Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Oktober 2009

Sebuah Harga Diri dan Perjuangan Seorang Penjual Koran

Maaf jika saya baru bisa posting dan menyalurkan kata-kata yang teruntai dalam kalimat. Banyak hal yang harus saya selesaikan terkait dengan masalah pribadi dan orang lain. Kali ini kembali saya akan bercerita. Ya, cerita tentang kehidupan, tentang orang lain, tentang orang-orang yang ada di sekitar saya.
Ketika saya selesai kuliah dan hendak pulang ke kos, saya menjumpai seorang penjual Koran di perempatan jalan.ya, di perempatan jalan Kompi Mako Brimob atau di perempatan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Saya tidak hanya sekali menjumpai, namun hampir setiap hari saya menjumpai penjual koran jalanan tersebut. Ada satu hal yang membedakan penjual koran tersebut dengan yang lainnya. Dia memiliki kelainan fisik dan mental. Dia berjalan pincang sembari menawarkan koran yang dibawanya. Tanpa kata-kata karena bisu yang dideritanya.



Pada waktu itu, cuaca sangat panas dan menyengat kulit. Terasa sangat ketika lampu merah menyala. Penjual koranpun segera menawarkan dagangannya kepada saya. Karena rasa iba atas keadaan penjual tersebut, kemudian saya menyodorkan selembar uang kertas yang mungkin menurut saya cukup untuk makan dan minum sekali, sesuai dengan ukuran apa yang saya makan. Namun begitu mencengangkan. Penjual itu menolaknya dengan isyarat. Dia mengisyaratkan jika ia bukan pengemis dan tak membutuhkan belas kasihan. Penjual itu malah menyodorkan koran agar saya mau membeli, bukan memberikan uang secara cuma-cuma.
Mata saya begitu terpana dan merasa sangat pedih melihat hal itu. Hati saya teriris melihat apa yang telah dilakukan penjual koran yang pincang, bisu dan terkadang meneteskan air liur di bajunya. Saya hanya bisa diam sembari penjual itu menawarkan korannya kepada orang lain. Dalam hati saya berkata, semoga surga yang akan membalas perjuanganmu. Kaulah salah satu guru terbaik yang pernah saya temui. Bukan dari buku, dosen atau profesor-profesor yang selama ini menyalurkan ilmunya. Saya melihat sebuah harga diri yang begitu tinggi dan mulia, bahkan melebihi orang yang selalu rajin beribadah namun hatinya keruh akan duniawi. Keruh akan kebusukan-kebusukan demi kebahagiaan diri sendiri.
Kembali saya berkata dalam hati, betapa ia memiliki martabat dan harga diri yang begitu tinggi meskipun dengan kekurangan yang menderanya. Ia jadikan kekurangan itu bukan sebagai alasan untuk berlemah diri, namun untuk semakin maju menjalani hidup yang keras.
Namun saya tak kurang akal. Esoknya saya letakan selembar uang dengan jumlah yang sama di atas koran-koran yang dibungkus plastik yang tergeletak di pinggir jalan sebagai tanda penghormatan saya pada waktu kemarin ketika ia tengah menawarkan koran kepada pengguna jalan. Saya sengaja melakukannya karena ia pasti akan menolaknya ketika saya memberikannya lagi. Jadi saya harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi agar ia mengira itu adalah uang hasil penjualan koran-korannya.

Itulah sedikit cerita dari saya. Mungkin dapat mengilhami dan menjadi pelajaran bagi orang lain. Betapa harga diri dan martabat begitu mahal dan tinggi, bahkan tak mampu diukur dengan materi sekalipun. Betapa perjuangan tak harus berhenti akibat sebuah kegagalan dan kekurangan. Jika anda ingin menyaksikan guru hidup saya tersebut, Insya Alloh dapat kalian jumpai di tempat-tempat yang saya tunjukan tersebut. Saya tak berkehendak sombong atau angkuh atas apa yang saya lakukan, namun saya hanya ingin berbagi akan pelajaran hidup kepada orang lain. Jika kalian belum tentu mulia dari orang yang kalian anggap hina. Jika kalian belum tentu lebih tinggi derajatnya dari orang yang kalian anggap rendah hidupnya.

(mungkin lain waktu saya akan mengambil gambar penjual koran tersebut agar kalian lebih percaya akan kenyataan yang ada).
(many thanks buat Kang Opik. Pikiran saya menjadi sangat terbuka setelah membaca karya Virginia. Pelajaran untuk menuju kesuksesan bukan hanya melalui bangku pendidikan secara formal, tapi lebih menuju kepada kehidupan yang sebenarnya. Ojo bosen-bosen aweh pitutur go aku Kang! Matur nuwun…)

“melihatmu bahagia adalah sebuah anugrah terindah yang ku miliki…”
“biarkan aku menerima dan menjalankan titah Sang Rabb melalui tangan-tangan Jibril…”
“karena sesungguhnya, Ialah Kekasih Sejati yang selalu ada…”
“seperti halnya dirimu…”

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”

Jumat, 09 Oktober 2009

Apakah Do'a Itu Telah Menggema?

Do'a, satu kata yang banyak didengar & dilantunkan oleh banyak orang. Namun tak banyak orang belum tentu mendapatkan jawaban dari do'a tersebut. Atau mungkin menurut saya, bukan mendapatkan, namun belum mampu membaca jawaban yang tersirat dari do'a tersebut.
Orang yang memiliki pengetahuan agama yang kuat, memiliki pakaian yang bagus serta wewangian yang harum semerbak belum tentu mampu mendapatkan dengan mudah dibandingkan dengan seorang pengemis jalanan yang dekil, kotor ataupun berbau tak sedap.


Pernah saya mendengar, seorang pejabat sekaligus baik agamanya berdo'a memohon sesuatu kepada Tuhannya. Ia meminta agar ia mendapatkan lebih banyak rizki. Setiap malam setiap waktu. Namun tak kunjung datang jawaban itu. Lalu suatu ketika ia melihat seorang pengemis yang sedang sholat dan memanjatkan sesuatu kepada Tuhannya dan setelah selesai, pejabat itu bertanya kepada pengemis tersebut. "Apakah yang kau panjatkan kepada Tuhanmu?" Si pengemispun menjawab, "Saya hanya meminta sedikit rizki dan berkah serta kesabaran bagiku. Dan alhamdulillah, Tuhan selalu memberikan jawaban itu padaku." Lalu pejabat itupun berkata, "Saya sudah meminta itu berulang kali,bahkan setiap waktu,namun tak kunjung datang jawaban dari permintaan itu. Padahal saya jauh lebih baik darimu. Pakaian saya lebih bagus, bersih dan wangi. Sayapun telah meminta langsung ketika saya sedang berhaji. Lantas kenapa belum juga terwujud?" Pengemispun kembali berkata, "Bukan emas permata yang menempel di tubuh yang menjanjikan terkabulnya, bukan wewangian sesemerbak bunga surga yang tercium dari tubuh, bukan pakaian yang mahal atau indah dan seberapa jauh ke tempat lain ia menjalankan ibadahnya. Namun ketulusan dan kerendahan dirilah yang utama. Jawaban itu tak harus nampak, namun halus tersirat. Saya meminta rizki, mungkin itu hadir dalam bentuk ketegaran jiwa dan raga. Saya meminta kesabaran, bukan berarti saya seketika menjadi orang yang sabar, namun Tuhan menghadirkan orang-orang yang mempu memberikan dan melatih kesabaran bagiku. Cobalah untuk tidak sombong dan angkuh dihadapan Tuhanmu,Insya Alloh permintaanmu akan terkabul."
Mendengar jawaban tersebut, pejabat itupun langsung memeluk seraya menangis dan mencium tangan pengemis. Dia berkata jika dia tak lebih baik dan lebih mulia dari orang-orang yang dianggap rendah olehnya.
Itu adalah sedikit contoh dari apa yang saya bicarakan. Ketika saya hendak berdo'a atau sholat, hanya satu yang ada dipikiran saya. Apakah makhluk yang hina seperti saya masih pantas untuk meminta? Namun hati saya kemudian berkata, Tuhanku adalah Dzat mulia dari yang paling mulia, Dzat penyayang dari segala maha penyayanng. Kiranya Dia pasti berkehendak menerima saya. Namun saya juga tak lupa untuk lebih mengutamakan penampilan saya. Untuk pergi dengan seorang wanita atau hendak bertemu pejabat saja harus berpakaian rapi, bersih dan sopan serta harum mewangi, mengapa untuk bertemu dan bersimpuh dihadapan Kekasih Sejati yang amat dicinta harus mengenakan penampilan ala kadarnya?


