & anak, orang-orang yang kita temui beberapa jam setiap hari.
4. Ketemu keluarga? Senin-Jumat jam bertemu keluarga dari pukul 04.00 s.d 07.00 dan pukul 20.00 s.d 21.00. (belum target, sabtu WAJIB MASUK), kata si bos. Jika tidak mau? "Keluar dari barisan saya!"
5. Anak tidak pernah terpantau, nakal, tersangkut NARKOBA, lalu yang disalahkan guru sekolahnya. "Gimana si gurunya, ga becus urus anak gue. Kan gue udah bayar mahal!". (mintanya anaknya pinter tapi tidak pernah "nyinaoni", mintanya anaknya pinter sholat tapi tidak pernah "nyontoni", mintanya anaknya sehat tapi anaknya makan apa tidak tahu. Yang paling sedih, jika si anak dititipkan ke Mbahnya, yang disalahkan mbahnya. "Gimana si pak, bu, kan Nanda sudah saya titipkan?" (emangnya bapak ibu kamu panti asuhan?). Pikirrrrrrrrrrrrrrrrr!
6. Ada nasabah macet? Si bos, "Gue pusing nih, gue ga mau tau gimana caranya ni nasabah angsuran masuk, loe pikir tu duit punya nenek moyang loe? Itu duit gue tau!". Jalan terakhir, si karyawan menutupi angsuran nasabahnya. Kalo tidak mau? "Keluar dari barisan saya!", kata si bos.
7. Tanggal 1 s.d 20, dicambuk agar target kredit lolos. Tanggal 21 s.d 31? Dicambuk agar nasabah bisa mengangsur semuanya.
8. Silahkan tambahkan sendiri yang merasa punya pengalaman.

Selamat malam, selamat beristirahat..
(ojo dipikir jero-jero, mbok mumet ndasmu tapi karo cengar-cengir)

Kamis, 23 Maret 2017

Kubangan Lumpur "RIBA"

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saya mengambil judul di atas terkait dengan keputusan saya untuk keluar dari dunia perbankan. Pastilah banyak sahabat-sahabat saya yang menghujat ataupun memperbincangkan saya di belakang, namun semua itu tidaklah masalah. Kali ini saya akan banyak bercerita tentang kisah hidup saya bagaimana dari awal saya terjun hingga keluar dari kubangan lumpur riba. Saya lulus sarjana tahun 2012 dengan predikat sarjana pendidikan. Besar harapan orang tua saya untuk dapat melihat saya mengabdi bagi dunia pendidikan, begitu halnya dengan saya. Namun kilau dunia dan kurangnya ketidaksabaran merubah semua pandangan dan pemikiran saya. Dengan penghasilan 400 ribu per bulan, mendorong saya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Ya, apalagi yang akan dilirik selain dunia perbankan. Kerja bergaji tinggi, memakai kemeja, berdasi, kantor ber-AC dll, itu yang ada dalam angan-angan saya. Dengan dalih dapat menyongsong masa depan yang lebih baik jika bekerja dalam dunia perbankan.
Tahun 2014 saya memastikan diri masuk ke dalam dunia perbankan setelah sebelumnya berwiraswasta namun gagal. Perusahaan pertama yang saya masuki adalah bank swasta berwarna "orange". Awal bekerja betapa terkejutnya, ternyata berangkat jam 7 pagi dan pulang sampai malam, namun semua itu tetap saya jalani. Setahun di bank "orange", saya pindah ke bank yang berlabel bank milik negara dan berlabel SYARIAH. Di perusahaan ini saya belajar banyak hal, mulai tentang kebijakan-kebijakan perbankan, hukum-hukum syariah perbankan dll dan tentunya dengan gaji yang lebih tinggi. Namun di perusahaan ini, saya lebih tercengang. Tekanan, target, politik-politik di dalam kantor, subyektivitas pimpinan sangatlah besar. Dengan besarnya tekanan, target dan politik di kantor, saya melakukan kesalahan. Saya selalu memegang prinsip untuk tidak menjadi seorang penjilat, lalu bagaimana caranya agar saya lolos dari target? Saya menghalalkan segala cara. Ya, saya menghalalkan segala cara agar semua tercapai. Tahun 2016, saya mendapatkan tawaran dari bank "merah" berlabel swasta. Saya segera memutuskan mengambil tawaran tersebut tentunya karena tawaran gaji yang lebih besar. Sebelum pindah ke perusahaan ini, saya di cambuk. Ibu mertua saya harus menjalani opname selama satu bulan di rumah sakit. 3 hari pulang, giliran saya yang harus diopname selama seminggu. Akhirnya saya pindah ke perusahaan yang baru dengan posisi yang saya pikir lebih nyaman dan gaji yang tinggi. Ternyata tidak. Sungguh luar biasa tekanan di perusahaan ini. Saya di hadapkan pada salah satu orang nasabah yang sudah tidak mampu untuk menyelesaikan kredit. Si nasabah memiliki itikad baik untuk menjual aset, namun meminta waktu untuk proses penjualannya. Disinilah kelicikan kami sebagai seorang banker. Sekali saya membohongi si nasabah agar dapat memasukan angsuran. Karena tidak memiliki uang, si nasabah menjual kendaraan motornya. Begitu selanjutnya dilakukan oleh teman-teman saya hingga akhirnya si nasabah kehilangan aset motor, mobil 2 unit dan sebuah truk. Setiap hari harus menghadapi nasabah tersebut membuat hati saya tergores. Dengan kondisi istri sakit parah, tanggungan biaya sekolah dan biaya hidup, dituntut harus menyelesaikan permasalahan kredit di perusahaan saya. Saya merasa ikut merasakan sakitnya, sehingga saya kehilangan keprofesionalan saya dan kembali melakukan kesalahan. Kesalahan-kesalahan saya yang saya maksudkan dari atas adalah, saya menutupi angsuran nasabah-nasabah dengan perjanjian nantinya si nasabah mengembalikan jika sudah memiliki uang. Ternyata tidak semudah itu, banyak nasabah yang tidak mau menepati janjinya untuk mengembalikan uang saya. Hal itu membuat ekonomi keluarga saya berantakan dan membuat saya menghalalkan segala cara untuk menutup lobang-lobang yang telah saya gunakan untuk menutupi angsuran nasabah tersebut. Nominal angsuran nasabah saya tidaklah kecil, di antara 5 juta - 12 juta perbulan/orang. Selain menghalalkan segala cara, sayapun harus mengambil kredit uang ke sana sini dan ada juga yang meminjam ke teman. Hingga pada akhirnya saya sudah merasa muak, saya memutuskan untuk mencari cara untuk keluar. Ya, saya mengambil cara yang ekstrim untuk keluar dari perusahaan tersebut.
Setelah keluar,saya mencoba untuk berwirausaha bersama istri, bahu membahu untuk melunasi hutang-hutang yang ada di luar. Berusaha untuk memperbaiki hubungan saya dengan Tuhan, memperbaiki ibadah dan memperbanyak ilmu tentang agama. Namun ternyata semua itu tidaklah meninggalkan dosa lama saya. Tepatnya kemarin, tanggal 28 Februari 2017, sebuah permata paling berharga saya harus tergores. Ya, putri pertama saya mengalami sakit dengan diagnosa yang sungguh menyayat hati. Disitulah saya benar-benar terbuka hatinya, jika semua ini adalah dosa saya. Putri saya yang tidak tahu menahu tentang perbuatan saya, harus menanggung akibatnya. Di saat seperti ini, saya kembali diuji. Saya mendapatkan tawaran dari seorang teman untuk mengisi sebuah jabatan di bank milik negara, tidak tanggung-tanggung, posisi manager ditawarkan kepada saya. Saya merasa gundah, di satu sisi saya harus memiliki penghasilan tetap untuk menghidupi keluarga saya, namun di sisi lain saya sudah tidak ingin memberikan buliran dosa untuk anak istri saya. Dengan ikhlas, akhirnya saya menolak tawaran tersebut dan kembali berikhtiar dengan jalan yang lain. Perlahan saya berusaha melunasi hutang-hutang saya, entah itu uang dari usaha istri maupun pinjam kepada orang tua. Yang jelas, prioritas utama saya adalah saya harus keluar dari lingkaran riba. Semua aset saya jual, mulai dari motor, alat elektronik dll. Saya prioritaskan hutang di perbankan bukan berarti saya tidak memperdulikan hutang saya kepada teman, tetapi saya berpikiran, paling tidak hutang yang berkaitan dengan teman tidak memiliki kaitan dengan riba dan yang pasti saya wajib mengembalikan. Saya sampaikan kepada sahabat-sahabat saya mengenai kondisi saya, ada beberapa yang dapat memahami, adapula yang bersikukuh agar saya segera melunasi.
Alhamdulillah, entah rejeki dari mana, secara perhitungan matematika sayapun tidak masuk di akal, namun hutang-hutang saya mulai menipis. Saya tidak peduli dengan pandangan orang jika saya tidak memiliki aset dll, yang pasti, saya dan istri sepakat jika kami harus kembali ke titik nol. Ya, kami harus kembali ke titik nol. Kami bersyukur Tuhan benar-benar masih peduli dengan kami, masih berkenan untuk membersihkan darah kami dari uang riba. Saya selalu berusaha berkhusnudzon kepada-Nya, jika ini adalah cara mengangkat kami dari kubangan lumpur riba, mengangkat derajat kami di hadapan-Nya, menghapuskan dosa-dosa kami terdahulu. Saya menyatakan jika saya melepaskan diri dari segala bentuk riba, apapun itu. Kebanggaan sebagai karyawan perbankan, dengan seragam berdasi, gaji tinggi, bonus besar dan insentif selangit, saya tinggalkan. Sungguh sangat berat untuk meninggalkan semua hal tersebut, sangat berat hukuman yang harus kami hadapi, namun kami berkeyakinan, untuk lebih dekat kepada-Nya, mendapatkan cinta-Nya memanglah tidak mudah.
Sekarang saya fokus untuk kembali ke dalam dunia pendidikan dan membantu saudara-saudara yang mengalami permasalahan dengan yang berkaitan dengan pihak perbankan. Namun tentu dengan satu syarat, untuk tidak kembali ke dalam kubangan lumpur riba tersebut. Alhamdulillah, salah satu bekas nasabah saya telah selesai berurusan dengan pihak perbankan. Aset jaminan berupa tanah dan rumah tidak jadi dilelang dan hutangpun selesai. Semoga cerita saya dapat menjadi pelajaran dan pengalaman penting untuk saudara-saudara yang lain. Jika sudah PASTI Alloh akan MENGHANCURKAN RIBA dan menumbuhkan SODAQOH, karena saya sudah merasakan semua hal tersebut dan saya tidak mau menjadi musuh-Nya karena secara tersurat, Dia telah menyatakan perang terhadap pelaku riba.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kamis, 17 Desember 2009

