Kamis, 17 Desember 2009
OLAHRAGA DAN KEHAMILAN: KOMBINASI YANG COCOK ATAU BERTENTANGAN?
Para peneliti telah memastikan bahwa program olahraga yang teratur bermanfaat bagi kesehatan dan sebagian besar wanita mengikuti program-program olahraga, baik yang nonkompetitif maupun kompetitif. Banyak dari wanita tersebut tidak mau menghentikan program olahraga mereka selama kehamilan.
Pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai olahraga selama kehamilan adalah : Bagaimana olahraga mempengaruhi perkembangan persalinan dan janin yang sedang tumbuh? Bagaimana kehamilan mempengaruhi kapasitas untuk berolahraga.
Salah satu kekhawatiran utama mengenai olahraga selama kehamilan adalah intensitas olahraga dan hipertermia serta redistribusi aliran darah yang ditimbulkannya. Hipertermia tidak jarang terjadi pada olahraga dengan intensitas tinggi dan suhu tubuh sampai 40 derajat celcius pernah dicatat pada pelari jarak jauh. Kehamilan mungkin menambah masalah peningkatan suhu tubuh ini karena perbandingan antara luas permukaan terhadap massa tubuh mengecil akibat adanya janin yang sedang tumbuh. Dengan demikian, panas tubuh mungkin akan menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan. Janin mungkin juga sebagai sumber panas tambahan.
Namun laporan mengisyaratkan bahwa suhu tubuh inti puncak yang dicapai selama olahraga menurun lebih cepat pada kehamilan tahap akhir dibandingkan dengan keadaan tidak hamil. Laporan-laporan ini juga menyatakan bahwa suhu yang dicapai selama olahraga menurun lebih cepat seiring dengan usia kehamilan yang mengisyaratkan bahwa pengeluaran panas tubuh selama kehamilan sebenarnya meningkat.
Selama olahraga, aliran darah diredistribusi ke otot-otot yang aktif dan ke kulit (pendinginan) dengan mengorbankan daerah uterus. Masih belum diketahui apakah aliran darah uterus selama olahraga dipertahankan pada tingkat yang memadai bagi janin. Namun penelitian noninvasif dengan ultrasonografi mendapatkan bahwa aliran darah antarvili pada wanita hamil sehat tidak berkurang selama olahraga sedang.
Beberapa laporan mengisyaratkan bahwa wanita yang melakukan olahraga sedang secara teratur akan memiliki kehamilan yang lebih sehat dibandingkan dengan wanita yang jarang beraktivitas. Tidak ada bukti bahwa olahraga sedang membahayakan janin. Olahraga harus mencakup kelompok otot besar, bersifat aerobik dan tidak memerlukan keseimbangan yang cermat. Berenang dianggap sebagai olahraga yang ideal. Air yang dingin menjaga suhu internal tetap rendah dan daya apung yang ditimbulkan olah air cenderung mengatasi gaya tarik bumi, mencegah cedera sendi. Jenis olahraga ini juga mengurangi kemungkinan uterus yang hamil berada dalam posisi menekan aorta asendens dan menganggu aliran darah ke uterus, seperti yang mungkin terjadi pada olahraga dalam keadaan terlentang atau sepeda stasioner. Olahraga air juga dapat mengurangi pembengkakan di tungkai bawah.
Dianjurkan bahwa olahraga selama kehamilan adalah olahraga sedang (moderate) dengan kecepatan denyut jantung selama olahraga tetap dijaga kurang dari 160 kali permenit. Program olahraga berat yang baru jangan dimulai pada usia kehamilan trimester pertama atau ketiga, tetapi program bertahap dapat dimulai pada trimester kedua.
Program olahraga yang sesuai selama kehamilan dapat memperbaiki kebugaran otot dan aerobik, mempermudah persalinan dan pemulihan dan meningkatkan perasaan sejahhtera secara psikolog. Olahraga umumnya dapat kembali dilakukan sekitar delapan minggu setelah persalinan atau seperti yang dianjurkan dokter.
Pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai olahraga selama kehamilan adalah : Bagaimana olahraga mempengaruhi perkembangan persalinan dan janin yang sedang tumbuh? Bagaimana kehamilan mempengaruhi kapasitas untuk berolahraga.
Salah satu kekhawatiran utama mengenai olahraga selama kehamilan adalah intensitas olahraga dan hipertermia serta redistribusi aliran darah yang ditimbulkannya. Hipertermia tidak jarang terjadi pada olahraga dengan intensitas tinggi dan suhu tubuh sampai 40 derajat celcius pernah dicatat pada pelari jarak jauh. Kehamilan mungkin menambah masalah peningkatan suhu tubuh ini karena perbandingan antara luas permukaan terhadap massa tubuh mengecil akibat adanya janin yang sedang tumbuh. Dengan demikian, panas tubuh mungkin akan menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan. Janin mungkin juga sebagai sumber panas tambahan.
Namun laporan mengisyaratkan bahwa suhu tubuh inti puncak yang dicapai selama olahraga menurun lebih cepat pada kehamilan tahap akhir dibandingkan dengan keadaan tidak hamil. Laporan-laporan ini juga menyatakan bahwa suhu yang dicapai selama olahraga menurun lebih cepat seiring dengan usia kehamilan yang mengisyaratkan bahwa pengeluaran panas tubuh selama kehamilan sebenarnya meningkat.
Selama olahraga, aliran darah diredistribusi ke otot-otot yang aktif dan ke kulit (pendinginan) dengan mengorbankan daerah uterus. Masih belum diketahui apakah aliran darah uterus selama olahraga dipertahankan pada tingkat yang memadai bagi janin. Namun penelitian noninvasif dengan ultrasonografi mendapatkan bahwa aliran darah antarvili pada wanita hamil sehat tidak berkurang selama olahraga sedang.
Beberapa laporan mengisyaratkan bahwa wanita yang melakukan olahraga sedang secara teratur akan memiliki kehamilan yang lebih sehat dibandingkan dengan wanita yang jarang beraktivitas. Tidak ada bukti bahwa olahraga sedang membahayakan janin. Olahraga harus mencakup kelompok otot besar, bersifat aerobik dan tidak memerlukan keseimbangan yang cermat. Berenang dianggap sebagai olahraga yang ideal. Air yang dingin menjaga suhu internal tetap rendah dan daya apung yang ditimbulkan olah air cenderung mengatasi gaya tarik bumi, mencegah cedera sendi. Jenis olahraga ini juga mengurangi kemungkinan uterus yang hamil berada dalam posisi menekan aorta asendens dan menganggu aliran darah ke uterus, seperti yang mungkin terjadi pada olahraga dalam keadaan terlentang atau sepeda stasioner. Olahraga air juga dapat mengurangi pembengkakan di tungkai bawah.
Dianjurkan bahwa olahraga selama kehamilan adalah olahraga sedang (moderate) dengan kecepatan denyut jantung selama olahraga tetap dijaga kurang dari 160 kali permenit. Program olahraga berat yang baru jangan dimulai pada usia kehamilan trimester pertama atau ketiga, tetapi program bertahap dapat dimulai pada trimester kedua.
Program olahraga yang sesuai selama kehamilan dapat memperbaiki kebugaran otot dan aerobik, mempermudah persalinan dan pemulihan dan meningkatkan perasaan sejahhtera secara psikolog. Olahraga umumnya dapat kembali dilakukan sekitar delapan minggu setelah persalinan atau seperti yang dianjurkan dokter.