Posted by :
Sickman

"aku tak sebaik yang kau kira..."
"dan aku juga tak seburuk yang kau sangka..."

Kamis, 08 Oktober 2009

ANTARA BERPIKIR DAN BERTINDAK

Definisi BERPIKIR menurut saya adalah melakukan sesuatu secara tidak tampak dan lebih mengacu pada sistem kerja otak. Sedangkan definisi BERTINDAK menurut saya adalah melakukan suatu hal secara fisik, nyata dan tampak. Sedangkan
Sekarang pertanyaan yang akan saya ajukan. Apakah kalian termasuk TIPE orang yang senang BERPIKIR atau BERTINDAK? Kalian adalah orang yang PINTAR dan CERDAS karena kalian mampu melakukan browsing atau mengoperasikan facebook sehingga dapat membaca postingan saya ini, jadi kalian pasti mampu menangkap pertanyaan saya.



Dari yang saya amati dari keadaan di sekitar saya, kebanyakan hanya ada dua opsi, yaitu orang yang memiliki Kriteria PEMIKIR dan Kriteria PENINDAK. Hanya sebagian orang saja yang mampu menggabungkan dua hal tersebut. Berpikir atau merencanakan sesuatu hal memang baik, namun jika tanpa adanya suatu perbuatan riil dari hasil pemikiran tersebut maka semua akan SIA-SIA atau NOL. Kita hanya akan terjebak dan terus terjebak dalam pemikiran logika kita sendiri tanpa adanya sebuah realisasi. Begitu juga sebaliknya, jika hanya bertindak tanpa didasari adanya pemikiran saja, maka saya katakan sebagai orang yang BODOH. Tidak ada logika dan tak ada naluri yang mendasari.
Sebagai contoh, ada orang yang merencanakan untuk mendirikan usaha restoran. Dengan mantapnya dia berpikir untuk memilih tempat yang strategis, menyiapkan menu yang kreatif dan inovatif dll. Namun kebanyakan, SEBELUM apa yang dipikirkan itu TERWUJUD, muncul pikiran-pikiran lain yang MENGACAUKAN pendapat diri kita sendiri. Contohnya, jika nanti ternyata restoran tersebut tidak laku, atau mungkin laku tapi akhirnya muncul saingan-saingan lain dan pikiran-pikaran negative lainnya yang terus bertambah di otak kita. Dua kata untuk orang itu, “GAME OVER”! Sebelum restoran dibuka, orang tersebut malah menjadi stress dan tertekan akibat pikiran-pikiran yang mengacau di list otak perencanaannya. Semua hanya ada di kepala dan tidak akan menjadi nyata.
Lalu untuk spesialis yang HANYA BERTINDAK, menurut saya mereka akan menjadi PENYESAL yang abadi di bumi ini dan saya pernah merasakan hal itu. Saya berikan contoh dari diri saya sendiri, tidak perlu mengambil dari orang lain. Ketika saya marah atau otak saya “bleng”, maka akal sehat dan pikiran saya menjadi kacau. Alhasil, saya melakukan tindakan bodoh yang sangat disayangkan. Saya telah membanting dan menghancurkan handphone 3 buah, 1 buah dispenser, 2 buah computer dan masih banyak lagi. Lalu apa yan terjadi setelah kejadian itu? Saya merasa sangat menyesal karena perbuatan bodoh yang sesaat itu, semuanya menjadi hilang dan tidak berguna. Kemudian berpikir, seandainya barang-barang itu dikalkulasikan dalam uang, maka saya akan mendapatkan banyak uang dari benda yang telah hilang itu.
Dua hal tersebut adalah salah satu contoh terdekat yang dapat saya berikan dan masih banyak lagi yang ada.
Pelajaran yang saya dapatkan, jadilah seorang pemikir dan perencana yang baik serta sebagai seorang penindak yang ulung. Segala resiko yang ada dari semua, kita pikirkan jalan keluar setelah semua menjadi nyata karena hidup itu pasti ada akibat yang tidak mampu kita sangkal.
JUST DO IT. NO MATTER WHAT IS THE RISK…


Posted by :
Sickman

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku juga tak seburuk yang kau sangka…”

Senin, 05 Oktober 2009

Sebagian Dari Tanda Kekuasaan-Nya

Seperti apa yang selalu saya katakan dan do’akan.
“ Kehendak-Mu adalah kehendakku dan kehendakku adalah kehendak-Mu. Sebenar-benar dan sesungguh-sungguhnya, Kaulah yang menguasai takdirku. Dan biarkanlah kehendak-Mu menjadi kehendakku atas apa yang terjadi padaku agar aku tak merasa berat hati. Sesungguhnya, akulah sang peminta dan Engkaulah Sang Pemberi”.
Gempa bumi yang melanda Kota Tasikmalaya terjadi pada pukul 15.04 WIB benar-benar menjadi cobaan bagi suadara kita yang jauh di sana. Telah tersirat dari kejadian tersebut atas firman-firman dan keagungan Alloh SWT. Lihatlah pada waktu terjadinya gempa bumi tersebut, merupakan pesan yang disampaikan bagi umat-umatNya. 15, menunjukan surat ke-15 dari Al-Qur’an yaitu Surat Al Hijr. Sedangkan 04 menunjukan ayat ke-4 dari surat tersebut yang berbunyi :
Wamaa ahlaknaa minqoryatin illaa walahaa kitabumma’luum {Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan}.
Lalu untuk gempa bumi yang terjadi di Kota Padang, yang terjadi dua kali yaitu pada pukul 17.16 dan 17.18 WIB juga tersirat pesan dari kitab Alloh yang teramat sangat menunjukan kebesaran-Nya. 17 menunjukan surat ke-17 dalam Al-Qur’an yaitu Surat Al Israa’. Dan 16 dan 18 menunjukan ayat yang terdapat dalam surat tersebut yang berbunyi :
Al Israa’:16
Wa idzaa arodnaa annuhlika quryatan aamarnaa mutrofiihaa fafasaquufiiha fakhaqqo’alaihaalqoulu wadammarnaaha tadmiir {Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Alloh) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya}.

Al Israa’: 18
Mankaana yuriidul’ajilata’ajalnaalahufiiha maanatsauu limannuriiduu tsumma ja’alnaa lahuu jahannama yaslaahaa madzmuumaammadkhuur {Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir}.

Lalu untuk gempa yang terdapat di Jambi terjadi pada puku 08.52 WIB. Kita kembali telaah dari waktu yang ada. Kita lihat lihat surat ke-8, yaitu Surat An Anfaal. Kemudian kita baca dan resapi makna ayat ke-52 dari surat tersebut yang berbunyi :
Kadaabi alii fir’auna walladziina minqoblihim kafaruu biaayaatillahi fa akhodzahumullahuu bidzunuubihim innallahaa qowiyyun tsadidul’iqoob {(keadaan mereka) serupa dengan keadaan fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Alloh, maka Alloh menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Alloh Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya}.

Semuanya telah tertulis indah di dalam kitab nan suci, Al-Qur’an. Namun tak banyak orang yang mampu membaca dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Jikalau azab dan murka-Nya telah turun dan meluluhlantahkan muka bumi, barulah orang-orang beramai-ramai memuji dan menyebut nama-Nya. Merasa hina dan tak berarti apa-apa dihadapan-Nya.
Semoga ketabahan selalu menyertai jiwa-jiwa dan hati para saudaraku yang tengah mengalami bencana. Sesungguhnya Alloh Maha Penyayang, agar kita mampu memaknai cobaan tersebut dengan hati yang lapang.