OLAHRAGA DAN KEHAMILAN: KOMBINASI YANG COCOK ATAU BERTENTANGAN?

Para peneliti telah memastikan bahwa program olahraga yang teratur bermanfaat bagi kesehatan dan sebagian besar wanita mengikuti program-program olahraga, baik yang nonkompetitif maupun kompetitif. Banyak dari wanita tersebut tidak mau menghentikan program olahraga mereka selama kehamilan.
Pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai olahraga selama kehamilan adalah : Bagaimana olahraga mempengaruhi perkembangan persalinan dan janin yang sedang tumbuh? Bagaimana kehamilan mempengaruhi kapasitas untuk berolahraga.


Salah satu kekhawatiran utama mengenai olahraga selama kehamilan adalah intensitas olahraga dan hipertermia serta redistribusi aliran darah yang ditimbulkannya. Hipertermia tidak jarang terjadi pada olahraga dengan intensitas tinggi dan suhu tubuh sampai 40 derajat celcius pernah dicatat pada pelari jarak jauh. Kehamilan mungkin menambah masalah peningkatan suhu tubuh ini karena perbandingan antara luas permukaan terhadap massa tubuh mengecil akibat adanya janin yang sedang tumbuh. Dengan demikian, panas tubuh mungkin akan menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan. Janin mungkin juga sebagai sumber panas tambahan.
Namun laporan mengisyaratkan bahwa suhu tubuh inti puncak yang dicapai selama olahraga menurun lebih cepat pada kehamilan tahap akhir dibandingkan dengan keadaan tidak hamil. Laporan-laporan ini juga menyatakan bahwa suhu yang dicapai selama olahraga menurun lebih cepat seiring dengan usia kehamilan yang mengisyaratkan bahwa pengeluaran panas tubuh selama kehamilan sebenarnya meningkat.
Selama olahraga, aliran darah diredistribusi ke otot-otot yang aktif dan ke kulit (pendinginan) dengan mengorbankan daerah uterus. Masih belum diketahui apakah aliran darah uterus selama olahraga dipertahankan pada tingkat yang memadai bagi janin. Namun penelitian noninvasif dengan ultrasonografi mendapatkan bahwa aliran darah antarvili pada wanita hamil sehat tidak berkurang selama olahraga sedang.
Beberapa laporan mengisyaratkan bahwa wanita yang melakukan olahraga sedang secara teratur akan memiliki kehamilan yang lebih sehat dibandingkan dengan wanita yang jarang beraktivitas. Tidak ada bukti bahwa olahraga sedang membahayakan janin. Olahraga harus mencakup kelompok otot besar, bersifat aerobik dan tidak memerlukan keseimbangan yang cermat. Berenang dianggap sebagai olahraga yang ideal. Air yang dingin menjaga suhu internal tetap rendah dan daya apung yang ditimbulkan olah air cenderung mengatasi gaya tarik bumi, mencegah cedera sendi. Jenis olahraga ini juga mengurangi kemungkinan uterus yang hamil berada dalam posisi menekan aorta asendens dan menganggu aliran darah ke uterus, seperti yang mungkin terjadi pada olahraga dalam keadaan terlentang atau sepeda stasioner. Olahraga air juga dapat mengurangi pembengkakan di tungkai bawah.
Dianjurkan bahwa olahraga selama kehamilan adalah olahraga sedang (moderate) dengan kecepatan denyut jantung selama olahraga tetap dijaga kurang dari 160 kali permenit. Program olahraga berat yang baru jangan dimulai pada usia kehamilan trimester pertama atau ketiga, tetapi program bertahap dapat dimulai pada trimester kedua.
Program olahraga yang sesuai selama kehamilan dapat memperbaiki kebugaran otot dan aerobik, mempermudah persalinan dan pemulihan dan meningkatkan perasaan sejahhtera secara psikolog. Olahraga umumnya dapat kembali dilakukan sekitar delapan minggu setelah persalinan atau seperti yang dianjurkan dokter.

Jumat, 13 November 2009

Pancasila Menangis

Lama vacuum dari menulis, ternyata banyak sekali hal yang menjadi sorotan dalam kehidupan ini. Untuk kembali mengisi kekosongan tersebut, saya akan memberikan sebuah tulisan yang berkaitan dengan topic yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Berkaitan dengan dengan msalah moral, kemanusiaan, politik dan sebagainya. Berkaitan dengan judul yang saya ambil, itu hanyalah sebuah wujud dari degradasi fungsi ataupun makna dari Pancasila sebagai dasar, ideology ataupun pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila, yang kurang lebih selama 64 tahun menjadi panji-panji kehidupan seluruh rakyat Indonesia ternyata mulai runtuh. Agar apa yang saya ungkapkan lebih jelas dan mudah diterima, maka saya mulai untuk mengupas satu persatu kenyataan pahit yang berkaitan dengan sila-sila Pancasila.