Jumat, 13 November 2009
Pancasila Menangis
Lama vacuum dari menulis, ternyata banyak sekali hal yang menjadi sorotan dalam kehidupan ini. Untuk kembali mengisi kekosongan tersebut, saya akan memberikan sebuah tulisan yang berkaitan dengan topic yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Berkaitan dengan dengan msalah moral, kemanusiaan, politik dan sebagainya. Berkaitan dengan judul yang saya ambil, itu hanyalah sebuah wujud dari degradasi fungsi ataupun makna dari Pancasila sebagai dasar, ideology ataupun pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila, yang kurang lebih selama 64 tahun menjadi panji-panji kehidupan seluruh rakyat Indonesia ternyata mulai runtuh. Agar apa yang saya ungkapkan lebih jelas dan mudah diterima, maka saya mulai untuk mengupas satu persatu kenyataan pahit yang berkaitan dengan sila-sila Pancasila.
Sila pertama berbunyi, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Hal tersebut menunjukan jika bangsa Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas ketuhanan. Indonesia mengakui adanya Tuhan sebagai sumber dari adanya suatu kehidupan di dunia ini. Dengan diakuinya beberapa kepercayaan sebagai agama nasional, menunjukan betapa bangsa Indonesia begitu menjunjung tinggi nilai agama sebagai salah satu landasan hidup. Selain sebagai wujud pandangan hidup, sila pertama juga menunjukan kebebasan yang diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Tak ada paksaan ataupun intimidasi dalam menganut sebuah kepercayaan.
Fakta yang sekarang terjadi :
Agama seperti sebuah permainan bagi rakyat Indonesia. Sebagai contoh yang sederhana, pasangan yang hendak menikah namun memiliki perbedaan kepercayaan. Salah satu dari pasangan mengalah untuk memeluk agama pasangan yang lainnya agar kemudian prosesi pernikahan dapat berlangsung dan setelah prosesi tersebut selesai, maka semua akan kembali seperti semula. Pancasila memberikan kebebasan untuk memilih, namun bukan lantas menjadi sebuah permainan. Ada contoh lagi yang sering kita dengar. Banyak sekali orang-orang, manusia-manusia menyebut nama Tuhannya ketika ia menyatakan sumpah atau janji. Namun kenyataannya? Nonsense! Nama Tuhan seolah-olah hanya sebagai formalitas untuk sebuah acara atau janji bagi seseorang agar semuanya dapat berjalan dengan lancar (Para pejabat yang melakukan korupsi dan pelanggaran lainnya sebelumnya telah dilantik melalui sumpah yang mengatasnamakan Tuhan sebagai dasarnya. Namun setelah mereka duduk ditempat yang nyaman, maka sumpah itupun hilang tak berbekas. Itulah yang dimaksud hanya sebagai formalitas saja).
Sila kedua berbunyi, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
Menempatkan manusia sesuai hakekatnya sebagai makhluk Tuhan. Seluruh rakyat Indonesia adalah manusia yang memiliki moral, yang memiliki etika, yang memiliki adab dalam segala kehidupannya. Menunjukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dimana setiap rakyat memiliki kedudukan yang sama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak ada satupun rakyat Indonesia yang kebal terhadap hukum. Tidak ada satupun rakyat Indonesia yang dapat berbuat sekehendak dirinya.
Fakta yang sekarang terjadi :
Rakyat Indonesia 80% saya katakan tidak memiliki moral, etika dan adab dalam kehidupannya. Sebagai contoh, para wakil rakyat yang duduk di kursi “terhormat” di DPR berlomba-lomba untuk membuat video porno. Selain itu, publikasi sex bebas seakan menjadi tontonan kartun yang mudah untuk ditonton dan didapatkan. Pada saat sekarang ini, si kaya mampu membeli si miskin dan memperlakukan si miskin layaknya hewan peliharaan yang diperlakukan sekehendak hati sang majikan. Hukum di Indonesiapun pada era sekarang sangatlah buruk. Yang kaya mampu bebas dengan mudahnya walaupun kasus yang dihadapi cukup berat. Sedangkan si miskin terkurung di dalam sel durjana dengan kasus yang tidak seberapa. Si miskin semakin miskin dan si kaya semakin kaya.
Sila ketiga berbunyi, Persatuan Indonesia.
Dua kata yang memiliki makna begitu dalam. Jika bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu. Bangsa yang utuh. Sesuai dengan semboyan kita, Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Meskipun bangsa Indonesia memiliki kemajemukan yang banyak, namun hal tersebut tidaklah meruntuhkan keutuhan jiwa bangsa. Semua saudara, semua satu hati dan semua satu keinginan. Dari ujung barat di kota Sabang hingga ujung timur di kota Merauke, semua bersatu di bawah naungan Pancasila sebagai manusia yang memiliki perasaan senasib dan sepenanggungan.
Fakta yang sekarang terjadi :
Sekarang rasa persaudaraan dan sepenanggungan telah terkikis oleh ego pribadi masing-masing. Ada beberapa daerah yang mencoba melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti Aceh dan Papua. Ada contoh lain, yaitu berbagai konflik yang terjadi akibat perbedaan suku, agama ataupun ras yang terjadi di berbagai pelosok Indonesia. Konflik di Papua adalah salah satu bentuk konflik antar suku. Konflik di Ambon adalah salah satu contoh bentuk konflik agama dan masih banyak lagi konflik-konflik yang didasari sebab di atas. Semua unsur yang menyebabkan adanya perpecahan bukan tidak mungkin akan menjadi penyebab kehancuran bangsa Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Mahapatih Gadjahmada pada masa Kerajaan Majapahit hanyalah akan menjadi kiasan yang tidak pernah dilihat oleh anak cucu kita kelak.
Sila keempat berbunyi, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
UUD 1945 merupakan salah satu dasar atau acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai aturan dan kebijakan yang termuat di dalamnya. Indonesia adalah bangsa yang memiliki budi pekerti dan berakal dalam setiap pemikirannya dimana selalu menghadapkan segala suatu hal melalui sebuah pemikiran yang matang dan permusyawarahan guna menuju hasil yang lebih baik yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat dan orang banyak.
Fakta yang sekarang terjadi :
Pada saat sekarang ini, UUD 1945 tidak lagi menjadi acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak sekali rakyat Indonesia yang bahkan tidak mengetahui isi dari UUD 1945, apalagi untuk mengetahui makna yang terkandung di dalamnya. Semua hanyalah pembodohan yang dilakukan terhadap rakyat kecil oleh sebagian orang yang tidak berbudi pekerti. Jadi jangan salahkan jika terdapat celotehan yang berbunyi, “pantas saja Indonesia miskin, fakir miskin dan anak-anak terlantar saja dipelihara oleh negara”. Mereka bukanlah hewan. Mereka adalah manusia yang memiliki hati nurani yang sama seperti manusia yang lainnya. Kemudian, di dalam gedung DPR, sering kita melihat para wakil rakyat yang terhormat, yang mulia dan pujian-pujian lain bagi mereka, yang hanyalah bentuk kemunafikan berlomba-lomba untuk mengingkari janji-janji mereka. Wakil rakyat seharusnya menjadi penyalur aspirasi rakyat, namun kenyataannya mereka hanyalah mencari keuntungan materi melalui kursi yang mereka duduki. Selain itu, di dalam merundingkan atau melaksanakan rapat-rapat annggota dewan, sering terlihat antar anggota dewan saling beradu mulut bahkan bogem mentahpun melayang dari tangan mereka. Mungkin dapat saya kata, tak ada musyawarah, tangan yang berbicara. Apakah itu yang disebut dengan wakil rakyat? Yang memberikan contoh dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Bagaimana mungkin rakyat dapat hidup damai sejahtera, aman dan tentram jika wakil yang mereka utus sebagai penyalur aspirasi mereka bertindak sedemikian rupa? Sungguh hal yang sangat ironis.