“aku tak sebaik yang kau kira…”
“namun aku juga tak seburuk yang kau sangka…”

Minggu, 19 Juli 2009

Kebo Bandel Bicara Arti Sahabat

Judul tu aku ambil dari apa yang emang terjadi & aku temuin. Aku baru nyadar kalo selama ne aku tu bukan apa2. Banyak orang bilang,sahabat adalah segalanya. Tapi kenyataannya? Cuma bulshit doank yang keluar dari mulut mereka. Pas lagi seneng,mereka lupa. Pas lagi susah,mereka inget. Ga tao kemana mereka waktu ge terbang. Tapi begitu jatuh,langsung mengiba,kaya anak kecil yang nangis gara2 ga dikasi permen.
Apa yang aku bilang tu realita & banyak kejadian gitu. Aku berani bilang coz dapet pengalman tentang mua tu. Sebelumnya,aku ga mo munafik,kalo aku lom bisa jadi bestfriend buat mua temen2 aku. Tapi paling ga,aku uda bisa mulai dari yang terdekat dulu. Kaya yang sering aku bilang. Muanya tu pasti dari yang kecil & sedikit dulu,ga mungkin bisa langsung gede & banyak. Butuh proses tentunya. Gimana saling bantu waktu ge susah & sama2 bagi2 happy pas ge diatas. Nyoba ngehibur dengan banyolan2 konyol yang ngejek,tapi justru bikin ketawa. Bukan dengan kata2 yang sok lembut,sok perhatian,tapi ternyata ga tulus. Buat aku,perhatian & pujian yang tulus tu tersirat. Ga mo ngasih liat walopun tu inti dari semuanya.
Dan sekarang,aku bener2 seneng & ngrasa punya arti setelah aku tao pa tu temen. Temen yang bener2 temen. Ga cuma dimulut duank! Bangga punya temen2 yang kelakuannya konyol & serasa otaknya pada miring,tapi mereka uda anggap kaya sodara. Serasa tingkah lakunya nol,tapi punya friendship yang gede. Aku pengen nulis tentang kaya pa yang uda aku alamin. Giman lo aku ge susah ya dibantuin mpe temen juga ikut ngrasain susahnya. Gimana waktu ge seneng,temen juga dapet senengnya aku. Gitu juga sebaliknya. Tapi yang pasti tu dilakuin pake cara kita,cara aku & temen2 aku. Cara dari sekumpulan orang yang bodong,gelo,oneng(kata dulur2) n sardot(kata bebek). Tapi kayanya ga bisa. Ga bisa kasi tao nama atow bahkan inisialnya. Yang pasti cuma aku yang tao siapa mereka.
Buat dulur2 aku,thanx so much. I know the meaning of friendship coz of you all. You don't let me alone when I'm falling & not stay away when you're flying.

Kebo Bandel Bilang Untittled

Tuhan selalu menciptakan sesuatu dengan sebuah alasan. Apapun ntu,pasti ada. Tu yang aku yakini. Cuma kita sebagai manusia ga pernah tau dan ga mo tau tentang sesuatu yang tersirat ntu.
Kalian tao kenapa Tuhan menciptakan celah diantara jari kita? Tentunya alasan yang kita liat,biar kita lebih gampang buat ngelakuin sesuatu. Bayangin aja lo jari2 kita jadi satu? Kita ga bisa nulis,ngendarain mobil atow motor dengan mudah,maen PS dan yang paling simple,kita ga bisa ngikat tali sepatu kita sendiri. Tapi ada yang tersirat dari muanya ntu.
Tiap celah yang ada diantara jari kita tu merupakan tanda kalo kita ga sendiri. Kalo suatu saat nanti,akan ada seseorang atow orang yang bakal nempatin atow mengisi tiap celah yang ada diantara jari kita. Memegang dengan lembut namun erat,dengan penuh kasih & sayang. Kapanpun tu,walaupun kita lagi jatuh. Ga megang dengan kasar yang tentunya bisa nyakitin. Dan tu yang selalu juga aku yakinin kalo celah dijari adalah buat orang yang aku sayangin.
Kasih sayang berlebihan adalah siksaan dari sebuah pengekangan. Sedangkan kasih sayang yang berkekurangan adalah sebuah ketidakpedulian. Disini yang aku bilang bukan kasih sayang sepanjang masa,tapi kasih sayang yang over. Dari keduanya aku anggep beda.
Tapi yang sering aku denger,banyak orang yang bilang kalo mereka tu sendiri didunia ne. Bilang kalo mereka ga pernah dapetin kasih sayang & cuma selalu sedih & sakit hati. Satu kalimat buat mereka yang bilang gito,"naas banget nasib kalian yang selalu ngerasa gito". Mungkin aja tu terjadi coz mereka ngerasa dirinya paling bener,atow paling hina? Dan mpe sekarang aku ga tao jawaban dari pertanyaan tu. Padahal,da sebuah jalan & makna dari tiap genggaman tangan mereka. Muanya ntu ada didalam hati kalian,ga mungkin bakal jatuh dari langit. Dan pesen aku,ciptain kasih sayang & kalian aku pastiin dapet buah dari muanya tu..

Te amo bebek..

Kebo Bandel Bicara Tentang Rasa Menghargai

Sebenernya aku ga mo buat posting tentang kisah ne. Tapi kenyataannya,sekarang masih banyak orang yang kepalang egois & susah buat ngehargain orang lain.
Kisah ne nyata..
Waktu tu ada 2 waria yang lagi ngamen. Waktu lagi ngamen diwarung,ada bapak2 yang kebetulan lagi nongkrong diwarung ntu. Pas banci tu ge ngamen,bapak2 tu dengan enaknya ngasih kata2 hinaan & pedas ke banci2 tu. Bahkan mereka bawa2 agama waktu lagi ngehina. Yang katanya nentang takdir lah,bakal masuk neraka lah dkk. Tapi dengan enaknya banci2 tu tetep nyanyi & ga peduli ma kata2 orang tadi. Waktu kejadian tu,da anak muda yang juga lagi istirahat diwarung ntu. Coz ga tahan ma perkataan bapak2 ntu,akhirnya anak tu ngeluarin perkataan kaya gene ke bapak2 ntu "anda mungkin boleh menghina & merendahkan banci tu,walaupun banci2 tu tetep diem. Tapi anda perlu tao,anda belum tentu lebih mulia & baik dari mereka. Anda belum tentu punya nilai lebih daripada mereka. Bahkan,banci2 tu mungkin lebih mulia dari anda. Seburuk apapun jalan hidup mereka,anda ga bisa ngrendahin mereka. Sudah cukup mereka tersiksa ma gejolak jiwa mereka & kita ga perlu nambahin kepedihan mereka. Keadaanlah yang bikin mereka jadi gitu! Sekarang aku mo tanya ke anda semua. Pernahkah anda terbayang,anda memiliki keinginan buat jadi banci,pencuri,perampok? Tentu ga kan? Anda pasti pengen keadaan yang lebih baik kan? Hal yang samapun dirasain ma orang yang tadi anda hina! Jadi saya minta,cobalah buat sedikit ngehargain orang lain,siapapun,kapanpun & dimanapun ntu. Walaupun keadaanlah yang kudu maksa mereka buat ngelakuin mua ntu."
Tu da dikit dari cerita aku. Banyak orang yang pengen dihargai,tapi mereka ga bisa timbal balik dengan orang lain. Bahkan dengan orang yang deket sekalipun kaya temen,sodara & keluarga ndiri. Merekalah sisi berharga dari kita coz dengan adanya mereka,kita jadi makhluk yang berharga. So,cobalah buat sedikit ngehargain orang lain..
Oke,I thinx that's enough..
Cie yah!
Bebek,I want 2 help you so much..
So,I made it..
Te amo bebek..