Sila pertama berbunyi, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Hal tersebut menunjukan jika bangsa Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas ketuhanan. Indonesia mengakui adanya Tuhan sebagai sumber dari adanya suatu kehidupan di dunia ini. Dengan diakuinya beberapa kepercayaan sebagai agama nasional, menunjukan betapa bangsa Indonesia begitu menjunjung tinggi nilai agama sebagai salah satu landasan hidup. Selain sebagai wujud pandangan hidup, sila pertama juga menunjukan kebebasan yang diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Tak ada paksaan ataupun intimidasi dalam menganut sebuah kepercayaan.
Fakta yang sekarang terjadi :
Agama seperti sebuah permainan bagi rakyat Indonesia. Sebagai contoh yang sederhana, pasangan yang hendak menikah namun memiliki perbedaan kepercayaan. Salah satu dari pasangan mengalah untuk memeluk agama pasangan yang lainnya agar kemudian prosesi pernikahan dapat berlangsung dan setelah prosesi tersebut selesai, maka semua akan kembali seperti semula. Pancasila memberikan kebebasan untuk memilih, namun bukan lantas menjadi sebuah permainan. Ada contoh lagi yang sering kita dengar. Banyak sekali orang-orang, manusia-manusia menyebut nama Tuhannya ketika ia menyatakan sumpah atau janji. Namun kenyataannya? Nonsense! Nama Tuhan seolah-olah hanya sebagai formalitas untuk sebuah acara atau janji bagi seseorang agar semuanya dapat berjalan dengan lancar (Para pejabat yang melakukan korupsi dan pelanggaran lainnya sebelumnya telah dilantik melalui sumpah yang mengatasnamakan Tuhan sebagai dasarnya. Namun setelah mereka duduk ditempat yang nyaman, maka sumpah itupun hilang tak berbekas. Itulah yang dimaksud hanya sebagai formalitas saja).
Sila kedua berbunyi, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
Menempatkan manusia sesuai hakekatnya sebagai makhluk Tuhan. Seluruh rakyat Indonesia adalah manusia yang memiliki moral, yang memiliki etika, yang memiliki adab dalam segala kehidupannya. Menunjukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dimana setiap rakyat memiliki kedudukan yang sama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak ada satupun rakyat Indonesia yang kebal terhadap hukum. Tidak ada satupun rakyat Indonesia yang dapat berbuat sekehendak dirinya.
Fakta yang sekarang terjadi :
Rakyat Indonesia 80% saya katakan tidak memiliki moral, etika dan adab dalam kehidupannya. Sebagai contoh, para wakil rakyat yang duduk di kursi “terhormat” di DPR berlomba-lomba untuk membuat video porno. Selain itu, publikasi sex bebas seakan menjadi tontonan kartun yang mudah untuk ditonton dan didapatkan. Pada saat sekarang ini, si kaya mampu membeli si miskin dan memperlakukan si miskin layaknya hewan peliharaan yang diperlakukan sekehendak hati sang majikan. Hukum di Indonesiapun pada era sekarang sangatlah buruk. Yang kaya mampu bebas dengan mudahnya walaupun kasus yang dihadapi cukup berat. Sedangkan si miskin terkurung di dalam sel durjana dengan kasus yang tidak seberapa. Si miskin semakin miskin dan si kaya semakin kaya.
Sila ketiga berbunyi, Persatuan Indonesia.
Dua kata yang memiliki makna begitu dalam. Jika bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu. Bangsa yang utuh. Sesuai dengan semboyan kita, Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Meskipun bangsa Indonesia memiliki kemajemukan yang banyak, namun hal tersebut tidaklah meruntuhkan keutuhan jiwa bangsa. Semua saudara, semua satu hati dan semua satu keinginan. Dari ujung barat di kota Sabang hingga ujung timur di kota Merauke, semua bersatu di bawah naungan Pancasila sebagai manusia yang memiliki perasaan senasib dan sepenanggungan.
Fakta yang sekarang terjadi :
Sekarang rasa persaudaraan dan sepenanggungan telah terkikis oleh ego pribadi masing-masing. Ada beberapa daerah yang mencoba melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti Aceh dan Papua. Ada contoh lain, yaitu berbagai konflik yang terjadi akibat perbedaan suku, agama ataupun ras yang terjadi di berbagai pelosok Indonesia. Konflik di Papua adalah salah satu bentuk konflik antar suku. Konflik di Ambon adalah salah satu contoh bentuk konflik agama dan masih banyak lagi konflik-konflik yang didasari sebab di atas. Semua unsur yang menyebabkan adanya perpecahan bukan tidak mungkin akan menjadi penyebab kehancuran bangsa Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Mahapatih Gadjahmada pada masa Kerajaan Majapahit hanyalah akan menjadi kiasan yang tidak pernah dilihat oleh anak cucu kita kelak.
Sila keempat berbunyi, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
UUD 1945 merupakan salah satu dasar atau acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai aturan dan kebijakan yang termuat di dalamnya. Indonesia adalah bangsa yang memiliki budi pekerti dan berakal dalam setiap pemikirannya dimana selalu menghadapkan segala suatu hal melalui sebuah pemikiran yang matang dan permusyawarahan guna menuju hasil yang lebih baik yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat dan orang banyak.
Fakta yang sekarang terjadi :
Pada saat sekarang ini, UUD 1945 tidak lagi menjadi acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak sekali rakyat Indonesia yang bahkan tidak mengetahui isi dari UUD 1945, apalagi untuk mengetahui makna yang terkandung di dalamnya. Semua hanyalah pembodohan yang dilakukan terhadap rakyat kecil oleh sebagian orang yang tidak berbudi pekerti. Jadi jangan salahkan jika terdapat celotehan yang berbunyi, “pantas saja Indonesia miskin, fakir miskin dan anak-anak terlantar saja dipelihara oleh negara”. Mereka bukanlah hewan. Mereka adalah manusia yang memiliki hati nurani yang sama seperti manusia yang lainnya. Kemudian, di dalam gedung DPR, sering kita melihat para wakil rakyat yang terhormat, yang mulia dan pujian-pujian lain bagi mereka, yang hanyalah bentuk kemunafikan berlomba-lomba untuk mengingkari janji-janji mereka. Wakil rakyat seharusnya menjadi penyalur aspirasi rakyat, namun kenyataannya mereka hanyalah mencari keuntungan materi melalui kursi yang mereka duduki. Selain itu, di dalam merundingkan atau melaksanakan rapat-rapat annggota dewan, sering terlihat antar anggota dewan saling beradu mulut bahkan bogem mentahpun melayang dari tangan mereka. Mungkin dapat saya kata, tak ada musyawarah, tangan yang berbicara. Apakah itu yang disebut dengan wakil rakyat? Yang memberikan contoh dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Bagaimana mungkin rakyat dapat hidup damai sejahtera, aman dan tentram jika wakil yang mereka utus sebagai penyalur aspirasi mereka bertindak sedemikian rupa? Sungguh hal yang sangat ironis.
Sila kelima berbunyi, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Setiap unsur kehidupan manusia yang hidup di dalamnya memiliki persamaan hak yang sama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memiliki persamaan hak dalam hukum, pemerintahan, kehidupan yang layak, kekayaan yang terkandung di dalam tanah air kita, rasa aman dan tentram dan lain sebagainya. Pemerataan pembangunan, mulai dari aspek fisik dan social.
Fakta yang sekarang terjadi :
Tidak ada keadilan yang sehat yang ada di bumi kita tercinta, tanah air Indonesia. Semua keadilan telah diperjual-belikan. Contoh kasus terhangat yang saat ini tengah mencuat diberbagai media massa. Kriminalisasi KPK dan rekayasa kasus pembunuhan dengan terdakwa Antasari Azhar. Terkuaknya fakta kedua kasus tersebut benar-benar membuktikan jika hukum tidaklah berlaku di Indonesia. Yang kaya menang ataupun bebas, yang miskin teraniaya. Hukum telah menjadi komoditi utama yang mampu diperjual-belikan di kalangan cukong-cukong tidak bertanggung jawab yang memiliki kekuasaan melalui uang. Para pejabat dan petinggi penegak hukum seakan-akan hanya sebagai boneka yang dijalankan oleh para mafia hukum untuk menutupi kebusukan mereka. Lalu contoh lain yang mendasari pertanyaan saya. Mengapa banyak sekali daerah yang mencoba melepaskan diri dari NKRI? Satu jawaban dari saya. Karena mereka tidak mendapatkan keadilan yang selayaknya. Argument saya ini berkaitan dengan apa yang saya bicarakan pada sila ketiga. Pelaksanan pembangunan tidak mampu dilakukan secara adil dan merata. Daerah yang kaya akan hasil bumi ternyata tidaklah mendapatkan apa-apa dari apa yang mereka miliki. Contoh, Papua kaya akan tambang emas. Namun kenyataan yang ada? Banyak rakyat mereka yang hidup susah. Mereka benar-benar tidak mendapatkan hasil dari bumi mereka sendiri. bandingkan dengan kota Jakarta. Apakah Jakarta mampu menghasilkan emas seperti halnya Papua? Tentu dapat terlihat dari kenyataan yang ada, jawabannya adalah tidak. Tetapi dibalik semua kekurangannya tersebut, Jakarta mampu melakukan pembangunan secara besar-besaran hanya karena dikata sebagai ibukota negara. Sedangkan daerah yang menjadi sumber penghasilan negara yang ada ditempat jauh, diabaikan layaknya anak tiri oleh ibunya.


“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”


Sabtu, 24 Oktober 2009

Apakah Kalian Telah Melihat Sisi Positif Dari Sebuah Kehidupan?

Segala sesuatu yang ada di dunia ini, apapun itu, yang telah menjadi ciptaan Tuhan selalu memiliki alasan, tujuan serta pelajaran. Dan segala sesuatu itupun selalu diciptakan berpasang-pasangan. Tak sama, namun lebih kepada sebuah perbedaan dan lawan agar saling melengkapi dan mengimbangi. Sekarang saya akan memulai untuk berbicara tentang sebuah sisi lain dari hidup yang terkadang sedikit nampak namun tak terlihat oleh orang-orang. Sisi positif yang tersamar. Mereka kurang menyadari dan melihat jika segala sesuatu yang ada di dunia ini selalu mempunyai lawan. Inilah yang saya maksudkan.

Ketika kamu tengah dihadapkan pada persoalan hidup yang teramat sulit dan membuat kalian terjatuh. Ketika kalian dihadapkan pada masalah yang berat dan membuat kalian menjadi frustasi. Kalian merasa terjatuh dan tak mampu untuk berbuat apa-apa dengan keadaan tersebut. Jika kalian melihat lebih dalam, semua yang tengah mendera kalian adalah sebuah sisi negatif yang tentunya memiliki lawan, yaitu sisi positif. Jika ada tangis, pasti ada tawa. Jika ada sedih, pasti ada bahagia. Jika ada susah, pasti ada senang. Jika ada bodoh, pasti ada pintar. Jika ada jahat, pasti ada baik. Jika kalian sedang mengalami kesulitan hidup, mengapa kalian tidak mencoba mencari, menemukan dan melihat lawan dari apa yang tengah mendera kalian?
Ketika kalian mengalami kesulitan, mengapa tidak melihat jika ada sisi lain dari kesulitan tersebut? Yaitu kemudahan. Ya, kemudahan yang akan menghentikan kesulitan kalian. Ketika kalian sedang sedih karena sebuah masalah atau tekanan hidup, mengapa kalian tidak mencoba untuk melihat jika kesedihan itu pasti memiliki oposisi, yaitu kesenangan, kegembiraan ataupun kebahagiaan. Jangan pernah melihat kehidupan kalian dari satu sisi saja, apalagi dari sisi negative yang sedang melanda kalian. Namun, cobalah untuk melihat dari sisi positif lain yang tentunya akan merubah jalan hidup kalian.
Jika kalian menangis, mengapa kalian tidak mencoba untuk mencari tawa yang akan menghapus air mata kalian? Jika kalian tengah mengalami kerugian, mengapa kalian tidak mencoba untuk mencari keuntungan untuk mengganti kerugian tersebut? Jika kalian merasa menjadi orang yang bodoh, mengapa kalian tidak mencoba untuk menjadi pintar? Jika kalian miskin, mengapa kalian tidak mencoba untuk menjadi kaya? Berhubung saya tengah banyak kesibukan dalam perkuliahan saya, jadi saya hanya bisa memberikan yang sedikit ini. Namun walaupun yang sedikit ini, semoga saja dapat membantu hidup kalian jauh lebih mudah.
Good luck and just try it!
Just try to see the other side.