Sila kelima berbunyi, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Setiap unsur kehidupan manusia yang hidup di dalamnya memiliki persamaan hak yang sama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memiliki persamaan hak dalam hukum, pemerintahan, kehidupan yang layak, kekayaan yang terkandung di dalam tanah air kita, rasa aman dan tentram dan lain sebagainya. Pemerataan pembangunan, mulai dari aspek fisik dan social.
Fakta yang sekarang terjadi :
Tidak ada keadilan yang sehat yang ada di bumi kita tercinta, tanah air Indonesia. Semua keadilan telah diperjual-belikan. Contoh kasus terhangat yang saat ini tengah mencuat diberbagai media massa. Kriminalisasi KPK dan rekayasa kasus pembunuhan dengan terdakwa Antasari Azhar. Terkuaknya fakta kedua kasus tersebut benar-benar membuktikan jika hukum tidaklah berlaku di Indonesia. Yang kaya menang ataupun bebas, yang miskin teraniaya. Hukum telah menjadi komoditi utama yang mampu diperjual-belikan di kalangan cukong-cukong tidak bertanggung jawab yang memiliki kekuasaan melalui uang. Para pejabat dan petinggi penegak hukum seakan-akan hanya sebagai boneka yang dijalankan oleh para mafia hukum untuk menutupi kebusukan mereka. Lalu contoh lain yang mendasari pertanyaan saya. Mengapa banyak sekali daerah yang mencoba melepaskan diri dari NKRI? Satu jawaban dari saya. Karena mereka tidak mendapatkan keadilan yang selayaknya. Argument saya ini berkaitan dengan apa yang saya bicarakan pada sila ketiga. Pelaksanan pembangunan tidak mampu dilakukan secara adil dan merata. Daerah yang kaya akan hasil bumi ternyata tidaklah mendapatkan apa-apa dari apa yang mereka miliki. Contoh, Papua kaya akan tambang emas. Namun kenyataan yang ada? Banyak rakyat mereka yang hidup susah. Mereka benar-benar tidak mendapatkan hasil dari bumi mereka sendiri. bandingkan dengan kota Jakarta. Apakah Jakarta mampu menghasilkan emas seperti halnya Papua? Tentu dapat terlihat dari kenyataan yang ada, jawabannya adalah tidak. Tetapi dibalik semua kekurangannya tersebut, Jakarta mampu melakukan pembangunan secara besar-besaran hanya karena dikata sebagai ibukota negara. Sedangkan daerah yang menjadi sumber penghasilan negara yang ada ditempat jauh, diabaikan layaknya anak tiri oleh ibunya.
“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”
Sila pertama berbunyi, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Hal tersebut menunjukan jika bangsa Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas ketuhanan. Indonesia mengakui adanya Tuhan sebagai sumber dari adanya suatu kehidupan di dunia ini. Dengan diakuinya beberapa kepercayaan sebagai agama nasional, menunjukan betapa bangsa Indonesia begitu menjunjung tinggi nilai agama sebagai salah satu landasan hidup. Selain sebagai wujud pandangan hidup, sila pertama juga menunjukan kebebasan yang diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Tak ada paksaan ataupun intimidasi dalam menganut sebuah kepercayaan.
Fakta yang sekarang terjadi :
Agama seperti sebuah permainan bagi rakyat Indonesia. Sebagai contoh yang sederhana, pasangan yang hendak menikah namun memiliki perbedaan kepercayaan. Salah satu dari pasangan mengalah untuk memeluk agama pasangan yang lainnya agar kemudian prosesi pernikahan dapat berlangsung dan setelah prosesi tersebut selesai, maka semua akan kembali seperti semula. Pancasila memberikan kebebasan untuk memilih, namun bukan lantas menjadi sebuah permainan. Ada contoh lagi yang sering kita dengar. Banyak sekali orang-orang, manusia-manusia menyebut nama Tuhannya ketika ia menyatakan sumpah atau janji. Namun kenyataannya? Nonsense! Nama Tuhan seolah-olah hanya sebagai formalitas untuk sebuah acara atau janji bagi seseorang agar semuanya dapat berjalan dengan lancar (Para pejabat yang melakukan korupsi dan pelanggaran lainnya sebelumnya telah dilantik melalui sumpah yang mengatasnamakan Tuhan sebagai dasarnya. Namun setelah mereka duduk ditempat yang nyaman, maka sumpah itupun hilang tak berbekas. Itulah yang dimaksud hanya sebagai formalitas saja).
Sila kedua berbunyi, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
Menempatkan manusia sesuai hakekatnya sebagai makhluk Tuhan. Seluruh rakyat Indonesia adalah manusia yang memiliki moral, yang memiliki etika, yang memiliki adab dalam segala kehidupannya. Menunjukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dimana setiap rakyat memiliki kedudukan yang sama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak ada satupun rakyat Indonesia yang kebal terhadap hukum. Tidak ada satupun rakyat Indonesia yang dapat berbuat sekehendak dirinya.
Fakta yang sekarang terjadi :
Rakyat Indonesia 80% saya katakan tidak memiliki moral, etika dan adab dalam kehidupannya. Sebagai contoh, para wakil rakyat yang duduk di kursi “terhormat” di DPR berlomba-lomba untuk membuat video porno. Selain itu, publikasi sex bebas seakan menjadi tontonan kartun yang mudah untuk ditonton dan didapatkan. Pada saat sekarang ini, si kaya mampu membeli si miskin dan memperlakukan si miskin layaknya hewan peliharaan yang diperlakukan sekehendak hati sang majikan. Hukum di Indonesiapun pada era sekarang sangatlah buruk. Yang kaya mampu bebas dengan mudahnya walaupun kasus yang dihadapi cukup berat. Sedangkan si miskin terkurung di dalam sel durjana dengan kasus yang tidak seberapa. Si miskin semakin miskin dan si kaya semakin kaya.
Sila ketiga berbunyi, Persatuan Indonesia.
Dua kata yang memiliki makna begitu dalam. Jika bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu. Bangsa yang utuh. Sesuai dengan semboyan kita, Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Meskipun bangsa Indonesia memiliki kemajemukan yang banyak, namun hal tersebut tidaklah meruntuhkan keutuhan jiwa bangsa. Semua saudara, semua satu hati dan semua satu keinginan. Dari ujung barat di kota Sabang hingga ujung timur di kota Merauke, semua bersatu di bawah naungan Pancasila sebagai manusia yang memiliki perasaan senasib dan sepenanggungan.
Fakta yang sekarang terjadi :
Sekarang rasa persaudaraan dan sepenanggungan telah terkikis oleh ego pribadi masing-masing. Ada beberapa daerah yang mencoba melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti Aceh dan Papua. Ada contoh lain, yaitu berbagai konflik yang terjadi akibat perbedaan suku, agama ataupun ras yang terjadi di berbagai pelosok Indonesia. Konflik di Papua adalah salah satu bentuk konflik antar suku. Konflik di Ambon adalah salah satu contoh bentuk konflik agama dan masih banyak lagi konflik-konflik yang didasari sebab di atas. Semua unsur yang menyebabkan adanya perpecahan bukan tidak mungkin akan menjadi penyebab kehancuran bangsa Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Mahapatih Gadjahmada pada masa Kerajaan Majapahit hanyalah akan menjadi kiasan yang tidak pernah dilihat oleh anak cucu kita kelak.