Kebo Bandel Bicara Tentang Sebuah Keputusan

Sebenarnya bingung mau ngasih judul apa. Tapi yang jelas isinya ya ada hubungannya dengan sebuah keputusan.
Beberapa hari yang lalu, aku sempet ngalamin konflik, bukan sama orang lain, tapi diri sendiri. Karena sebuah pertanyaan dari sesuatu yang mau dilakukan. Ya, aku harus milih. Diantara tanggung jawab dan janji, aku harus duluin yang mana. Bener-bener bikin bingung, karena tu semua ada hubungannya dengan orang lain tentunya. Menurut aku, tanggung jawab tu penting. Tapi menurut aku juga, janji merupakan bagian dari tanggung jawab. Tanggung jawab buat nepatinnya. Ngrenung dan mikir. Kenapa aku harus ngelakuin tanggung jawab dan janji itu. Terus diantara keduanya, mana yang terbaik buat diri aku dan orang lain. Dan akhirnya, aku harus milih, kalau aku harus ngelakuin tanggung jawab aku dan menunda sementara janji aku. Bukan mengingkari, tapi menunda. Tapi kenyataanya, sulit buat ngasih penjelasan antara menunda dan mengingkari. Tapi apa mau dikata. Aku harus ngambil dan nentuin sebuah keputusan yang aku anggap tu terbaik buat aku dan orang lain. Meskipun selalu ada halangan dan kesulitan, buat aku tu it's oke aja. Setiap keputusan, selalu ada resiko. Dan aku juga harus nerima akibat dari keputusan tu sendiri, baik tu positif atau negatif. Tu yang selalu aku pegang. Dan seandainya aku ngambil keputusan yang salah, paling ga tu lebih baik daripada ga ngambil sebuah keputusan sama sekali. Dengan sebuah keputusan yang salah, aku jadi tau dan belajar buat ngambil keputusan yang benar.
Dan buat yang kesekian kalinya, ne menjadi salah pelajaran hidup buat aku. Paling ga, mental aku sedikit belajar biar lebih fight dengan kenyataan yang ada. Harus aku bilang lagi, orang hidup 80% menggunakan kemampuan mental mereka, sedangkan sisanya tu kemampuan intelegensi dll. Jadi, biar aku bisa bertahan hidup, aku harus selalu bisa kuat dan berusaha waktu mental aku lagi digenjot habis-habisan. So pesan aku, jangan pernah takut buat ngambil keputusan. Cuma kalian yang tau apa yang terbaik buat diri kalian sendiri. Oke? Good luck!

Kebo Bandel Bicara Tentang Phobia

Phobia, tu mungkin kata yang sering orang bilang atau denger. Phobia tu kalau menurut aku artinya takut lah. Nah kali ini aku harus bilang dan ngaku kalau aku tu paling takut sama yang namanya jarum suntik. Bahkan hal ini aku dapetin dari kecil dan banyak kejadian yang ga bakal aku lupain gara-gara yang namanya jarum suntik.
Dulu waktu masih kecil,pantat aku pernah bengkokin jarum suntik sampai 2 kali. Gimana ga hebat tu pantat aku? Pokoknya ga kalah sama badannya Ade Rai! Hal tu bisa sampai terjadi karena aku berontak waktu lagi disuntik sama dokter langganan aku (secara waktu kecil aku sering sakit-sakitan). Dan anehnya,dokter tu juga ikutan phobia buat nyuntik aku dan setelah tu,ga pernah mo nyuntik aku lagi (sukurin tu dokter,biar tau rasa).
Teruz ada juga,waktu SMA. Gara-gara jarum,aku nantang duel padhe aku. Aku bilang,mending aku berantem aja sama padhe daripada aku kudu berhadapan sama jarum suntik. Tapi ternyata padhe aku punya trik. Nah no,ini bukan trik sulap kale? Dia mo ngasih aku duit,asal aku mau disuntik. Weitz,baru pernah ada kan pasien yang dibayar sama dokternya? Tapi aku juga ga kalah trik. Aku minta dulu duitnya,baru mau disuntik. Nah begitu dapet duitnya,langsung aja,cabut,lari sekenceng-kencengnya keluar dari rumah! Sambil jinjing-jinjing celana dan pantat aku masih keliatan. Yah,lumayan. Ga jadi disuntik,dapet duit pula,walaupun kudu pamerin pantat aku yang sexy banget. Dan sampai sekarangpun,aku masih ilfil sama yang namanya injection! Bahkan tadi,waktu lagi jenguk temen,aku kudu kabur gara-gara liat jarum suntik! So buat yang punya phobia sama kaya aku, satu saran aku kalau mau berobat ke dokter. Bawa sarung tinju! Kali aja mo disuntik,ajak aja tu dokter duel. Pasti,bakalan selamat tu pantat kalian.
Oke? Mari kita teriakan,SEMANGAT! Hapuskan segala bentuk intimidasi terhadap pantat kita! Berjuang!

Sabtu, 20 Juni 2009

Kebo Bandel Bicara Tentang Fatimatuz Zahra

Kemarin-kemarin bebek tanya tentang Fatimatuz Zahra. Tapi berhubung waktu itu aku lagi masang stiker duck dihelmnya,ya jelas ga bisa konsen buat cerita.Jadi aku bikin aja dinotes. Jadi bisa dibaca sama orang lain juga.

Bernama Siti Fatimah atau Fatimah Az Zahra atau Fatimatuz Zahra yang artinya bunga yang mekar semerbak. Beliau adalah putri kesayangan Nabi.Sebagai cahaya ketika Nabi ditinggal oleh istri tercintanya.Beliau adalah wanita yang berakhlak mulia,pandai bersyukur,memiliki ibadah yang baik,santun,rendah hati,berjiwa besar,pemaaf serta menjaga dalam ucapannya agar tidak menyakiti orang lain.Beliau adalah bunga semerbak,yang menyebarkan kebaikan dan kemuliaan bagi orang yang lain. Yang menyebarkan kedamaian dan kebahagiaan bagi orang lain. Rasa tulus dan cinta kasihnya bagi orang yang lain.

Beliaulah buah cinta dari Sang Nabi. Ketika ayahnya turun dari medan perang,beliaulah yang membersihkan darah dari luka ayahnya. Ketika kaum kafir menghujani ayahnya dengan kotoran binatang,beliaulah yang membersihkan tubuh sang ayah. Membasuhnya dengan penuh kasih sayang.
Beliau adalah seorang wanita yang sabar dan mudah memberi. Pada suatu ketika,beliau melaksanakan ibadah puasa. Tiba saatnya berbuka,tiba-tiba datang seorang peminta yang kelaparan. Maka dengan mudah dan ikhlasnya beliau memberikan makanan itu kepada peminta dan menggantinya dengan air putih. Dan dihari berikutnya, hal samapun terjadi hingga hari berikutnya. Selama 3 hari beliau berpuasa,tak sedikitpun makanan yang masuk dalam tubuh beliau. Hingga pada saatnya,tubuh beliau menjadi lemah dan tak berdaya. Mendengar hal itu,Nabi menjadi sangat bersedih dan segera membawakan sepotong roti bagi putri tercintanya.
Itu merupakan contoh bagaimana beliau bersabar,ikhlas dan tegar dalam setiap kehidupannya.

Gimana? Bebek uda rada jelas kan?
Buat reader,mungkin bisa ngasih sedikit informasi.

"Ketika aku melihatnya,maka aku yakin,itulah setitik cahayanya"

Kebo Bandel Bicara Tentang Rasa Takut

Kali ini aku lagi ga cerita tentang setan,hantu atau hal-hal nyeremin lainnya. Aku tau dan percaya mereka ada,tapi bukan itu yang aku takutin. Aku serius dan lagi ga bercanda. Kali ini sebuah perenungan. Jangan pikir orang seperti aku ga bisa buat merenung. Ya,aku pengen cerita bagaimama rasa takut itu punya arti lebih buat aku. Ketika aku takut,ketika itu juga aku menemukan sisi baik dari diri aku.
Ketika aku takut dengan Tuhan,maka aku ingin menjadi lebih dekat denganNya.
Ketika aku takut kehilangan nyawa, maka aku menjadi lebih perhatian,sayang dan berusaha agar waktu aku ga sia-sia.
Ketika aku takut jauh dari orang tua aku,maka aku menjadi lebih belajar untuk lebih menghormati mereka.