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”
“aku diajarkan untuk menangis dan akupun menjadi belajar untuk tertawa…”
“aku diajarkan akan kesempitan dan akupun menjadi belajar untuk melapangkan…”

Belong’s to Toms


Pantaskah Kalian Berputus Asa?

Sebelum mulai membicarakan hal ini, saya hanya ingin menyampaikan ucapan kepada sohib-sohib yang selalu menemani hidup saya. Kalian pasti sangat senang karena saya mengambil judul ini, karena setidaknya kalian bisa mengejek saya ketika berkumpul bersama. Saya tahu pasti, inilah yang kalian tunggu. Tapi agar kalian tahu, itu hanya sebuah masa lalu yang tak lantas untuk dibuang namun lebih kepada dikenang sebagai sebuah pelajaran.

Baik, sekarang kita mulai membicarakan tentang sebuah suku kata yang sering dibicarakan orang, yaitu PUTUS ASA. Putus asa menurut definisi saya adalah sebuah keadaan di mana manusia mengalami kemerosotan atau berhenti baik secara psikis maupun fisik di dalam kehidupannya. Berikut adalah sebuah contoh orang yang tengah mengalami keputusasaan dalam hidupnya :
Ada seorang musisi yang benar-benar ahli dalam bidang music, bahkan ia telah sampai ke level nasional sebagai seorang gitaris (Maaf, saya tidak bisa dan mampu menyebutkan nama orang tersebut karena ini adalah privasi seseorang dan saya harus menghargainya. Mungkin bagi kalian para musisi yang telah mengetahuinya, mohon untuk tidak menyebutkan nama ataupun inisialnya). Ia telah mengikuti berbagai seleksi hingga akhirnya ia masuk dalam nominasi gitaris dalam sebuah band ternama di ibu kota, bahkan ia telah dipilih sebagai gitaris group band tersebut. Namun karena kendala orang tua yang melarangnya untuk menjadi seorang musisi dan hijrah ke ibu kota, lantas ia mengalami tekanan mental hingga akhirnya stress dan berjalan tanpa arah. Bagi orang yang tidak mengetahui hal tersebut, tentu saja ia akan dikira sebagai orang gila. Padahal sebenarnya ia adalah orang yang memiliki jiwa seni dan bakat yang hebat. Akibat sebuah tekanan yang berubah menjadi sebuah keputusasaan, ia berubah menjadi orang yang tidak berarti bagi dirinya sendiri. Lain halnya jika ia mampu melihat sisi lain atau sedikit berusaha. Mungkin ia mampu membujuk orang tuanya agar berkenan mengijinkannya. Ataupun jika usaha tersebut gagal, ia bisa saja beramal dengan membagikan ilmunya dengan mengajarkan dari kemampuan yang ia miliki. Membuka kursus band ataupun melatih sekumpulan anak hingga terbentuk sebuah band yang terkenal. Dari situ, tentu saja bakat dan kemampuannya akan lebih berguna dan menghasilkan pendapatan bagi dirinya sendiri. Dan secara otomatis, ia akan membahagiakan orang tuanya.
Ada lagi cerita dari teman saya sendiri. ia baru saja putus dari pacarnya, lebih tepatnya lagi diputuskan. Ia menyatakan kepada saya jika ia sangat mencintai dan menyayangi pasangannya tersebut. Ia merasa sangat kecewa dan terpukul dengan keadaan tersebut. Sebagai seorang manusia, saya mampu mengerti apa yang dirasakan olehnya karena tentunya saya pernah mengalami keadaan itu, bahkan saya juga terkadang merasakan hal tersebut namun dengan proses dan penyelesaian yang berbeda. Dan sangat disayangkan, keadaan tersebut membuatnya hilang akal sehat. Ia mulai menenggak minuman keras dengan porsi yang menurut saya sangat banyak. Ia tidak mau makan, tidak mau bepergian bahkan untuk buang hajatpun ia segan. Yang paling parah, ia kabur entah kemana sehingga keluarganya bersusah payah untuk mencarinya dan iapun mulai mengkonsumsi narkoba. Pada suatu ketika saya bertemu dengan teman saya tersebut. Keadaannya sangatlah menyedihkan. Badannya kurus, berbau tak sedap dan kusut. Lantas saya bertanya kepadanya, “Apakah ini yang kau sebut cinta? Dengan menyiksa dirimu sendiri seperti ini? Kau mungkin bisa saja melampiaskan kekecewaanmu dengan jalanmu sendiri, tapi apa kau tahu, di luar sana, kemarin, saat ini juga ataupun besok orang yang kau bilang teramat cintai itu mungkin saja sedang bersenang-senang dengan lelaki lain, sementara kau membuat keadaanmu jadi seperti ini. Saya mengucapkan perkataan tersebut karena saya merasa kecewa sekaligus marah atas apa yang ia perbuat karena telah menyusahkan dirinya sendiri dan orang lain. Ia tidak mampu menerima perkataan saya dan menjadi marah. Bahkan kami hendak berkelahi.
Sekarang saya kembali bertanya. Setelah membaca cerita saya diatas, apakah kalian pantas untuk berputus asa dengan melakukan tindakan yang bodoh dan tidak berguna? Apakah pantas kalian menyiksa diri kalian seperti cerita diatas karena sebuah keputus asaan? Apakah pantas kalian selalu terpuruk dalam sebuah keadaan yang selalu membuat kalian tersiksa?
You’ll never know and never find the way of your life if you always be silent and not to try. Something right and something wrong is coming from your self. Never let you fall and to be down with everything difficulties involved. Just wake up, stand up and run again. And I’ll promise that despondent feeling never be included to your self because it unethical to stay in yourself. Good luck!

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku juga tak seburuk yang kau sangka…”
"jikalau esok maut kan menjemputku..."
"aku tak akan pernah takut ataupun gentar..."
"karena jiwaku selalu ada dipelukan-Nya..."

Belong’s to Toms

Bagaimana Mengubah Amarah Menjadi Motivasi?

Setiap saat, setiap waktu, orang pasti akan selalu DIHADAPKAN pada rasa MARAH, EMOSI NEGATIF yang meluap-luap yang tentunya sangat mengganggu konsentrasi dan pikiran jernih kita. Entah itu yang berasal dari dalam diri kita sendiri ataupun orang lain. Nah, sekarang saya akan membagikan sedikit cara untuk meredam dan mengubah amarah menjadi sebuah motivasi yang dapat memberikan semangat bagi diri kita.

Pertama, lihatlah dan RENUNGKANLAH apa yang MENYEBABKAN menjadi MARAH dan membuat kalian menjadi EMOSI sesaat. Apakah kalian PANTAS menjadi marah karena masalah yang kalian alami? Apakah kalian pantas menjadi marah akibat perbuatan orang lain tersebut?CIPTAKANLAH sebuah MINDSET di dalam pikiran kalian jika amarah itu adalah sebuah api yang membara dan kalian adalah air yang mampu mengalahkan api tersebut.
Kedua, jika anda telah mampu menciptakan mindset tersebut, kemudian ubahlah mindset tersebut ke tahap yang lebih tinggi. Ciptakanlah sebuah MINDSET jika amarah itu IBARAT sebuah BOM NUKLIR yang mampu meluluhlantahkan bumi dan kalian adalah seorang yang AHLI dalam bidang nuklir. Ubahlah bom nukir tersebut menjadi tenaga yang maha kuat dan dahsyat dalam diri kalian karena kalian memiliki kemampuan untuk mengubah system kerja dan tujuan penggunaan reactor nuklir tersebut. Kalian bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi dalam diri kalian jika kalian mendapatkan POWER yang sangat besar.
Ketiga, salurkan power yang besar tersebut ke dalam aktivitas kalian sehari-hari. Hal-hal yang biasanya enggan untuk dilakukan, mulailah untuk dilakukan. Power tersebut adalah SEMANGAT besar yang akan MENDORONG kalian untuk menyelesaikan sesuatu yang sebelumnya sulit untuk diselesaikan dan akhirnya akan membuat kalian menjadi mudah dalam menyelesaikannya. Sebuah AMARAH diubah menjadi sebuah MOTIVASI hanya dengan melalui permainan mindset. Saya tekankan lagi, ini adalah permainan MINDSET atau PIKIRAN. Jika kalian belum mengerti mengenai mindset, saya bersedia untuk membagi ilmu dengan kalian.
Apa yang saya bicarakan telah saya uji sendiri dalam kehidupan saya sendiri. Dan hasilnya? AMAZING!!! Saya mampu menyelesaikan dan melakukan hal-hal yang sebelumnya sangat sulit untuk dilakukan. Saya mampu menyembuhkan dan mengubah amarah dalam diri saya menuju hal yang positif. Sebagai contoh, saya mengalami insomnia yang tergolong parah yang benar-benar mengganggu siklus kehidupan saya. Malam terjaga, siang tidur. Keadaan tersebut berlangsung hampir selama dua tahun lebih dan sangat-sangat mengganggu kegiatan kuliah saya. Namun akhirnya, semua itu berhenti dan memulai kehidupan yang baru dengan menyediakan 4 jam waktu untuk tidur ( Bung Karno dan SBY memiliki kuantitas tidur hanya 2 jam tiap harinya). Kemudian, ketika beberapa hari terakhir ini saya tengah didera rasa amarah yang begitu tidak terkontrol, , tiba-tiba saja pikiran saya berubah menjadi es yang mendinginkan seluruh emosi saya. Tidak ada gunanya saya marah lantas melampiaskannya dengan cara yang bodoh. Jika ada CARA BODOH, tentu ada CARA PINTAR. Dan akhirnya saya MENEMUKAN cara pintar tersebut. Saya mulai hal baru seperti hunting buku-buku di bazar atau bookstore yang banyak tersedia di Jogja atau menjadi semakin haus akan membaca buku mengenai mentalitas dan self management. Saya mulai membaca terjemahan Al-Qur’an dan makna yang terkandung di dalamnya. Tingkat kerajinan saya dalam mengikuti perkuliahan menjadi meningkat. Tingkat kreatifitas dan kepekaan saya dalam alur kehidupan semakin melambung. Saya benar-benar merasa menjadi orang yang baru yang dibentengi dengan MENTALITAS yang maha DAHSYAT yang membuat hidup saya 100% LEBIH BAIK dari keadaan semula. ALLOHU AKBAR! Tuhan saya memang benar-benar tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang tengah lemah dan terkulai serta selalu memberikan petunjuk dan jalan yang terbaik. Saya tengah diuji dan Alhamdulillah saya telah lulus salah satu mata ujian yang diberikan-Nya dan Dia memberikan hadiah sebuah makna hidup bagi saya.
Dengan cara ini, kalian akan menjadi orang yang memiliki MENTAL, PIKIRAN dan PERASAAN yang sangat KUAT. Dan BONUSNYA? Pikiran kalian akan MENJADI TERBUKA dan kalian akan menjadi ORANG YANG BERPIKIRAN DEWASA dalam menyelesaikan suatu persoalan. Kehidupan kalian akan menjadi lebih bermakna dan penuh SEMANGAT untuk selanjutnya.
Jika kalian ingin berkonsultasi dan belajar mengenai mindset dengan bahasa yang lebih mudah untuk dimengerti, kalian dapat menanyakan kepada teman saya di list friend facebook dengan nama Vendi atau Maulana Lutfi. Mereka berdua saya anggap mampu dan menjadi master dalam melakukan komunikasi dengan orang lain dan saya jaminan mereka telah memiliki mindset yang baik.