Sila keempat berbunyi, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
UUD 1945 merupakan salah satu dasar atau acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai aturan dan kebijakan yang termuat di dalamnya. Indonesia adalah bangsa yang memiliki budi pekerti dan berakal dalam setiap pemikirannya dimana selalu menghadapkan segala suatu hal melalui sebuah pemikiran yang matang dan permusyawarahan guna menuju hasil yang lebih baik yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat dan orang banyak.
Fakta yang sekarang terjadi :
Pada saat sekarang ini, UUD 1945 tidak lagi menjadi acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak sekali rakyat Indonesia yang bahkan tidak mengetahui isi dari UUD 1945, apalagi untuk mengetahui makna yang terkandung di dalamnya. Semua hanyalah pembodohan yang dilakukan terhadap rakyat kecil oleh sebagian orang yang tidak berbudi pekerti. Jadi jangan salahkan jika terdapat celotehan yang berbunyi, “pantas saja Indonesia miskin, fakir miskin dan anak-anak terlantar saja dipelihara oleh negara”. Mereka bukanlah hewan. Mereka adalah manusia yang memiliki hati nurani yang sama seperti manusia yang lainnya. Kemudian, di dalam gedung DPR, sering kita melihat para wakil rakyat yang terhormat, yang mulia dan pujian-pujian lain bagi mereka, yang hanyalah bentuk kemunafikan berlomba-lomba untuk mengingkari janji-janji mereka. Wakil rakyat seharusnya menjadi penyalur aspirasi rakyat, namun kenyataannya mereka hanyalah mencari keuntungan materi melalui kursi yang mereka duduki. Selain itu, di dalam merundingkan atau melaksanakan rapat-rapat annggota dewan, sering terlihat antar anggota dewan saling beradu mulut bahkan bogem mentahpun melayang dari tangan mereka. Mungkin dapat saya kata, tak ada musyawarah, tangan yang berbicara. Apakah itu yang disebut dengan wakil rakyat? Yang memberikan contoh dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Bagaimana mungkin rakyat dapat hidup damai sejahtera, aman dan tentram jika wakil yang mereka utus sebagai penyalur aspirasi mereka bertindak sedemikian rupa? Sungguh hal yang sangat ironis.
Sila kelima berbunyi, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Setiap unsur kehidupan manusia yang hidup di dalamnya memiliki persamaan hak yang sama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memiliki persamaan hak dalam hukum, pemerintahan, kehidupan yang layak, kekayaan yang terkandung di dalam tanah air kita, rasa aman dan tentram dan lain sebagainya. Pemerataan pembangunan, mulai dari aspek fisik dan social.
Fakta yang sekarang terjadi :
Tidak ada keadilan yang sehat yang ada di bumi kita tercinta, tanah air Indonesia. Semua keadilan telah diperjual-belikan. Contoh kasus terhangat yang saat ini tengah mencuat diberbagai media massa. Kriminalisasi KPK dan rekayasa kasus pembunuhan dengan terdakwa Antasari Azhar. Terkuaknya fakta kedua kasus tersebut benar-benar membuktikan jika hukum tidaklah berlaku di Indonesia. Yang kaya menang ataupun bebas, yang miskin teraniaya. Hukum telah menjadi komoditi utama yang mampu diperjual-belikan di kalangan cukong-cukong tidak bertanggung jawab yang memiliki kekuasaan melalui uang. Para pejabat dan petinggi penegak hukum seakan-akan hanya sebagai boneka yang dijalankan oleh para mafia hukum untuk menutupi kebusukan mereka. Lalu contoh lain yang mendasari pertanyaan saya. Mengapa banyak sekali daerah yang mencoba melepaskan diri dari NKRI? Satu jawaban dari saya. Karena mereka tidak mendapatkan keadilan yang selayaknya. Argument saya ini berkaitan dengan apa yang saya bicarakan pada sila ketiga. Pelaksanan pembangunan tidak mampu dilakukan secara adil dan merata. Daerah yang kaya akan hasil bumi ternyata tidaklah mendapatkan apa-apa dari apa yang mereka miliki. Contoh, Papua kaya akan tambang emas. Namun kenyataan yang ada? Banyak rakyat mereka yang hidup susah. Mereka benar-benar tidak mendapatkan hasil dari bumi mereka sendiri. bandingkan dengan kota Jakarta. Apakah Jakarta mampu menghasilkan emas seperti halnya Papua? Tentu dapat terlihat dari kenyataan yang ada, jawabannya adalah tidak. Tetapi dibalik semua kekurangannya tersebut, Jakarta mampu melakukan pembangunan secara besar-besaran hanya karena dikata sebagai ibukota negara. Sedangkan daerah yang menjadi sumber penghasilan negara yang ada ditempat jauh, diabaikan layaknya anak tiri oleh ibunya.
“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”
Minggu, 19 Juli 2009
Kebo Bandel Bicara Tentang Rasa Menghargai
Sebenernya aku ga mo buat posting tentang kisah ne. Tapi kenyataannya,sekarang masih banyak orang yang kepalang egois & susah buat ngehargain orang lain.
Kisah ne nyata..
Waktu tu ada 2 waria yang lagi ngamen. Waktu lagi ngamen diwarung,ada bapak2 yang kebetulan lagi nongkrong diwarung ntu. Pas banci tu ge ngamen,bapak2 tu dengan enaknya ngasih kata2 hinaan & pedas ke banci2 tu. Bahkan mereka bawa2 agama waktu lagi ngehina. Yang katanya nentang takdir lah,bakal masuk neraka lah dkk. Tapi dengan enaknya banci2 tu tetep nyanyi & ga peduli ma kata2 orang tadi. Waktu kejadian tu,da anak muda yang juga lagi istirahat diwarung ntu. Coz ga tahan ma perkataan bapak2 ntu,akhirnya anak tu ngeluarin perkataan kaya gene ke bapak2 ntu "anda mungkin boleh menghina & merendahkan banci tu,walaupun banci2 tu tetep diem. Tapi anda perlu tao,anda belum tentu lebih mulia & baik dari mereka. Anda belum tentu punya nilai lebih daripada mereka. Bahkan,banci2 tu mungkin lebih mulia dari anda. Seburuk apapun jalan hidup mereka,anda ga bisa ngrendahin mereka. Sudah cukup mereka tersiksa ma gejolak jiwa mereka & kita ga perlu nambahin kepedihan mereka. Keadaanlah yang bikin mereka jadi gitu! Sekarang aku mo tanya ke anda semua. Pernahkah anda terbayang,anda memiliki keinginan buat jadi banci,pencuri,perampok? Tentu ga kan? Anda pasti pengen keadaan yang lebih baik kan? Hal yang samapun dirasain ma orang yang tadi anda hina! Jadi saya minta,cobalah buat sedikit ngehargain orang lain,siapapun,kapanpun & dimanapun ntu. Walaupun keadaanlah yang kudu maksa mereka buat ngelakuin mua ntu."
Tu da dikit dari cerita aku. Banyak orang yang pengen dihargai,tapi mereka ga bisa timbal balik dengan orang lain. Bahkan dengan orang yang deket sekalipun kaya temen,sodara & keluarga ndiri. Merekalah sisi berharga dari kita coz dengan adanya mereka,kita jadi makhluk yang berharga. So,cobalah buat sedikit ngehargain orang lain..
Oke,I thinx that's enough..
Cie yah!