Ketika aku takut akan dosa,maka aku menjadi lebih berusaha untuk menebus dosa-dosa aku.
Ketika aku takut menjadi orang bodoh,maka aku menjadi lebih giat mencari bekal ilmu.
Ketika aku takut berbohong,maka aku akan berusaha untuk lebih jujur.
Ketika aku takut akan kegelapan,maka aku menjadi lebih belajar menghargai sebuah cahaya.
Ketika aku takut sedih,maka aku menjadi lebih berusaha untuk menciptakan kebahagiaan disekeliling aku.
Ketika aku takut dikhianati,maka aku menjadi lebih setia dan percaya terhadap sesuatu dan siapapun itu.
Ketika aku takut disakiti,maka aku akan menjadi lebih belajar untuk tidak menyakiti.
Ketika aku takut tidak termaafkan,maka aku menjadi lebih belajar untuk mudah memaafkan.
Ketika aku takut bersalah,maka aku menjadi lebih berusaha untuk berbuat benar.
Dan sekarang,aku benar-benar takut kehilangan secercah Fatimatuz Zahra itu,maka aku menjadi lebih berusaha dan belajar untuk menjaga dan mengerti akan dirinya. Agar aku lebih dekat dengannya. Agar aku lebih perhatian dan menyayanginya. Agar aku lebih menghormatinya. Agar aku berlaku jujur dengannya. Agar aku tak menghadirkan kegelapan baginya. Agar aku dapat membahagiakannya. Agar aku tak mengkhianatinya. Agar aku tak menyakitinya. Agar aku mudah untuk memaafkannya dan agar aku selalu dapat berbuat benar kepadanya.


Inspirated by Bebek Bandel

Tidur Membawa Berkah

Ini bukan tentang cerita atau sinetron yang judulnya Doa Membawa Berkah, yang kalau ga salah pemainnya Anjasmara, bener? Kalau salah, berarti adiknya yang maen lah, Anjasnesu. Ya, buat aku, tidur itu berkah. Banyak manfaatnya yang pasti, apalagi buat anak kost seperti aku.

Pertama, lebih ngirit uang makan. Ya iyalah, kebanyakan tidur itu jadi lupa waktu dan makan. Kedua, cara cepat gemukin badan dengan biaya seefektif mungkin dan dalam waktu yang seefisien mungkin. Ga perlu minum susu wheight again yang mahal, ga enak karena mirip bekatul (bekatul tu makanan ayam atau bebek. Wah, ternyata bebek ga cuma suka makan burger, lumpia boom, donat panggang alias burnet donut kalau ga salah tu namanya atau molen doank ya? Pantesan aja bebek gemuk), isinya banyak dan harus habis dalam waktu 2 minggu. Ketiga, so pasti bikin ortu bahagia. Waktu aku pulang, pasti mamie aku seneng banget waktu liat badan aku melar kaya bakpao. Ya, walaupun ga tau kalau aku tu kena busung tidur (ga cuma ada busung lapar, busung tidur juga ada. Bedanya, kalau busung lapar kan badan keliatam gemuk gara-gara keseringan lapar. Kalau busung tidur tu, badan keliatan gemuk gara-gara keseringan tidur). Keempat, alasan paling tepat buat nolak temen yang ngajak maen. Jelas, dengan alasan kita lagi tidur, kita bisa bilang kalau tadi ga tau ada sms atau telfon yang masuk dari temen. Atau juga kita bisa bilang kalau tadi ga tau ada temen yang datang ke rumah atau kost sebab kita lagi tidur. Kelima, bensin jadi irit. Itu rumus pasti dari aku. Semakin banyak input tidur aku, semakin sedikit output buat beli bensin. Sepertinya itu hal sepele, tapi gede buat aku. Apalagi aku hidup di kota Adiningrat. Tau ga kota Adiningrat tu dimana? Jogja tau! Keenam, kalian pikir sendiri lah. Itung-itung buat PR.
Nah, inti dari berkah tidur tadi, menurut aku cuma ada 1. TIDUR ITU NGIRIT ALIAS BIKIN HEMAT. Sedangkan ada pepatah juga bilang, hemat pangkal kaya. So, kalau kalian pengin jadi orang kaya, 1 pesan aku. TINGKATKAN KUANTITAS TIDUR KALIAN.
Selamat mencoba..

Sejarah Kebo Bandel

Kemarin ada yang tanya, kenapa aku dapat julukan kebo, kebo bandel lengkapnya. Aku ga tau kenapa dapat panggilan gitu. Yang jelas, tu nama animal aku mungkin. Tapi yang lebih jelas lagi, aku lagi ga niru Raditya Dika, si kambing jantan, karena aku dapat panggilan gitu sebelum aku tau tentang cerita si kambing jantan. Dan aku juga kebetulan mempunyai kesamaan dengan si Dika itu, melihara blog, nulis notes kaya gini difacebook sama bikin puisi buat temen untuk diberikan ke cewenya atau gebetannya. Temen-temen aku emang pada ga modal.

Tapi alasan yang masuk akal aku dipanggil kebo, karena aku keseringan bangun siang, maybe. Dan juga ditambah dengan ke-onengan sekaligus hal-hal konyol tentang aku dan yang aku alami. Misal, dalam sehari, aku bisa lupa naruh kunci motor sampai 5 kali. Padahal, tu kunci nempel dibadan aku. Ada lagi, waktu pulang dari pantai, aku cuma pakai celana boxer, warna pink lagi. Terus, tiap kali ketemu cewe yang pake celana pendek model anak TK, aku pamerin pahaku sambil bilang "hallo..sekarang lebih sexy siapa coba? Paha aku lebih putih dan mulus kan?" dan cewe itupun langsung ketawa sambil nutupin pahanya. Terus ada juga, waktu lagi nongkrong sama temen, ada banci lewat, 4 orang. Muka mereka emang keibuan, tapi dilihat kebawah, bener-bener kesebelasan. Banci-banci itu ngamen, dan kebetulan banget berhenti dan ngamen ditempat aku nongkrong. Berhubung aku pernah dapat trauma dengan banci, aku nyingkir dan nitip duit ke temen buat tu banci. Dan akhirnya, temen aku ngrasain apa yang aku rasain. Tu banci-banci ngerumunin temen aku sambil pegang-pegang "puber"nya temen aku. Dan anehnya, temen aku bukannya lari, tapi malah ketawa sendiri kegelian. Dan masih banyak hal konyol yang tiap hari terjadi sama aku dan temen aku.
Ya, walaupun aku dapat panggilan gitu, tapi aku seneng. Paling ga, tu nama aku dapatin dari bebek, orang yang selalu bikin aku ketawa dengan banyolan-banyolannya dan bikin aku selalu merasa nyaman.
Sekarang, tau kan kenapa aku dipanggil kebo bandel?

Senin, 04 Mei 2009

About The Meaning of My Life

What I think and I fell about life dedicated to my brother who full of sincerity and to d’duck who full of tenderness…

Aku adalah aku. Aku tak sebaik yang kalian kira, namun aku juga tak seburuk yang kalian sangka. Aku adalah aku. Aku ingin menjadi melebur menjadi kejujuran namun aku juga melebur menjadi kemunafikan. Pada suatu ketika yang telah lama selalu ingin aku ketahui. Aku bertanya kepada diriku, kepada naluri-naluri yang menemani logikaku. Jika aku hidup saat ini, apa yang aku inginkan saat ini? Akupun menjawab. Ketika aku hidup saat ini, hidup dalam keadaan seperti ini, hidup dalam kenyataan seperti ini, hidup dalam kehidupan seperti ini, akupun berkata. Ketika aku hidup dalam padang pasir yang gersang, disirami oleh sengatnya matahari dan dikelilingi oleh binatang-binatang buas yang hendak menerkam dan menyengserakan aku, aku selalu berkeinginan, berkehendak, berharap dan berusaha. Aku ingin hidup memiliki sebuah rumah kecil, sederhana dengan tiang yang begitu kokoh. Yang di dalamnya terdapat sebuah mata air yang mengalir. Yang di dalamnya terdapat sebuah permata, yang berkilau bak sebuah kebaikan yang terlihat dari langit ke tujuh. Hanya itu yang aku inginkan, hanya itu kehendak dalam diriku.