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”
“sebuah ilham yang tak ternilai atas semua…”
“jika apa-apa yang telah menjadi sebuah ketetapan, tetaplah menjadi sebuah ketetapan…”


Tips Untuk Mengatasi Kesedihan Dalam Hidup

Terkadang, orang pasti pernah mengalami suatu kejadian yang membuat dirinya terpuruk, sedih, kacau ataupun merana. Merasa dirinya paling tak berharga, hina dan menyesali semua kepedihannya. Menyalahkan takdir dan Tuhannya. Melakukan hal-hal bodoh yang tidak berguna, bahkan merugikan orang lain. Bunuh diri, meminum minuman keras agar segala tekanan dipikirannya menghilang dll. Saya tak hendak mengelak jika saya pernah melakukan hal-hal bodoh yang mungkin pernah saya lakukan ketika mengalami keterpurukan. Namun dari semua yang telah terjadi, saya mencoba belajar untuk melihat, mendengar dan lebih dalam merasa.

Kesedihan atau kepedihan bukanlah akhir dari segalanya. Untuk itu, kali ini saya akan mencoba untuk membagikan sedikit bagi kalian tentang bagaimana mengatasi semua hal tersebut. Karena sekarang, saya juga tengah menyembuhkan diri saya sendiri. Dan hasil tersebut mulai sangat terasa, walaupun tak sekejap. Mungkin ini bisa saya sebut sebagai “tombo ati”, layaknya lagu yang dinyanyikan oleh Opik. Namun “tombo ati” versi saya kali ini berbeda. Berikut adalah hal yang mungkin harus kalian lakukan ketika mengalami keterpurukan dalam kehidupan :
Bersujudlah dan mengibalah kepada Tuhanmu. Karena hanya Dialah yang menghadirkan cobaan bagi kalian. Mengadulah, bahkan jika hal itu belum cukup, menangislah dihadapan-Nya, seperti halnya saya. Pantang bagi saya untuk menangis di depan orang lain ataupun karena orang lain. Tetapi saya tidak pernah merasa malu untuk menangis dan mengisak di hadapan-Nya. Karena Dia tak pernah bosan untuk dimintakan pertolongan oleh hamba-hamba-Nya. Luapkan seluruh emosi negatif kalian melalui jalan spiritual tersebut. Insya Alloh, hati kalian akan sedikit lebih tenang. Tak mungkin langsung tenang, karena semua harus melalui proses. Tak ada dokter yang mampu menyembuhkan pasiennya dengan sekali minum obat, namun pasti butuh waktu dan proses menuju kesembuhan itu.
Pernah saya merasakan saat-saat terdekat dengan Sang Rabb, bahkan teramat sangat dekat. Tubuh saya bergetar ketika mengucapkan permohonan dan permintaan belas kasih kepada-Nya. Saya pikir, itulah waktu saya. Tapi ternyata tidak. Dia tengah berada sangat dekat dengan diri saya, bahkan melebihi dekatnya urat nadi dan aliran darah yang mengalir di tubuh saya.
Cobalah memaafkan diri sendiri atas kesedihan dan keterpurukan yang tengah kalian alami. Karena segala sesuatu yang terjadi pasti berasal dan bermula dari diri kalian sendiri. Memaafkan, bukan lantas menyalahkan! Dengan memaafkan diri sendiri, kalian telah berusaha untuk mengajarkan berbesar hati dan berlapang dada bagi diri kalian sendiri.
Salurkan emosi negatif kalian dalam kehidupan nyata. Contohnya seperti yang saya lakukan : menulis apa yang tengah kalian baca, melakukan olah raga seperti futsal, gym ataupun olah raga lain yang kalian anggap suka atau menyenanginya. Menonton film-film yang bisa menghibur dan bisa membuat kalian sedikit tertawa. Hang out ataupun jalan-jalan, entah kemana, ke suatu tempat yang mungkin dapat menjernihkan sedikit penat dipikiran kalian. Atau mungkin jika kalian ingin lebih puas, berteriaklah sekeras-kerasnya hingga hingga emosi kalian mereda. Tentunya di tempat yang jauh dari orang-orang agar tak mengganggu mereka. Contohnya seperti apa yang saya lakukan, berteriak di tepi pantai. Mengeluarkan semua kegundahan dan kegelisahan di dalam hati.
Contoh di atas merupakan cara penyembuhan dan sebuah proses melalui diri sendiri, tanpa bantuan orang lain. Namun jika kalian merasa lebih nyaman untuk ikut berbagi rasa dengan orang lain, lakukanlah. Setidaknya itu akan membuat kalian lebih nyaman. Mengurangi sedikit beban yang menumpuk dalam benak kalian. Berhubung saya tipe orang yang sulit untuk mempercayai orang lain dan terlalu privasi terhadap sesuatu, maka list ini saya tulis dibagian akhir-akhir. Dan juga saya adalah tipe orang yang selalu mencoba belajar menghadapi sesuatu dengan sendiri, tanpa bantuan orang lain sebelum saya memang benar-benar tidak mampu untuk mengatasinya. Bahkan hal yang menurut orang lain aneh, saya selalu mencoba membuat problematika yang menantang mental dan jiwa saya. Apakah dengan sebuah kesulitan ini, saya mampu mengatasinya.
Dengan mencoba hal-hal positif, Insya Alloh semua keadaan kalian akan menjadi lebih baik. Dalam kitab Al-Qur’an, Alloh memberikan sebuah pernyataan hingga tiga kali jika selalu ada kemudahan di setiap kesulitan, selalu ada kemudahan di setiap kesulitan dan selalu ada kemudahan di setiap kesulitan. Renungkanlah kesulitan dan kesedihan yang kalian alami untuk mendapatkan kemudahan bagi hidup kalian. Sesungguhnya dan sebenar-benarnya, Alloh sangat menyayangi dan mengasihi hamba-hamba-Nya yang bersabar dan selalu tegar.

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”

“Tangan-Mu begitu Agung tatkala menggelayut menggoreskan tinta akan takdirku…”
“Karenanya, sungguh tak pantas bila aku menghardik ataupun mencaci-Mu atas segala kehendak-Mu…)

Belong’s to Tom’s

Azab Bagi Indonesia Dalam Surat Al-Kahfi

Berbagai cobaan seperti bencana alam, kemiskinan, kerusuhan, ketidaknyamanan dll yang melanda bangsa Indonesia adalah semata-mata karena perbuatan mereka sendiri. Mereka yang terpukau akan dunia. Mereka yang tak pernah mengindahkan akan peringatan Alloh SWT sebelum mereka benar-benar mebuat murka Sang Rabb. Telah tersurat dan tersirat dalam Al-Qur’an akan peringatan-peringatan itu, namun manusia selalu mengingkarinya dan mengacuhkannya. Berikut adalah sedikit renungan bagi orang-orang yang tak mengindahkan larangan-Nya di dalam Surat Al-Kahfi :


Ayat 54
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.
Ayat 55
Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Alloh yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
Ayat 56
Dan tidaklah kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan ynagg batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka mengganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
Ayat 57
Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
Ayat 58
Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.
Ayat 59
Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
Demikian adalah yang saya lihat dari keadaan bangsa Indonesia menurut pandangan saya dari ayat-ayat di atas. Terlalu banyak kemunafikan, kebusukan dan kebiadaban yang terlalu banyak dilakukan orang-orang yang berpijak di bumi tercinta kita, Indonesia. Banyak sekali orang yang berebut menjadi pemimpin bukan untuk memberikan kebaikan bagi rakyatnya, melainkan untuk mengambil keuntungan duniawi bagi diri mereka sendiri. Banyak sekali orang berlomba untuk menjadi pintar lantas mengamalkan kebajikan di dunia ini, namun malah membodohi orang yang lemah dan tak mampu. Banyak orang yang mampu dalam urusan agama dan melakukan syiar daripadanya hanya semata-mata demi ketenaran dan gelimang dunia, bukan semata-mata memberikan petunjuk dan teladan yang mulia bagi orang yang belum mengetahuinya. Banyak orang yang kuat lantas melindungi orang lain yang lemah, namun lebih menindas mereka dengan penuh keji. Lihatlah setitik azab Alloh di Kota Padang dan Tasikmalaya. Hanya ketika azab itu telah datang, maka manusia akan berlomba untuk menyebut nama Tuhannya.