Bebek,I want 2 help you so much..
So,I made it..
Te amo bebek..
Kisah ne nyata..
Waktu tu ada 2 waria yang lagi ngamen. Waktu lagi ngamen diwarung,ada bapak2 yang kebetulan lagi nongkrong diwarung ntu. Pas banci tu ge ngamen,bapak2 tu dengan enaknya ngasih kata2 hinaan & pedas ke banci2 tu. Bahkan mereka bawa2 agama waktu lagi ngehina. Yang katanya nentang takdir lah,bakal masuk neraka lah dkk. Tapi dengan enaknya banci2 tu tetep nyanyi & ga peduli ma kata2 orang tadi. Waktu kejadian tu,da anak muda yang juga lagi istirahat diwarung ntu. Coz ga tahan ma perkataan bapak2 ntu,akhirnya anak tu ngeluarin perkataan kaya gene ke bapak2 ntu "anda mungkin boleh menghina & merendahkan banci tu,walaupun banci2 tu tetep diem. Tapi anda perlu tao,anda belum tentu lebih mulia & baik dari mereka. Anda belum tentu punya nilai lebih daripada mereka. Bahkan,banci2 tu mungkin lebih mulia dari anda. Seburuk apapun jalan hidup mereka,anda ga bisa ngrendahin mereka. Sudah cukup mereka tersiksa ma gejolak jiwa mereka & kita ga perlu nambahin kepedihan mereka. Keadaanlah yang bikin mereka jadi gitu! Sekarang aku mo tanya ke anda semua. Pernahkah anda terbayang,anda memiliki keinginan buat jadi banci,pencuri,perampok? Tentu ga kan? Anda pasti pengen keadaan yang lebih baik kan? Hal yang samapun dirasain ma orang yang tadi anda hina! Jadi saya minta,cobalah buat sedikit ngehargain orang lain,siapapun,kapanpun & dimanapun ntu. Walaupun keadaanlah yang kudu maksa mereka buat ngelakuin mua ntu."
Tu da dikit dari cerita aku. Banyak orang yang pengen dihargai,tapi mereka ga bisa timbal balik dengan orang lain. Bahkan dengan orang yang deket sekalipun kaya temen,sodara & keluarga ndiri. Merekalah sisi berharga dari kita coz dengan adanya mereka,kita jadi makhluk yang berharga. So,cobalah buat sedikit ngehargain orang lain..
Oke,I thinx that's enough..
Cie yah!
Bebek,I want 2 help you so much..
So,I made it..
Te amo bebek..
Sabtu, 20 Juni 2009
Profesionalisme Guru Dipertanyakan
Pada saat ini simulasi proses pembelajaran di sekolah dasar sangatlah mementingkan media atau alat peraga untuk membantu siswa dalam memahami materi. Di setiap sesi simulasi, media menjadi hal pokok. Tanpa media sebagai alat bantu, mahasiswa dianggap kurang maksimal dalam melakukan uji coba mengajar di kelas. Namun hal yang diajarkan dibangku kuliah belum 100% sesuai dengan kenyataan yang ada di dunia pendidikan pada umumnya.
Dalam kenyataannya sekarang, guru tidak lagi menganggap media sebagai alat bantu proses pembelajaran bagi siswa. Metode yang mereka gunakan kebanyakan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Bahkan untuk penggunaan media, hanya dilakukan beberapa kali dalam 1 semester. Hal ini dimungkinkan guru merasa berat atau enggan untuk membuat atau menciptakan alat peraga.
Lalu, apakah penekanan penggunaan media dibangku kuliah itu masih bisa direalisasikan secara maksimal setelah mahasiswa terjun langsung dalam dunia pendidikan?
Dimanakah profesionalisme guru sebagai pendidik dan pengajar itu?
Hal itulah yang harus menjadi koreksi dalam dunia pendidikan saat ini.
Dalam kenyataannya sekarang, guru tidak lagi menganggap media sebagai alat bantu proses pembelajaran bagi siswa. Metode yang mereka gunakan kebanyakan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Bahkan untuk penggunaan media, hanya dilakukan beberapa kali dalam 1 semester. Hal ini dimungkinkan guru merasa berat atau enggan untuk membuat atau menciptakan alat peraga.
Lalu, apakah penekanan penggunaan media dibangku kuliah itu masih bisa direalisasikan secara maksimal setelah mahasiswa terjun langsung dalam dunia pendidikan?
Dimanakah profesionalisme guru sebagai pendidik dan pengajar itu?
Hal itulah yang harus menjadi koreksi dalam dunia pendidikan saat ini.
Kamis, 14 Mei 2009
Identify of Mathematics Object in Immediate Environmet
At this moment, mathematics is one of the lesson which considered difficult and uninteresting. Besides there’s many abbreviation which have to remember by student, sometimes, the teacher also have decrease ability when explain the contents of mathematics. The methods or ways exactly when delivery the contents of lesson, in particular for the first class, it will so help the students to pervade the contens of mathematics which learned. The delivery methods which to do have to agree with growth and development of student’s comprehension so that students not feel heavy to learn.
One of methods which can help the student in mathematics learning, in particular for the first class, by use the object in immediate environment. Accompanying that’s way, student’s comprehension about mathematics will so easy and mathematics will be one of the lessons which so interesting and gratify to learned by all the students. There is examples concept of mathematics learning which so close by world of the first class student :
There’s a motorcycle parking place for the teacher at school. In the right parking place, there’s three motorcycles and in the left parking place, there’s five motorcycles. So that, amount of motorcycles in the parking place are five.
In one of school, there’s six classroom, one teachers room, one headmaster room, two toilets, one storeroom, one art room and one music room. So, the amount rooms of that school are thirteen.
In the school, there’s six class teachers, one sport teacher and one faith teacher. So that the amount teachers of that school are eight teachers.
In the schoolyard, there’s two banyan trees, one bcaken tree, three palm trees and one orchid tree. So, the amount trees of that schoolyard are seven tree.
Yesterday, there’s ten palm trees on the edge of highway. But, today just left six palm trees. So that, the amount of palm trees which felled are four trees because ten trees minus six trees.
Budi’s father have three brothers. The first brother has three childrens, the second brother has one children and the the third brother has two childrens. So that, Budi has six cousins.
Maybe that’s the examples of the ways to teach the first class student about mathematics so mathematics will be the interesting and easy lesson. To get maximum learning, not only need the teacher ability, but also need the method and student ability in learning procces. Thank’s for the thought which accompany me. Thank’s for apportunity which always give me and Thank’s to the God who always bless me…
You’re my King, You’re the own of my soul and my mind…
And thank’s to the people who always see and listen to me…
Senin, 04 Mei 2009
Permainan Dalam Pembelajaran Matematika
Menghitung Keliling Lingkaran dengan Menggunakan Sebuah Puataran Gelas.
Fungsi Permainan
Kegiatan mencari keliling lingkaran dengan menggunakan satu putaran pada bidang datar merupakan penerapan dari rumus keliling llingkaran yaitu : π dikalikan diameter lingkaran. Hal ini ditujukan agar anak lebih mengerti tentang cara menghitung lingkaran dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Fungsi Permainan
Kegiatan mencari keliling lingkaran dengan menggunakan satu putaran pada bidang datar merupakan penerapan dari rumus keliling llingkaran yaitu : π dikalikan diameter lingkaran. Hal ini ditujukan agar anak lebih mengerti tentang cara menghitung lingkaran dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Alat Permainan
Seperangkat alat berupa gelas dengan ukuran bebas atau lebih baik jika ukuran diameter gelas dapat dihitung bulat dengan menggunakan rumus π x d. Benang dan penggaris ( dalam ukuran cm ). Kertas karton atau papan.