Suatu ketika, dirikupun kembali bertanya. Mengapa dan apa alasan kau memberikan jawaban seperti itu? Dan apa makna dari setiap kata yang kau ucap?

Dan akupun kembali menjawab. Kau ingin tahu makna dari perkataanku? Padang pasir yang gersang adalah dunia yang aku pijak saat ini. Gersang, sulit bagi sebuah kebaikan untuk tumbuh dan menyemai. Sulit bagi kejujuran untuk berkata. Dunia yang aku pijak saat ini adalah dunia yang penuh sengat dari orang-orang yang menghamba kepada dunia. Mereka tak peduli, mereka tak melihat dan enggan untuk mendengar. Yang mereka tahu hanya ambisi. Ambisi yang menghancurkan segala sesuatu di sekelilingnya. Dan binatang buas itu adalah orang-orang yang picik dan tak mampu mengakui kemunafikan mereka. Mereka lebih berbahaya dari semua binatang pemangsa yang ada di muka bumi ini. Pikiran mereka, naluri mereka busuk, melebihi busuknya bangkai binatang yang telah mati. Mereka dapat menerkamku sewaktu-waktu ketika aku lengah dan menjadikan aku mangsa dari rendahnya pikiran mereka.

Untuk itu aku ingin berlindung dari semua dalam sebuah rumah dengan tiang kokoh menyangganya. Rumah itu adalah agamaku. Tiang itu adalah imanku. Rumah itu akan roboh jika tak memiliki tiang yang teguh berdiri. Agamaku, payung dalam kehidupanku tak akan mampu melindungiku jika imanku tak dapat berdiri tegak yang dihempas badai kehidupan. Sedangkan mata air itu adalah pelepas dahaga akan imanku. Titis kasih dari orang-orang yang mengasihiku. Ketulusan dari orang-orang yang membuka mata akan keadaan. Penyejukku adalah goresan tangan dari langit, yang menyatu dan memberi arah dalam kehidupanku. Tersirat, tanpa dijelaskan keseluruhan karena hanya bagi mereka yang bersuci dengan hati dan naluri mereka.

Dan permata bak berlian dari langit ke tujuh adalah seorang hawa yang menemaniku. Tak ternilai dan tak terhitung. Lautan yang menjelma menjadi emas dan titik hujan yang menjadi intanpun tak mampu menilainya. Aku ingin menyentuh permata itu dengan lembut, tidak dengan kasar agar tak tergores dan menimbulkan bekas yang merusak keindahannya. Seorang hawa yang mampu mengingatkanku dan mampu aku ingatkan. Seorang hawa yang mampu membuat rumahku menjadi lebih indah dan menjadi lebih sejuk. Jikalau aku menghardik dan membentaknya , bukan berarti aku ingin menyakitinya. Membentak dengan nasihat dan menghardik dengan perasaanku karena satu sebab musababnya, aku hanya ingin membuatnya lebih lurus meskipun tak dapat selurus-lurusnya. Itulah keadaan yang selalu ingin aku ciptakan.

Lalu dirikupun berkata. Jika itu kehendak yang kau inginkan, aku akan bersatu denganmu. Mari kita beriring bersama untuk mendapatkan citamu karena kehendakmu adalah kehendakku.

Tulisan ini mungkin tak berarti bagi siapapun, namun berarti bagi diriku. Persembahan bagi orang yang mampu memenuhi pikiranku. Yang membuatku semakin melihat, siapa aku, untuk apa aku disini dan berdiri dan bagaimana aku harus tetap berdiri.

Jackerslover

“ I’m not as good as your thinking “

“ And I’m not as bad as your feeling “

Senin, 23 Maret 2009

My Destiny

Inspirated by someone who teach me about life…


Apakah kalian tahu?
Hanya mencaci dan menghardik-Nya ketika aku sedang terjatuh.
Melupakan dan menduakan-Nya ketika aku sedang terbang tinggi diatas
Makhluk seperti apakah aku ini?
Apakah hanya seperti itu yang aku bisa?
Apakah hanya itu jalan hidupku?

Aku memang daun kering yang berserakan.
Namun aku ingin menyemaikan setiap hidup yang ada.
Aku memang kerikil kecil yang tak berarti.
Tapi inginku menjadi jalan bagi setiap orang.

Aku tak ingin membodohi diriku dengan seribu kemunafikan.
Tapi inginku menyesali seribu kebohongan dari sebuah kebenaran nyata.
Dan ternyata semua itu tak semudah yang ku harap.

Aku memang tak sebaik yang kau kira.
Tapi aku juga tak seburuk yang kalian sangka.
Jika ini memang jalanku.
Biarkanlah aku yang menitinya.
Dan biarkanlah Dia yang memiliki takdirku.
Dan takdir orang yang baik maupun hina.

Apakah Tujuan Utama Kuliah Hanya Untuk Mencari IPK?

OK bro…
See you again…

Yupz! Pertanyaan diatas gue kasih buat loe nyang ngerasa sebagai mahasiswa atau sejenisnya. Tentunya pertanyaan itu juga berlaku buat diri gue sendiri dunk. Loe pernah mikir ga, apa tujuan loe kuliah, sekolah tinggi-tinggi cuma buat dapetin sebuah angka nyang ga lebih dari sebuah angka 4. Apalagi buat loe nyang mesti jauh-jauh keluar kota, pisah dari ortu buat ngelanjutin studi loe.
Sekarang gue kasih kenyataan nyang ada dikampus gue sendiri. Gue ga mo terlalu jauh buat ngeliat dilemma ini. Dan gue juga ga mo munafik kalo awalnya gue juga ngelakuin hal kaya gitu. Sekarang banyak orang kuliah tu bukan buat nyari ilmu, tapi nyari IP atow IPK. Loe ngerasa ga? Bahkan ijazah sarjanapun sekarang bisa dibeli. Loe percaya atow ga, itu kenyataannya. Gue sering tanya ke temen-temen gue, apa sey tujuan loe kuliah. Ternyata jawaban mereka simple dan gampang banget. “Gue pengen dapet IPK bagus.” Terus gue tanya lagi. “Biar IPK loe bagus, apa nyang loe lakuin buat ngedapetin itu?” Mereka jawabnya, “ Ya berangkat kuliah nyang rajin, ngerjain tugas dkk.” OK bro…buat jawaban nyang terakhir mungkin tu wajar. Tu kan kewajiban, gue juga sama, harus ngelakuin hal itu juga. Tapi gue juga mikir. Kalo gue kuliah cuma berangkat, ngerjain tugas dkk, rugi banget donk gue. Waktu gue ga berarti banget. Gue tanya ke loe mua. Apa sebagian besar kegiatan loe sama kaya nyang gue sebutin ne. Bangun pagi loe berangkat kuliah, pulang kuliah loe maen atow molor atow ngerumpi ma temen-temen loe. Ntar kalo loe uda dikos ( buat nyang kos ), loe tinggal ngerumpi ma temen kos loe atow loe ngluyur ga tau kemana atow nongkrong alias mejeng. Malemnya loe molor kalo ga ngeluyur lagi. Kalopun ada tugas, paling-paling loe cuma copy paste tugas punya temen loe. Ya kan? Loe kudu belajar jujur ma diri loe sendiri. Ga usah senyum-senyum… gue udah tau koq jalan pikiran diotak loe mua. Coz jujur aja, gue juga pernah ngalamin sendiri hal-hal kaya gitu.
Sekarang gue mo tanya lagi ma loe. Pernah ga terbesit dipikiran loe kalo kuliah tu bukan cuma kaya nyang gue sebutin diatas tadi? OK gue kasih tau. Menurut gue, sebagian besar ilmu tu malah ada diluar lingkungan kampus. Loe bisa cari dimana aja. Bahkan loe bisa dapetin ilmu nyang ga loe dapetin dikampus loe. Buat step nyang pertama bro, gue kasih tau loe semua. Tanamin dalam diri loe sendiri, baca tu bukan kewajiban, tapi kebutuhan. Ibarat loe makan nasi. Apa loe hidup wajib makan nasi? Ga kan? Tapi loe hidup butuh makan nasi. Nah, tu nyang gue maksud. Gue tekanin lagi, bukan wajib, tapi butuh! Kalo kata mamie gue, belajarlah buat senang membaca. Hehehehe…..
Step kedua. Coba loe belajar dari dunia maya. Lebih spesifik lagi, dari internet. Loe jangan buang waktu loe kalo lagi ngenet cuma buat FSan, FBan, nonton bokep atow chating doank. Banyak hal nyang loe bisa pelajarin dari situ. Loe ngerasa ga, kalo sebagian waktu loe kalo lagi internetan, loe pake buat hal-hal kaya gitu? OK, komunikasi itu penting, but loe kudu bisa lakuin lebih dari itu. Loe bisa browsing atow apalah istilah menurut loe buat nyari hal-hal nyang baru nyang loe ga tau. Gue jamin bro…kalo loe bisa lakuin tu, pengetahuan loe bakal lebih. Gue ibaratin, malahan loe bisa lebih pintar dari dosen loe sendiri.
Mua nyang gue bilang diatas udah gue praktekin sendiri dan hasilnya? Wow…amazing! Sekarang gue ngerasa beda. Gue ngerasa bukan cuma jadi mahasiswa nyang tiap hari kerjaannya berangkat and berangkat kuliah mulu, but gue bisa dapetin sesuatu nyang lebih dari itu. Dan gue yakin, loe bisa dapetin kaya apa nyang gue dapetin kalo loe bisa belajar kaya gitu.