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”

“telah ku dapatkan sebuah cahaya dalam peluk dan kasih-Nya…”
“dan aku benar-benar yakin bahwa Dia teramat dekat dengan hamba-hamba-Nya…”

Belong’s to Tom’s…

Sebuah Harga Diri dan Perjuangan Seorang Penjual Koran

Maaf jika saya baru bisa posting dan menyalurkan kata-kata yang teruntai dalam kalimat. Banyak hal yang harus saya selesaikan terkait dengan masalah pribadi dan orang lain. Kali ini kembali saya akan bercerita. Ya, cerita tentang kehidupan, tentang orang lain, tentang orang-orang yang ada di sekitar saya.
Ketika saya selesai kuliah dan hendak pulang ke kos, saya menjumpai seorang penjual Koran di perempatan jalan.ya, di perempatan jalan Kompi Mako Brimob atau di perempatan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Saya tidak hanya sekali menjumpai, namun hampir setiap hari saya menjumpai penjual koran jalanan tersebut. Ada satu hal yang membedakan penjual koran tersebut dengan yang lainnya. Dia memiliki kelainan fisik dan mental. Dia berjalan pincang sembari menawarkan koran yang dibawanya. Tanpa kata-kata karena bisu yang dideritanya.



Pada waktu itu, cuaca sangat panas dan menyengat kulit. Terasa sangat ketika lampu merah menyala. Penjual koranpun segera menawarkan dagangannya kepada saya. Karena rasa iba atas keadaan penjual tersebut, kemudian saya menyodorkan selembar uang kertas yang mungkin menurut saya cukup untuk makan dan minum sekali, sesuai dengan ukuran apa yang saya makan. Namun begitu mencengangkan. Penjual itu menolaknya dengan isyarat. Dia mengisyaratkan jika ia bukan pengemis dan tak membutuhkan belas kasihan. Penjual itu malah menyodorkan koran agar saya mau membeli, bukan memberikan uang secara cuma-cuma.
Mata saya begitu terpana dan merasa sangat pedih melihat hal itu. Hati saya teriris melihat apa yang telah dilakukan penjual koran yang pincang, bisu dan terkadang meneteskan air liur di bajunya. Saya hanya bisa diam sembari penjual itu menawarkan korannya kepada orang lain. Dalam hati saya berkata, semoga surga yang akan membalas perjuanganmu. Kaulah salah satu guru terbaik yang pernah saya temui. Bukan dari buku, dosen atau profesor-profesor yang selama ini menyalurkan ilmunya. Saya melihat sebuah harga diri yang begitu tinggi dan mulia, bahkan melebihi orang yang selalu rajin beribadah namun hatinya keruh akan duniawi. Keruh akan kebusukan-kebusukan demi kebahagiaan diri sendiri.
Kembali saya berkata dalam hati, betapa ia memiliki martabat dan harga diri yang begitu tinggi meskipun dengan kekurangan yang menderanya. Ia jadikan kekurangan itu bukan sebagai alasan untuk berlemah diri, namun untuk semakin maju menjalani hidup yang keras.
Namun saya tak kurang akal. Esoknya saya letakan selembar uang dengan jumlah yang sama di atas koran-koran yang dibungkus plastik yang tergeletak di pinggir jalan sebagai tanda penghormatan saya pada waktu kemarin ketika ia tengah menawarkan koran kepada pengguna jalan. Saya sengaja melakukannya karena ia pasti akan menolaknya ketika saya memberikannya lagi. Jadi saya harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi agar ia mengira itu adalah uang hasil penjualan koran-korannya.

Itulah sedikit cerita dari saya. Mungkin dapat mengilhami dan menjadi pelajaran bagi orang lain. Betapa harga diri dan martabat begitu mahal dan tinggi, bahkan tak mampu diukur dengan materi sekalipun. Betapa perjuangan tak harus berhenti akibat sebuah kegagalan dan kekurangan. Jika anda ingin menyaksikan guru hidup saya tersebut, Insya Alloh dapat kalian jumpai di tempat-tempat yang saya tunjukan tersebut. Saya tak berkehendak sombong atau angkuh atas apa yang saya lakukan, namun saya hanya ingin berbagi akan pelajaran hidup kepada orang lain. Jika kalian belum tentu mulia dari orang yang kalian anggap hina. Jika kalian belum tentu lebih tinggi derajatnya dari orang yang kalian anggap rendah hidupnya.

(mungkin lain waktu saya akan mengambil gambar penjual koran tersebut agar kalian lebih percaya akan kenyataan yang ada).
(many thanks buat Kang Opik. Pikiran saya menjadi sangat terbuka setelah membaca karya Virginia. Pelajaran untuk menuju kesuksesan bukan hanya melalui bangku pendidikan secara formal, tapi lebih menuju kepada kehidupan yang sebenarnya. Ojo bosen-bosen aweh pitutur go aku Kang! Matur nuwun…)

“melihatmu bahagia adalah sebuah anugrah terindah yang ku miliki…”
“biarkan aku menerima dan menjalankan titah Sang Rabb melalui tangan-tangan Jibril…”
“karena sesungguhnya, Ialah Kekasih Sejati yang selalu ada…”
“seperti halnya dirimu…”

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”

Jumat, 09 Oktober 2009

Apakah Do'a Itu Telah Menggema?

Do'a, satu kata yang banyak didengar & dilantunkan oleh banyak orang. Namun tak banyak orang belum tentu mendapatkan jawaban dari do'a tersebut. Atau mungkin menurut saya, bukan mendapatkan, namun belum mampu membaca jawaban yang tersirat dari do'a tersebut.
Orang yang memiliki pengetahuan agama yang kuat, memiliki pakaian yang bagus serta wewangian yang harum semerbak belum tentu mampu mendapatkan dengan mudah dibandingkan dengan seorang pengemis jalanan yang dekil, kotor ataupun berbau tak sedap.


Pernah saya mendengar, seorang pejabat sekaligus baik agamanya berdo'a memohon sesuatu kepada Tuhannya. Ia meminta agar ia mendapatkan lebih banyak rizki. Setiap malam setiap waktu. Namun tak kunjung datang jawaban itu. Lalu suatu ketika ia melihat seorang pengemis yang sedang sholat dan memanjatkan sesuatu kepada Tuhannya dan setelah selesai, pejabat itu bertanya kepada pengemis tersebut. "Apakah yang kau panjatkan kepada Tuhanmu?" Si pengemispun menjawab, "Saya hanya meminta sedikit rizki dan berkah serta kesabaran bagiku. Dan alhamdulillah, Tuhan selalu memberikan jawaban itu padaku." Lalu pejabat itupun berkata, "Saya sudah meminta itu berulang kali,bahkan setiap waktu,namun tak kunjung datang jawaban dari permintaan itu. Padahal saya jauh lebih baik darimu. Pakaian saya lebih bagus, bersih dan wangi. Sayapun telah meminta langsung ketika saya sedang berhaji. Lantas kenapa belum juga terwujud?" Pengemispun kembali berkata, "Bukan emas permata yang menempel di tubuh yang menjanjikan terkabulnya, bukan wewangian sesemerbak bunga surga yang tercium dari tubuh, bukan pakaian yang mahal atau indah dan seberapa jauh ke tempat lain ia menjalankan ibadahnya. Namun ketulusan dan kerendahan dirilah yang utama. Jawaban itu tak harus nampak, namun halus tersirat. Saya meminta rizki, mungkin itu hadir dalam bentuk ketegaran jiwa dan raga. Saya meminta kesabaran, bukan berarti saya seketika menjadi orang yang sabar, namun Tuhan menghadirkan orang-orang yang mempu memberikan dan melatih kesabaran bagiku. Cobalah untuk tidak sombong dan angkuh dihadapan Tuhanmu,Insya Alloh permintaanmu akan terkabul."
Mendengar jawaban tersebut, pejabat itupun langsung memeluk seraya menangis dan mencium tangan pengemis. Dia berkata jika dia tak lebih baik dan lebih mulia dari orang-orang yang dianggap rendah olehnya.
Itu adalah sedikit contoh dari apa yang saya bicarakan. Ketika saya hendak berdo'a atau sholat, hanya satu yang ada dipikiran saya. Apakah makhluk yang hina seperti saya masih pantas untuk meminta? Namun hati saya kemudian berkata, Tuhanku adalah Dzat mulia dari yang paling mulia, Dzat penyayang dari segala maha penyayanng. Kiranya Dia pasti berkehendak menerima saya. Namun saya juga tak lupa untuk lebih mengutamakan penampilan saya. Untuk pergi dengan seorang wanita atau hendak bertemu pejabat saja harus berpakaian rapi, bersih dan sopan serta harum mewangi, mengapa untuk bertemu dan bersimpuh dihadapan Kekasih Sejati yang amat dicinta harus mengenakan penampilan ala kadarnya?