Cara Permainan
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan sebuah perangkat alat permainan. Apabila alat yang akan diputar (gelas) memiliki diameter yang bukan kelipatan 3,5 atau 7, maka guru dapat menganjurkan siswa untuk menggunakan bilangan 3,14 dalam rumus menghitung keliling lingkaran.
Untuk kegiatan awal permainan, guru meminta siswa untuk memberikan tanda dengan menggunkaan spidol atau alat yang dapat digunakan untuk memberikan titik awal putaran pada gelas. Setelah diberikan tanda, maka gelas diletakan pada alas dari karton yang telah disediakan dan buatlah tanda yang sama pada karton. Letakan titik penanda pada gelas pada titik penanda yang berada pada alas karton. Kemudian gelas diputar 1 kali putaran hingga titik pada gelas tersebut kembali berada tepat pada alas karton. Titik akhir putaran dari gelas kemudian diberi tanda oleh siswa. Setelah itu, siswa diminta untuk menghitung jarak atau panjang antara titik yang satu dengan titik yang lain dan hasil pengukuran tersebut kemudian dicatat
Setelah siswa mencatat hasil dari jarak satu putaran gelas, siswa diminta untuk menghitung diameter gelas. Hasil dari pencarian diameter gelas kemudian diterapkan dalam rumus yang telah diberikan oleh guru. Hasil penghitungan rumus kemudian dibandingkan dengan hasil dari jarak putaran gelas tersebut.
Pembandingan tersebut dimaksudkan agar siswa lebih memahami tentang perhitungan lingkaran dan siswa menjadi mudah dalam mengingat rumus lingkaran dan contoh-contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Senin, 23 Maret 2009
Apakah Tujuan Utama Kuliah Hanya Untuk Mencari IPK?
OK bro…
See you again…
Yupz! Pertanyaan diatas gue kasih buat loe nyang ngerasa sebagai mahasiswa atau sejenisnya. Tentunya pertanyaan itu juga berlaku buat diri gue sendiri dunk. Loe pernah mikir ga, apa tujuan loe kuliah, sekolah tinggi-tinggi cuma buat dapetin sebuah angka nyang ga lebih dari sebuah angka 4. Apalagi buat loe nyang mesti jauh-jauh keluar kota, pisah dari ortu buat ngelanjutin studi loe.
Sekarang gue kasih kenyataan nyang ada dikampus gue sendiri. Gue ga mo terlalu jauh buat ngeliat dilemma ini. Dan gue juga ga mo munafik kalo awalnya gue juga ngelakuin hal kaya gitu. Sekarang banyak orang kuliah tu bukan buat nyari ilmu, tapi nyari IP atow IPK. Loe ngerasa ga? Bahkan ijazah sarjanapun sekarang bisa dibeli. Loe percaya atow ga, itu kenyataannya. Gue sering tanya ke temen-temen gue, apa sey tujuan loe kuliah. Ternyata jawaban mereka simple dan gampang banget. “Gue pengen dapet IPK bagus.” Terus gue tanya lagi. “Biar IPK loe bagus, apa nyang loe lakuin buat ngedapetin itu?” Mereka jawabnya, “ Ya berangkat kuliah nyang rajin, ngerjain tugas dkk.” OK bro…buat jawaban nyang terakhir mungkin tu wajar. Tu kan kewajiban, gue juga sama, harus ngelakuin hal itu juga. Tapi gue juga mikir. Kalo gue kuliah cuma berangkat, ngerjain tugas dkk, rugi banget donk gue. Waktu gue ga berarti banget. Gue tanya ke loe mua. Apa sebagian besar kegiatan loe sama kaya nyang gue sebutin ne. Bangun pagi loe berangkat kuliah, pulang kuliah loe maen atow molor atow ngerumpi ma temen-temen loe. Ntar kalo loe uda dikos ( buat nyang kos ), loe tinggal ngerumpi ma temen kos loe atow loe ngluyur ga tau kemana atow nongkrong alias mejeng. Malemnya loe molor kalo ga ngeluyur lagi. Kalopun ada tugas, paling-paling loe cuma copy paste tugas punya temen loe. Ya kan? Loe kudu belajar jujur ma diri loe sendiri. Ga usah senyum-senyum… gue udah tau koq jalan pikiran diotak loe mua. Coz jujur aja, gue juga pernah ngalamin sendiri hal-hal kaya gitu.
Sekarang gue mo tanya lagi ma loe. Pernah ga terbesit dipikiran loe kalo kuliah tu bukan cuma kaya nyang gue sebutin diatas tadi? OK gue kasih tau. Menurut gue, sebagian besar ilmu tu malah ada diluar lingkungan kampus. Loe bisa cari dimana aja. Bahkan loe bisa dapetin ilmu nyang ga loe dapetin dikampus loe. Buat step nyang pertama bro, gue kasih tau loe semua. Tanamin dalam diri loe sendiri, baca tu bukan kewajiban, tapi kebutuhan. Ibarat loe makan nasi. Apa loe hidup wajib makan nasi? Ga kan? Tapi loe hidup butuh makan nasi. Nah, tu nyang gue maksud. Gue tekanin lagi, bukan wajib, tapi butuh! Kalo kata mamie gue, belajarlah buat senang membaca. Hehehehe…..
Step kedua. Coba loe belajar dari dunia maya. Lebih spesifik lagi, dari internet. Loe jangan buang waktu loe kalo lagi ngenet cuma buat FSan, FBan, nonton bokep atow chating doank. Banyak hal nyang loe bisa pelajarin dari situ. Loe ngerasa ga, kalo sebagian waktu loe kalo lagi internetan, loe pake buat hal-hal kaya gitu? OK, komunikasi itu penting, but loe kudu bisa lakuin lebih dari itu. Loe bisa browsing atow apalah istilah menurut loe buat nyari hal-hal nyang baru nyang loe ga tau. Gue jamin bro…kalo loe bisa lakuin tu, pengetahuan loe bakal lebih. Gue ibaratin, malahan loe bisa lebih pintar dari dosen loe sendiri.
Mua nyang gue bilang diatas udah gue praktekin sendiri dan hasilnya? Wow…amazing! Sekarang gue ngerasa beda. Gue ngerasa bukan cuma jadi mahasiswa nyang tiap hari kerjaannya berangkat and berangkat kuliah mulu, but gue bisa dapetin sesuatu nyang lebih dari itu. Dan gue yakin, loe bisa dapetin kaya apa nyang gue dapetin kalo loe bisa belajar kaya gitu.
OK bro…
Gue rasa cukup segini aja dulu… gue harap ne bisa sedikit bantu loe biar lebih maju.
See you and thanx for your time to read…
The Jackerslover
Aku tak sebaik yang kau kira…
Yupz! Pertanyaan diatas gue kasih buat loe nyang ngerasa sebagai mahasiswa atau sejenisnya. Tentunya pertanyaan itu juga berlaku buat diri gue sendiri dunk. Loe pernah mikir ga, apa tujuan loe kuliah, sekolah tinggi-tinggi cuma buat dapetin sebuah angka nyang ga lebih dari sebuah angka 4. Apalagi buat loe nyang mesti jauh-jauh keluar kota, pisah dari ortu buat ngelanjutin studi loe.