OK bro…
Gue rasa cukup segini aja dulu… gue harap ne bisa sedikit bantu loe biar lebih maju.
See you and thanx for your time to read…






The Jackerslover
Aku tak sebaik yang kau kira…

Senin, 16 Maret 2009

Kaulah Bagian Dari Rusuk-rusukku

Inspirated by my dear loving mom...

Aku ingin menyayangimu dengan hati…


Kau tercipta bukan dari bagian kakiku…
Agar kau tidak selalu direndahkan…
Kau tercipta bukan dari bagian pundakku…
Agar kau tak memikul beban yang berat…
Dan kau juga tercipta bukan dari bagian kepalaku…
Agar kau tak merasa tinggi hati…

Namun kau tercipta dari bagian dadaku…
Bagian dari rusuk-rusukku…
Yang dekat dengan tanganku…
Agar kau selalu dilindungi…
Yang dekat dengan hatiku…
Agar kau selalu mendapatkan kasih dan sayang…

Layaknya engkau yang telah selalu menjaga hatiku…

Aku tak ingin mematahkanmu dengan egoku…
Namun aku hanya ingin lebih mengerti akan kelemahanmu…
Membimbingmu…
Menjagamu…
Dan membuatmu lebih baik dari itu…



Hahahaha……. Buat loe yang baca puisi gue ne jangan GR dulu dunk! Specifically buat loe nyang cewe! [jelas bukan buat cowo lah…emank gue suka jeruk makan jeruk pow? Kalo gue homo juja milih-milih coy!hahaha.... just kidding coy!] Kalo loe terbang & ilang, gue ga tanggung jawab lowh coz udah keGRan??? Hayo.. pasti senyum-senyum ndiri kan? Tenang aja… Gue ga bakal bilang kuq kalo loe gila coz udah senyum-senyum ndiri? Tuh kan… malah senyumnya jadi nyasar kaya Joker. Serem tau ga? Bikin ilfil aja…
Hehehehe..........

OK.
That’s enough!!!
Udah cukup buat becandanya…
Previously, sorry ya kalo gue mesti tulis in English. Biar loe jadi belajar tau Bahasa Inggris, sama kaya gue nyang lagi belajar juja. Biar ga katrok tau ga?

OK guys..
I will give you little explain.

Do you know why women was create from the ribs of man? Why she wasn’t create from fibula, thighbone, back bone or cranium of man?
Before you read under this sentence, please… you must be wistful about my questions and give the answers in your heart?

Yeah.. women is the unique creature because her natural character. Women descending one of part man’s ribs which have hard and curve form. If we impose to be straight, so it will be broken. But if we allow of those, it will be decided in curve condition. The arched ribs reflected character of women. She has egoism and deviate character so high. If we want to impose be straight, it will hurt herself. But if we let it go hang, so there is no change of her character. As man, we have to be patient and wise when we give a guidance and direct her in order that she cans be better. But the matter of fact, there is many mans made a mistake by impose their desire to women and so with me. I also ever made mistake like that in my life certainly. But, it will not be problem for me because for now I could understand about women and what I have to do for her.

OK, I’ll keeping going for the next.
Women was create of ribs which near from hands so that she get protection from us. She needs our strength to wolk on her life because women is weak. Women was create of ribs which near with our heart in order that she gets our affection because naturally, she has mansuetude character. But beside that, women also play role as ribs which always keep parts of the man’s chest organs. They keep and protect a man by tenderness which they have. In others word, there’s interdependence between man and women.

Yeah.. man and women is one of unity. They were create to fitted together. A women was predestinate for one man because she comes from a part of left ribs man. Because that, out for understand everything about women is a must for us to do. So, we can get happiness in our life.

There’s nothing impossible to understand about women. Don’t ever always think about how to understand the women! Just do it! But the most important before do it, please... learning to know about your self and control your emotion.


OK pren.....
Puisi itu gue bikin buat seseorang yang udah bener-bener ngasih sisi positif dalam hidup gue, bisa ngerubah hidup gue dan ngasih gue semangat biar jadi lebih baek lagi. Gue yang dulunya bukan siapa-siapa, sekarang gue ngerasa sedikit lebih berarti. Paling ga buat diri gue sendiri. Gimana hidup tu bukan cuma buat happy-happy duank. Gimana gue harus fight dengan kenyataan nyang ada. Gimana gue bisa belajar about the meaning of life, bahkan dari hal yang sesimple mungkin. Dan salah satu hal nyang sekarang gue pegang. Jangan pernah gue terlalu ngehukum dan nyalahin diri gue sendiri dengan kesalahan nyang udah gue lakuin. Sebelum gue kasihan dengan orang laen, gue harus bisa lebih ngasihani diri gue sendiri. Penyesalan tu bukan buat bikin orang selalu ngerasa bersalah bro,,, but buat jadi jalan biar seseorang tu bisa jadi lebih baek lagi dari itu.

OK, gue mo ngasih loe setitik dari pengalaman gue. Gimana sebuah sampah nyang uda ga berguna, ternyata sangat berarti bagi seorang anak kecil demi ngedapetin cita-citanya. Di pagi buta saat orang-orang masih bermimpi, tepatnya jam4 pagi, gue ng liat dengan mata kepala gue sendiri seorang anak nyang masih duduk dibangku SD mengais tong sampah, ga peduli itu kotor, bau atow apa. Bahkan plastik bekas muntahan orangpun dibuka buat ngliat apa ada sesuatu nyang berharga di dalamnya. Dan waktu gue deketin dan gue tanya, satu jawaban yang bener-bener nusuk hati gue dan bikin hati gue nangis. “saya lebih baik mengais sampah yang kotor,mencium bau busuknya itu daripada saya harus menghamba kepada orang-orang. Sekarang banyak orang yang kaya, punya uang banyak, bisa makan enak. Tapi saya kasihan, mereka miskin akan hati, yang tidak peduli dengan orang seperti saya”. Gila! Seorang anak nyang gue pikir lom dewasa, bisa keluar kata-kata kaya gitu. Gue cuma bisa bengong dan diem waktu itu. Cuma satu nyang ada dipikiran gue waktu itu. Busuk banget gue. Kemana mata gue selama ne? Kenapa baru sekarang ditunjukin ke gue secara langsung? Kenapa ga dari dulu? Ternyata selama ne gue cuma jadi pecundang buat diri gue sendiri. Sejak waktu tu, dia, nyang orang anggap masih anak-anak dan ga tau apa-apa, gue anggap sebagai salah satu guru dalam hidup gue, nyang udah ngasih pelajaran begitu berharga dalam hidup gue.