Posted by :
Sickman

"aku tak sebaik yang kau kira..."
"dan aku juga tak seburuk yang kau sangka..."

Kamis, 08 Oktober 2009

Apakah Neraka Adalah Imajinasi Manusia?

Berbicara tentang neraka, surga atau akherat, itu adalah hal yang menjadi urusan Tuhan, yang menguasai alam semesta ini. Dalam setiap agama, pastilah selalu ada penjelasan atau pemaparan tentang dua hal tersebut. Saya sebagai muslim, percaya jika neraka ataupun surga itu diciptakan oleh Tuhan.
Namun ada beberapa hal yang berkaitan tentang dua tempat itu yang menjadi pertanyaan bagi saya. Saya sedang tidak rasis ataupun melecehkan agama lain. Namun justru saya sedang belajar tentang kehidupan, entah itu berasal dari apapun. Selama itu bermanfaat dan berguna bagi saya dan orang lain, selama itulah saya tidak akan membedakan asal-usulnya. Semua manusia sama, hanya takdirlah yang membedakan ketika ia harus ditempatkan dimana.


Pernahkah kalian mendengar Lucifer? The Hell Angel yang menjadi penguasa kegelapan dan menguasai neraka? Father of devil, ayah dari para setan yang mencabut nyawa manusia ketika ajalnya tiba?
Saya melakukan postingan ini setelah saya membaca buku dan melihat movienya langsung, bahkan movie ini masih saya simpan. Sepengetahuan saya, dilihat dan ditelaah dari segi agama apapun, setiap malaikat yang menjadi Tangan Tuhannya tidaklah memiliki anak ataupun diperanakan. Namun dibuku atau movie yang saya lihat, disini, Lucifer, malaikat neraka memiliki putra yang Bernama Mammon.
Lalu mengapa saya mempertanyakan tentang neraka sebagai imajinasi manusia?
Awalnya, Lucifer adalah malaikat penghuni surga, yang dititahkan untuk mengabdi kepada Tuhan. Namun karena suatu hal, Lucifer membinasakan salah satu malaikat yang ada di surga. Tuhanpun murka dan marah, lantas mengusir Lucifer dari Surga. Akibat pengusiran tersebut, Luciferpun merasa tak terima dan ingin melampiaskan kekesalannya itu. Dia turun ke bumi dan mengacaukan segala isinya. Mulai membuat keonaran dan kecemasan. Lucifer membuat ide penyiksaan di bumi seperti membakar manusia hidup-hidup, memotong lidah menggunakan besi panas, memasukan manusia ke dalam tungku kemudian merebusnya, menusukkan besi panas dari lubang anusnya hingga menembus ke kepala. Dari kenyataan tersebut, manusia beranggapan jika Lucifer identik dengan keberadaan api dan siksaan yang pedih. Lucifer yang memiliki sayap naga dan penuh dengan kekejaman. Tak hanya sampai disitu, ternyata Luciferpun mengirimkan tentaranya untuk membujuk manusia agar mau menjadi tentaranya dengan rayuan dan janji palsunya. Menjanjikan kekayaan yang berlimpah bagi manusia.
Dari kenyataan cerita tersebut, Lucifer kemudian dianggap sebagai penguasa neraka dan malaikat maut oleh manusia.
Nah,pertanyaan saya akhirnya bisa beralasan kan? Apakah sebenarnya neraka itu bagi sebagian orang hanya sebagai imajinasi atau khayalan belaka yang mereka ciptakan sendiri atau memang benar-benar mereka yakini sebagai ciptaan Tuhannya?


Referance :
Movie ( The History of Devil )
Book ( Biografi Setan )

ANTARA BERPIKIR DAN BERTINDAK

Definisi BERPIKIR menurut saya adalah melakukan sesuatu secara tidak tampak dan lebih mengacu pada sistem kerja otak. Sedangkan definisi BERTINDAK menurut saya adalah melakukan suatu hal secara fisik, nyata dan tampak. Sedangkan
Sekarang pertanyaan yang akan saya ajukan. Apakah kalian termasuk TIPE orang yang senang BERPIKIR atau BERTINDAK? Kalian adalah orang yang PINTAR dan CERDAS karena kalian mampu melakukan browsing atau mengoperasikan facebook sehingga dapat membaca postingan saya ini, jadi kalian pasti mampu menangkap pertanyaan saya.



Dari yang saya amati dari keadaan di sekitar saya, kebanyakan hanya ada dua opsi, yaitu orang yang memiliki Kriteria PEMIKIR dan Kriteria PENINDAK. Hanya sebagian orang saja yang mampu menggabungkan dua hal tersebut. Berpikir atau merencanakan sesuatu hal memang baik, namun jika tanpa adanya suatu perbuatan riil dari hasil pemikiran tersebut maka semua akan SIA-SIA atau NOL. Kita hanya akan terjebak dan terus terjebak dalam pemikiran logika kita sendiri tanpa adanya sebuah realisasi. Begitu juga sebaliknya, jika hanya bertindak tanpa didasari adanya pemikiran saja, maka saya katakan sebagai orang yang BODOH. Tidak ada logika dan tak ada naluri yang mendasari.
Sebagai contoh, ada orang yang merencanakan untuk mendirikan usaha restoran. Dengan mantapnya dia berpikir untuk memilih tempat yang strategis, menyiapkan menu yang kreatif dan inovatif dll. Namun kebanyakan, SEBELUM apa yang dipikirkan itu TERWUJUD, muncul pikiran-pikiran lain yang MENGACAUKAN pendapat diri kita sendiri. Contohnya, jika nanti ternyata restoran tersebut tidak laku, atau mungkin laku tapi akhirnya muncul saingan-saingan lain dan pikiran-pikaran negative lainnya yang terus bertambah di otak kita. Dua kata untuk orang itu, “GAME OVER”! Sebelum restoran dibuka, orang tersebut malah menjadi stress dan tertekan akibat pikiran-pikiran yang mengacau di list otak perencanaannya. Semua hanya ada di kepala dan tidak akan menjadi nyata.
Lalu untuk spesialis yang HANYA BERTINDAK, menurut saya mereka akan menjadi PENYESAL yang abadi di bumi ini dan saya pernah merasakan hal itu. Saya berikan contoh dari diri saya sendiri, tidak perlu mengambil dari orang lain. Ketika saya marah atau otak saya “bleng”, maka akal sehat dan pikiran saya menjadi kacau. Alhasil, saya melakukan tindakan bodoh yang sangat disayangkan. Saya telah membanting dan menghancurkan handphone 3 buah, 1 buah dispenser, 2 buah computer dan masih banyak lagi. Lalu apa yan terjadi setelah kejadian itu? Saya merasa sangat menyesal karena perbuatan bodoh yang sesaat itu, semuanya menjadi hilang dan tidak berguna. Kemudian berpikir, seandainya barang-barang itu dikalkulasikan dalam uang, maka saya akan mendapatkan banyak uang dari benda yang telah hilang itu.
Dua hal tersebut adalah salah satu contoh terdekat yang dapat saya berikan dan masih banyak lagi yang ada.
Pelajaran yang saya dapatkan, jadilah seorang pemikir dan perencana yang baik serta sebagai seorang penindak yang ulung. Segala resiko yang ada dari semua, kita pikirkan jalan keluar setelah semua menjadi nyata karena hidup itu pasti ada akibat yang tidak mampu kita sangkal.
JUST DO IT. NO MATTER WHAT IS THE RISK…


Posted by :
Sickman

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku juga tak seburuk yang kau sangka…”

Senin, 05 Oktober 2009

Sebagian Dari Tanda Kekuasaan-Nya

Seperti apa yang selalu saya katakan dan do’akan.
“ Kehendak-Mu adalah kehendakku dan kehendakku adalah kehendak-Mu. Sebenar-benar dan sesungguh-sungguhnya, Kaulah yang menguasai takdirku. Dan biarkanlah kehendak-Mu menjadi kehendakku atas apa yang terjadi padaku agar aku tak merasa berat hati. Sesungguhnya, akulah sang peminta dan Engkaulah Sang Pemberi”.
Gempa bumi yang melanda Kota Tasikmalaya terjadi pada pukul 15.04 WIB benar-benar menjadi cobaan bagi suadara kita yang jauh di sana. Telah tersirat dari kejadian tersebut atas firman-firman dan keagungan Alloh SWT. Lihatlah pada waktu terjadinya gempa bumi tersebut, merupakan pesan yang disampaikan bagi umat-umatNya. 15, menunjukan surat ke-15 dari Al-Qur’an yaitu Surat Al Hijr. Sedangkan 04 menunjukan ayat ke-4 dari surat tersebut yang berbunyi :
Wamaa ahlaknaa minqoryatin illaa walahaa kitabumma’luum {Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan}.
Lalu untuk gempa bumi yang terjadi di Kota Padang, yang terjadi dua kali yaitu pada pukul 17.16 dan 17.18 WIB juga tersirat pesan dari kitab Alloh yang teramat sangat menunjukan kebesaran-Nya. 17 menunjukan surat ke-17 dalam Al-Qur’an yaitu Surat Al Israa’. Dan 16 dan 18 menunjukan ayat yang terdapat dalam surat tersebut yang berbunyi :
Al Israa’:16
Wa idzaa arodnaa annuhlika quryatan aamarnaa mutrofiihaa fafasaquufiiha fakhaqqo’alaihaalqoulu wadammarnaaha tadmiir {Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Alloh) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya}.