Sekarang gue kasih kenyataan nyang ada dikampus gue sendiri. Gue ga mo terlalu jauh buat ngeliat dilemma ini. Dan gue juga ga mo munafik kalo awalnya gue juga ngelakuin hal kaya gitu. Sekarang banyak orang kuliah tu bukan buat nyari ilmu, tapi nyari IP atow IPK. Loe ngerasa ga? Bahkan ijazah sarjanapun sekarang bisa dibeli. Loe percaya atow ga, itu kenyataannya. Gue sering tanya ke temen-temen gue, apa sey tujuan loe kuliah. Ternyata jawaban mereka simple dan gampang banget. “Gue pengen dapet IPK bagus.” Terus gue tanya lagi. “Biar IPK loe bagus, apa nyang loe lakuin buat ngedapetin itu?” Mereka jawabnya, “ Ya berangkat kuliah nyang rajin, ngerjain tugas dkk.” OK bro…buat jawaban nyang terakhir mungkin tu wajar. Tu kan kewajiban, gue juga sama, harus ngelakuin hal itu juga. Tapi gue juga mikir. Kalo gue kuliah cuma berangkat, ngerjain tugas dkk, rugi banget donk gue. Waktu gue ga berarti banget. Gue tanya ke loe mua. Apa sebagian besar kegiatan loe sama kaya nyang gue sebutin ne. Bangun pagi loe berangkat kuliah, pulang kuliah loe maen atow molor atow ngerumpi ma temen-temen loe. Ntar kalo loe uda dikos ( buat nyang kos ), loe tinggal ngerumpi ma temen kos loe atow loe ngluyur ga tau kemana atow nongkrong alias mejeng. Malemnya loe molor kalo ga ngeluyur lagi. Kalopun ada tugas, paling-paling loe cuma copy paste tugas punya temen loe. Ya kan? Loe kudu belajar jujur ma diri loe sendiri. Ga usah senyum-senyum… gue udah tau koq jalan pikiran diotak loe mua. Coz jujur aja, gue juga pernah ngalamin sendiri hal-hal kaya gitu.
Sekarang gue mo tanya lagi ma loe. Pernah ga terbesit dipikiran loe kalo kuliah tu bukan cuma kaya nyang gue sebutin diatas tadi? OK gue kasih tau. Menurut gue, sebagian besar ilmu tu malah ada diluar lingkungan kampus. Loe bisa cari dimana aja. Bahkan loe bisa dapetin ilmu nyang ga loe dapetin dikampus loe. Buat step nyang pertama bro, gue kasih tau loe semua. Tanamin dalam diri loe sendiri, baca tu bukan kewajiban, tapi kebutuhan. Ibarat loe makan nasi. Apa loe hidup wajib makan nasi? Ga kan? Tapi loe hidup butuh makan nasi. Nah, tu nyang gue maksud. Gue tekanin lagi, bukan wajib, tapi butuh! Kalo kata mamie gue, belajarlah buat senang membaca. Hehehehe…..
Step kedua. Coba loe belajar dari dunia maya. Lebih spesifik lagi, dari internet. Loe jangan buang waktu loe kalo lagi ngenet cuma buat FSan, FBan, nonton bokep atow chating doank. Banyak hal nyang loe bisa pelajarin dari situ. Loe ngerasa ga, kalo sebagian waktu loe kalo lagi internetan, loe pake buat hal-hal kaya gitu? OK, komunikasi itu penting, but loe kudu bisa lakuin lebih dari itu. Loe bisa browsing atow apalah istilah menurut loe buat nyari hal-hal nyang baru nyang loe ga tau. Gue jamin bro…kalo loe bisa lakuin tu, pengetahuan loe bakal lebih. Gue ibaratin, malahan loe bisa lebih pintar dari dosen loe sendiri.
Mua nyang gue bilang diatas udah gue praktekin sendiri dan hasilnya? Wow…amazing! Sekarang gue ngerasa beda. Gue ngerasa bukan cuma jadi mahasiswa nyang tiap hari kerjaannya berangkat and berangkat kuliah mulu, but gue bisa dapetin sesuatu nyang lebih dari itu. Dan gue yakin, loe bisa dapetin kaya apa nyang gue dapetin kalo loe bisa belajar kaya gitu.
OK bro…
Gue rasa cukup segini aja dulu… gue harap ne bisa sedikit bantu loe biar lebih maju.
See you and thanx for your time to read…
The Jackerslover
Aku tak sebaik yang kau kira…
Kamis, 12 Maret 2009
Premanisme di Kampus UNY
Hay Guys…
Thanx for read my blog…
Sorry kalo gue mesti pake kata-kata gue sendiri.
What’s up?
It’s me… Biar gue lebih gampang buat open semuanya.
Ne buat pembaca semuanya dan buat kalian manusia-manusia yang ada di lingkungan UNY khususnya. Lo semua kudu buka mata lebar-lebar dengan kenyataan yang ada di lingkungan kampus UNY.
Premanisme Yang Hidup di Kampus UNY.
I take it for the tittle.
OK…
Sekarang gue to the point aja…
Ya, itu yang bakal gue bicarain. Gimana tentang bentuk premanisme yang ada di lingkungan kampus UNY yang anehnya ga ada orang yang buka mata atau nyari jalan keluar buat ngatasin semuanya. Seharusnya kampus sebagai tempat buat nyari ilmu itu harus comfortable, mendukung suasana belajar dan terciptanya rasa aman buat manusia-manusia yang menimba ilmu di kampus tersebut. But, apa yang terjadi di lingkungan kampus UNY?
Kali ini bukan tentang cerita film “What Happen in Las Vegas, but What happen in Campus UNY”. In particular, di lingkungan PUSKOM atau LIMUNY (Layanan Internet Mahasiswa UNY).
The first, sekilas ga ada yang janggal di sekitar LIMUNY. Semuanya keliatan fine aja dan normal-normal aja. But, begitu kalian telaah lebih jauh, kalian bakal tau kalo ternyata there’s something wrong about that! Kalian mau tau apa yang salah?
Ya, preman-preman kampung ternyata telah menguasai PUSKOM milik mahasiswa UNY tersebut. Bahkan penjaga yang ada di PUSKOM yang notabene masih mahasiswa UNY bersikap “ I DON’T CARE! FOR MY SAFETY, I CHOOSE BE QUIET!”. Kalian bisa liat di mana orang-orang yang ga punya otak di kepala mereka itu mangkal. Mereka ada di pintu keluar-masuk PUSKOM UNY atau kita boleh spesifik lagi, merekalah yang memegang keamanan di PUSKOM UNY. Mereka merasa, merekalah yang berkuasa di tempat itu dan dengan sesuka otak lutut mereka, mereka melakukan apa yang mereka mau dan mereka anggap benar! Mulai dari ngelakuin pelecehan seksual (kalian pasti tau kriteria pelecehan seksual kaya apa. Kalian bukan baby yang baru belajar berjalan kan?) ma mahasiswi yang akan masuk atau keluar dari PUSKOM. Sampai paling parah penganiayaan yang dialami oleh salah satu mahasiswa UNY dan mahasiswa tersebut adalah gue sendiri. Gue ga bermaksud defensive ma diri gue sendiri karena apa yang udah gue alami. But, paling ga peristiwa yang udah gue alami jangan sampai terulang lagi karena gue bener-bener ga terima! Gimana mereka menganggap gue seperti animal yang disiksa tanpa ampun ma lebih dari 15 preman yang gue anggep sebagai watchdognya PUSKOM. Lebih tepatnya lagi, di depan PUSKOM mereka hajar gue! Ga ada alasan, ga ada basa-basi, dibawah pengaruh miras mereka ngelakuin semua itu. Bahkan gue udah jatuh ga berdayapun, mereka masih menginjak-injak gue! Mereka buang kunci motor gue dan gue ditinggal gitu aja begitu mereka puas main-main ma gue yang mereka pikir gue itu boneka buat mereka. Gue ga kenal siapa mereka dan mereka juga ga kenal siapa gue. Dan parahnya lagi, ga ada satu manusiapun ( gue pake kata manusia karena makhluk-makhluk yang ada di TKP gue anggep bukan manusia yang punya perasaan dan hati) yang nolong gue walaupun situasi waktu itu ibarat seramai konser Slank di Alkid Yogya. Wow…!!! It’s wonderfull!!! Gue Cuma sempet berpikir, apa ini bentuk welcome dari kampus gue sendiri?