≈ Jackerslover ≈

Aku tak sebaik yang kau kira....

Kamis, 12 Maret 2009

Premanisme di Kampus UNY

Hay Guys…
Thanx for read my blog…

Sorry kalo gue mesti pake kata-kata gue sendiri.
What’s up?
It’s me… Biar gue lebih gampang buat open semuanya.

Ne buat pembaca semuanya dan buat kalian manusia-manusia yang ada di lingkungan UNY khususnya. Lo semua kudu buka mata lebar-lebar dengan kenyataan yang ada di lingkungan kampus UNY.

Premanisme Yang Hidup di Kampus UNY.
I take it for the tittle.

OK…
Sekarang gue to the point aja…

Ya, itu yang bakal gue bicarain. Gimana tentang bentuk premanisme yang ada di lingkungan kampus UNY yang anehnya ga ada orang yang buka mata atau nyari jalan keluar buat ngatasin semuanya. Seharusnya kampus sebagai tempat buat nyari ilmu itu harus comfortable, mendukung suasana belajar dan terciptanya rasa aman buat manusia-manusia yang menimba ilmu di kampus tersebut. But, apa yang terjadi di lingkungan kampus UNY?

Kali ini bukan tentang cerita film “What Happen in Las Vegas, but What happen in Campus UNY”. In particular, di lingkungan PUSKOM atau LIMUNY (Layanan Internet Mahasiswa UNY).

The first, sekilas ga ada yang janggal di sekitar LIMUNY. Semuanya keliatan fine aja dan normal-normal aja. But, begitu kalian telaah lebih jauh, kalian bakal tau kalo ternyata there’s something wrong about that! Kalian mau tau apa yang salah?

Ya, preman-preman kampung ternyata telah menguasai PUSKOM milik mahasiswa UNY tersebut. Bahkan penjaga yang ada di PUSKOM yang notabene masih mahasiswa UNY bersikap “ I DON’T CARE! FOR MY SAFETY, I CHOOSE BE QUIET!”. Kalian bisa liat di mana orang-orang yang ga punya otak di kepala mereka itu mangkal. Mereka ada di pintu keluar-masuk PUSKOM UNY atau kita boleh spesifik lagi, merekalah yang memegang keamanan di PUSKOM UNY. Mereka merasa, merekalah yang berkuasa di tempat itu dan dengan sesuka otak lutut mereka, mereka melakukan apa yang mereka mau dan mereka anggap benar! Mulai dari ngelakuin pelecehan seksual (kalian pasti tau kriteria pelecehan seksual kaya apa. Kalian bukan baby yang baru belajar berjalan kan?) ma mahasiswi yang akan masuk atau keluar dari PUSKOM. Sampai paling parah penganiayaan yang dialami oleh salah satu mahasiswa UNY dan mahasiswa tersebut adalah gue sendiri. Gue ga bermaksud defensive ma diri gue sendiri karena apa yang udah gue alami. But, paling ga peristiwa yang udah gue alami jangan sampai terulang lagi karena gue bener-bener ga terima! Gimana mereka menganggap gue seperti animal yang disiksa tanpa ampun ma lebih dari 15 preman yang gue anggep sebagai watchdognya PUSKOM. Lebih tepatnya lagi, di depan PUSKOM mereka hajar gue! Ga ada alasan, ga ada basa-basi, dibawah pengaruh miras mereka ngelakuin semua itu. Bahkan gue udah jatuh ga berdayapun, mereka masih menginjak-injak gue! Mereka buang kunci motor gue dan gue ditinggal gitu aja begitu mereka puas main-main ma gue yang mereka pikir gue itu boneka buat mereka. Gue ga kenal siapa mereka dan mereka juga ga kenal siapa gue. Dan parahnya lagi, ga ada satu manusiapun ( gue pake kata manusia karena makhluk-makhluk yang ada di TKP gue anggep bukan manusia yang punya perasaan dan hati) yang nolong gue walaupun situasi waktu itu ibarat seramai konser Slank di Alkid Yogya. Wow…!!! It’s wonderfull!!! Gue Cuma sempet berpikir, apa ini bentuk welcome dari kampus gue sendiri?
Dan setelah gue telisik lebih jauh, ternyata sebelum mereka nyiksa gue bak animal mangsa mereka, mereka ngelakuin pesta miras di parkiran kampus UNY. Hey…!!! It’s cool man!!! That’s very great!!! Ternyata parkiran di kampus UNY Cuma tempat clubbing atau discotik buat mereka yang dirinya paling hebat! Yang terlintas dipikiran gue? Bego banget mereka itu! Nyari duit susah-susah cuma jadi tukang jadi parker, but hasilnya cuma buat happy-happy doank yang imbasnya nyusahin orang lain!!!
Itulah Indonesia… itu yang bikin Negara kita jadi tetap miskin, kere, banyak utang dan banyak bermunculan monyet-monyet kaya mereka. Indonesia ga bakalan maju kalo masih dihuni makhluk seperti mereka! Mereka harus dimusnahkan dan harus dibinasakan!
Sekarang pertanyaannya? Bagaimana mungkin lingkungan pendidikan bisa kebobolan hal-hal kaya gitu? Dimana keamanan dari pihak UNY yang udah dibentuk sebelumnya? Bagaimana mungkin pendidikan di kampus UNY bisa maju kalo ga ada tercipta rasa aman dan nyaman? Bagaimana dengan pejabat-pejabat yang duduk di Rektorat? Apa mereka bener-bener ga tau atau ga mau tau dengan semua hal tersebut? Hey Sir..that a simple matter, but it can be a big problem for our education. Percuma donk teori-teori kalian tentang pendidikan yang baik biar menghasilkan bibit penerus yang baik kalo kalian Cuma duduk manis aja. Doing something donk! Apa kerjaan kalian cuma go study banding ke luar negeri, nyari ilmu sampai keluar negeri sementara kampus kalian terbengkalai?
Bagaimana mungkin pendidikan di Indonesia bisa maju kalo lingkungan pendidikan aja disusupi poisons kaya gitu?
Seharusnya dari pihak UNY bisa lebih meningkatkan keamanan di kampus mereka lah. OK, gue ga bermaksud ngasih punishment buat keamanan UNY atas apa yang udah terjadi dan gue juga ga mau munafik, memang susah buat ngejaga keamanan lingkungan kampus yang cukup besar seperti UNY. But, kalo bisa lingkungan kampus jangan sampai dimasuki oleh pihak luar yang ga berkepentingan. Alangkah baiknya jika keamanan tersebut dipegang sendiri oleh mahasiswa UNY dibawah perlindungan pihak kepolisian biar semuanya ngerasa nyaman dan terkendali, bukan oleh makhluk-makhluk ga berotak dang a waras kaya mereka! Kalo bisa, bikin aja pos keamanan yang bener-bener dijaga oleh polisi dilingkungan kampus. Bukannya tugas mereka itu mengayomi masyarakat keseluruhan? Tapi gue harap polisi yang bener-bener profesionalisme donk… bukan malah mereka join dan terus kerja sama ma preman-preman kampung itu! Sorry pak polisi, gue ga ada niat buat ngejelakin citra kalian semua, but kenyataannya pandangan kalian di mata umum udah negative dan disappointed banget! Tapi gue yakin, ga semua anggota kalian bersikap kaya gitu dan mereka yang bertindak melenceng adalah sebagian dari oknum kalian!

OK…
Thanx so much…
Wait for the next!


The Jackerslover
I LOVE PEACE!!!

Ayat-Ayat Tentang Riba

Assalamu'alaikum.. Alladzina yaa kuluunarribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumulladzii yatakhobbathuhusyayaithoonu minalmassi, dzaal...