Al Israa’: 18
Mankaana yuriidul’ajilata’ajalnaalahufiiha maanatsauu limannuriiduu tsumma ja’alnaa lahuu jahannama yaslaahaa madzmuumaammadkhuur {Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir}.

Lalu untuk gempa yang terdapat di Jambi terjadi pada puku 08.52 WIB. Kita kembali telaah dari waktu yang ada. Kita lihat lihat surat ke-8, yaitu Surat An Anfaal. Kemudian kita baca dan resapi makna ayat ke-52 dari surat tersebut yang berbunyi :
Kadaabi alii fir’auna walladziina minqoblihim kafaruu biaayaatillahi fa akhodzahumullahuu bidzunuubihim innallahaa qowiyyun tsadidul’iqoob {(keadaan mereka) serupa dengan keadaan fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Alloh, maka Alloh menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Alloh Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya}.

Semuanya telah tertulis indah di dalam kitab nan suci, Al-Qur’an. Namun tak banyak orang yang mampu membaca dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Jikalau azab dan murka-Nya telah turun dan meluluhlantahkan muka bumi, barulah orang-orang beramai-ramai memuji dan menyebut nama-Nya. Merasa hina dan tak berarti apa-apa dihadapan-Nya.
Semoga ketabahan selalu menyertai jiwa-jiwa dan hati para saudaraku yang tengah mengalami bencana. Sesungguhnya Alloh Maha Penyayang, agar kita mampu memaknai cobaan tersebut dengan hati yang lapang.

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“namun aku juga tak seburuk yang kau sangka…”

Minggu, 19 Juli 2009

Kebo Bandel Bicara Arti Sahabat

Judul tu aku ambil dari apa yang emang terjadi & aku temuin. Aku baru nyadar kalo selama ne aku tu bukan apa2. Banyak orang bilang,sahabat adalah segalanya. Tapi kenyataannya? Cuma bulshit doank yang keluar dari mulut mereka. Pas lagi seneng,mereka lupa. Pas lagi susah,mereka inget. Ga tao kemana mereka waktu ge terbang. Tapi begitu jatuh,langsung mengiba,kaya anak kecil yang nangis gara2 ga dikasi permen.
Apa yang aku bilang tu realita & banyak kejadian gitu. Aku berani bilang coz dapet pengalman tentang mua tu. Sebelumnya,aku ga mo munafik,kalo aku lom bisa jadi bestfriend buat mua temen2 aku. Tapi paling ga,aku uda bisa mulai dari yang terdekat dulu. Kaya yang sering aku bilang. Muanya tu pasti dari yang kecil & sedikit dulu,ga mungkin bisa langsung gede & banyak. Butuh proses tentunya. Gimana saling bantu waktu ge susah & sama2 bagi2 happy pas ge diatas. Nyoba ngehibur dengan banyolan2 konyol yang ngejek,tapi justru bikin ketawa. Bukan dengan kata2 yang sok lembut,sok perhatian,tapi ternyata ga tulus. Buat aku,perhatian & pujian yang tulus tu tersirat. Ga mo ngasih liat walopun tu inti dari semuanya.
Dan sekarang,aku bener2 seneng & ngrasa punya arti setelah aku tao pa tu temen. Temen yang bener2 temen. Ga cuma dimulut duank! Bangga punya temen2 yang kelakuannya konyol & serasa otaknya pada miring,tapi mereka uda anggap kaya sodara. Serasa tingkah lakunya nol,tapi punya friendship yang gede. Aku pengen nulis tentang kaya pa yang uda aku alamin. Giman lo aku ge susah ya dibantuin mpe temen juga ikut ngrasain susahnya. Gimana waktu ge seneng,temen juga dapet senengnya aku. Gitu juga sebaliknya. Tapi yang pasti tu dilakuin pake cara kita,cara aku & temen2 aku. Cara dari sekumpulan orang yang bodong,gelo,oneng(kata dulur2) n sardot(kata bebek). Tapi kayanya ga bisa. Ga bisa kasi tao nama atow bahkan inisialnya. Yang pasti cuma aku yang tao siapa mereka.
Buat dulur2 aku,thanx so much. I know the meaning of friendship coz of you all. You don't let me alone when I'm falling & not stay away when you're flying.

Kebo Bandel Bilang Untittled

Tuhan selalu menciptakan sesuatu dengan sebuah alasan. Apapun ntu,pasti ada. Tu yang aku yakini. Cuma kita sebagai manusia ga pernah tau dan ga mo tau tentang sesuatu yang tersirat ntu.
Kalian tao kenapa Tuhan menciptakan celah diantara jari kita? Tentunya alasan yang kita liat,biar kita lebih gampang buat ngelakuin sesuatu. Bayangin aja lo jari2 kita jadi satu? Kita ga bisa nulis,ngendarain mobil atow motor dengan mudah,maen PS dan yang paling simple,kita ga bisa ngikat tali sepatu kita sendiri. Tapi ada yang tersirat dari muanya ntu.
Tiap celah yang ada diantara jari kita tu merupakan tanda kalo kita ga sendiri. Kalo suatu saat nanti,akan ada seseorang atow orang yang bakal nempatin atow mengisi tiap celah yang ada diantara jari kita. Memegang dengan lembut namun erat,dengan penuh kasih & sayang. Kapanpun tu,walaupun kita lagi jatuh. Ga megang dengan kasar yang tentunya bisa nyakitin. Dan tu yang selalu juga aku yakinin kalo celah dijari adalah buat orang yang aku sayangin.
Kasih sayang berlebihan adalah siksaan dari sebuah pengekangan. Sedangkan kasih sayang yang berkekurangan adalah sebuah ketidakpedulian. Disini yang aku bilang bukan kasih sayang sepanjang masa,tapi kasih sayang yang over. Dari keduanya aku anggep beda.
Tapi yang sering aku denger,banyak orang yang bilang kalo mereka tu sendiri didunia ne. Bilang kalo mereka ga pernah dapetin kasih sayang & cuma selalu sedih & sakit hati. Satu kalimat buat mereka yang bilang gito,"naas banget nasib kalian yang selalu ngerasa gito". Mungkin aja tu terjadi coz mereka ngerasa dirinya paling bener,atow paling hina? Dan mpe sekarang aku ga tao jawaban dari pertanyaan tu. Padahal,da sebuah jalan & makna dari tiap genggaman tangan mereka. Muanya ntu ada didalam hati kalian,ga mungkin bakal jatuh dari langit. Dan pesen aku,ciptain kasih sayang & kalian aku pastiin dapet buah dari muanya tu..

Te amo bebek..

Kebo Bandel Bicara Tentang Rasa Menghargai

Sebenernya aku ga mo buat posting tentang kisah ne. Tapi kenyataannya,sekarang masih banyak orang yang kepalang egois & susah buat ngehargain orang lain.
Kisah ne nyata..
Waktu tu ada 2 waria yang lagi ngamen. Waktu lagi ngamen diwarung,ada bapak2 yang kebetulan lagi nongkrong diwarung ntu. Pas banci tu ge ngamen,bapak2 tu dengan enaknya ngasih kata2 hinaan & pedas ke banci2 tu. Bahkan mereka bawa2 agama waktu lagi ngehina. Yang katanya nentang takdir lah,bakal masuk neraka lah dkk. Tapi dengan enaknya banci2 tu tetep nyanyi & ga peduli ma kata2 orang tadi. Waktu kejadian tu,da anak muda yang juga lagi istirahat diwarung ntu. Coz ga tahan ma perkataan bapak2 ntu,akhirnya anak tu ngeluarin perkataan kaya gene ke bapak2 ntu "anda mungkin boleh menghina & merendahkan banci tu,walaupun banci2 tu tetep diem. Tapi anda perlu tao,anda belum tentu lebih mulia & baik dari mereka. Anda belum tentu punya nilai lebih daripada mereka. Bahkan,banci2 tu mungkin lebih mulia dari anda. Seburuk apapun jalan hidup mereka,anda ga bisa ngrendahin mereka. Sudah cukup mereka tersiksa ma gejolak jiwa mereka & kita ga perlu nambahin kepedihan mereka. Keadaanlah yang bikin mereka jadi gitu! Sekarang aku mo tanya ke anda semua. Pernahkah anda terbayang,anda memiliki keinginan buat jadi banci,pencuri,perampok? Tentu ga kan? Anda pasti pengen keadaan yang lebih baik kan? Hal yang samapun dirasain ma orang yang tadi anda hina! Jadi saya minta,cobalah buat sedikit ngehargain orang lain,siapapun,kapanpun & dimanapun ntu. Walaupun keadaanlah yang kudu maksa mereka buat ngelakuin mua ntu."
Tu da dikit dari cerita aku. Banyak orang yang pengen dihargai,tapi mereka ga bisa timbal balik dengan orang lain. Bahkan dengan orang yang deket sekalipun kaya temen,sodara & keluarga ndiri. Merekalah sisi berharga dari kita coz dengan adanya mereka,kita jadi makhluk yang berharga. So,cobalah buat sedikit ngehargain orang lain..
Oke,I thinx that's enough..
Cie yah!
Bebek,I want 2 help you so much..
So,I made it..
Te amo bebek..

Ayat-Ayat Tentang Riba

Assalamu'alaikum.. Alladzina yaa kuluunarribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumulladzii yatakhobbathuhusyayaithoonu minalmassi, dzaal...