Dan setelah gue telisik lebih jauh, ternyata sebelum mereka nyiksa gue bak animal mangsa mereka, mereka ngelakuin pesta miras di parkiran kampus UNY. Hey…!!! It’s cool man!!! That’s very great!!! Ternyata parkiran di kampus UNY Cuma tempat clubbing atau discotik buat mereka yang dirinya paling hebat! Yang terlintas dipikiran gue? Bego banget mereka itu! Nyari duit susah-susah cuma jadi tukang jadi parker, but hasilnya cuma buat happy-happy doank yang imbasnya nyusahin orang lain!!!
Itulah Indonesia… itu yang bikin Negara kita jadi tetap miskin, kere, banyak utang dan banyak bermunculan monyet-monyet kaya mereka. Indonesia ga bakalan maju kalo masih dihuni makhluk seperti mereka! Mereka harus dimusnahkan dan harus dibinasakan!
Sekarang pertanyaannya? Bagaimana mungkin lingkungan pendidikan bisa kebobolan hal-hal kaya gitu? Dimana keamanan dari pihak UNY yang udah dibentuk sebelumnya? Bagaimana mungkin pendidikan di kampus UNY bisa maju kalo ga ada tercipta rasa aman dan nyaman? Bagaimana dengan pejabat-pejabat yang duduk di Rektorat? Apa mereka bener-bener ga tau atau ga mau tau dengan semua hal tersebut? Hey Sir..that a simple matter, but it can be a big problem for our education. Percuma donk teori-teori kalian tentang pendidikan yang baik biar menghasilkan bibit penerus yang baik kalo kalian Cuma duduk manis aja. Doing something donk! Apa kerjaan kalian cuma go study banding ke luar negeri, nyari ilmu sampai keluar negeri sementara kampus kalian terbengkalai?
Bagaimana mungkin pendidikan di Indonesia bisa maju kalo lingkungan pendidikan aja disusupi poisons kaya gitu?
Seharusnya dari pihak UNY bisa lebih meningkatkan keamanan di kampus mereka lah. OK, gue ga bermaksud ngasih punishment buat keamanan UNY atas apa yang udah terjadi dan gue juga ga mau munafik, memang susah buat ngejaga keamanan lingkungan kampus yang cukup besar seperti UNY. But, kalo bisa lingkungan kampus jangan sampai dimasuki oleh pihak luar yang ga berkepentingan. Alangkah baiknya jika keamanan tersebut dipegang sendiri oleh mahasiswa UNY dibawah perlindungan pihak kepolisian biar semuanya ngerasa nyaman dan terkendali, bukan oleh makhluk-makhluk ga berotak dang a waras kaya mereka! Kalo bisa, bikin aja pos keamanan yang bener-bener dijaga oleh polisi dilingkungan kampus. Bukannya tugas mereka itu mengayomi masyarakat keseluruhan? Tapi gue harap polisi yang bener-bener profesionalisme donk… bukan malah mereka join dan terus kerja sama ma preman-preman kampung itu! Sorry pak polisi, gue ga ada niat buat ngejelakin citra kalian semua, but kenyataannya pandangan kalian di mata umum udah negative dan disappointed banget! Tapi gue yakin, ga semua anggota kalian bersikap kaya gitu dan mereka yang bertindak melenceng adalah sebagian dari oknum kalian!
OK…
Thanx so much…
Wait for the next!
The Jackerslover
I LOVE PEACE!!!
Thanx for read my blog…
Sorry kalo gue mesti pake kata-kata gue sendiri.
What’s up?
It’s me… Biar gue lebih gampang buat open semuanya.
Ne buat pembaca semuanya dan buat kalian manusia-manusia yang ada di lingkungan UNY khususnya. Lo semua kudu buka mata lebar-lebar dengan kenyataan yang ada di lingkungan kampus UNY.
Premanisme Yang Hidup di Kampus UNY.
I take it for the tittle.
OK…
Sekarang gue to the point aja…
Ya, itu yang bakal gue bicarain. Gimana tentang bentuk premanisme yang ada di lingkungan kampus UNY yang anehnya ga ada orang yang buka mata atau nyari jalan keluar buat ngatasin semuanya. Seharusnya kampus sebagai tempat buat nyari ilmu itu harus comfortable, mendukung suasana belajar dan terciptanya rasa aman buat manusia-manusia yang menimba ilmu di kampus tersebut. But, apa yang terjadi di lingkungan kampus UNY?
Kali ini bukan tentang cerita film “What Happen in Las Vegas, but What happen in Campus UNY”. In particular, di lingkungan PUSKOM atau LIMUNY (Layanan Internet Mahasiswa UNY).
The first, sekilas ga ada yang janggal di sekitar LIMUNY. Semuanya keliatan fine aja dan normal-normal aja. But, begitu kalian telaah lebih jauh, kalian bakal tau kalo ternyata there’s something wrong about that! Kalian mau tau apa yang salah?
Ya, preman-preman kampung ternyata telah menguasai PUSKOM milik mahasiswa UNY tersebut. Bahkan penjaga yang ada di PUSKOM yang notabene masih mahasiswa UNY bersikap “ I DON’T CARE! FOR MY SAFETY, I CHOOSE BE QUIET!”. Kalian bisa liat di mana orang-orang yang ga punya otak di kepala mereka itu mangkal. Mereka ada di pintu keluar-masuk PUSKOM UNY atau kita boleh spesifik lagi, merekalah yang memegang keamanan di PUSKOM UNY. Mereka merasa, merekalah yang berkuasa di tempat itu dan dengan sesuka otak lutut mereka, mereka melakukan apa yang mereka mau dan mereka anggap benar! Mulai dari ngelakuin pelecehan seksual (kalian pasti tau kriteria pelecehan seksual kaya apa. Kalian bukan baby yang baru belajar berjalan kan?) ma mahasiswi yang akan masuk atau keluar dari PUSKOM. Sampai paling parah penganiayaan yang dialami oleh salah satu mahasiswa UNY dan mahasiswa tersebut adalah gue sendiri. Gue ga bermaksud defensive ma diri gue sendiri karena apa yang udah gue alami. But, paling ga peristiwa yang udah gue alami jangan sampai terulang lagi karena gue bener-bener ga terima! Gimana mereka menganggap gue seperti animal yang disiksa tanpa ampun ma lebih dari 15 preman yang gue anggep sebagai watchdognya PUSKOM. Lebih tepatnya lagi, di depan PUSKOM mereka hajar gue! Ga ada alasan, ga ada basa-basi, dibawah pengaruh miras mereka ngelakuin semua itu. Bahkan gue udah jatuh ga berdayapun, mereka masih menginjak-injak gue! Mereka buang kunci motor gue dan gue ditinggal gitu aja begitu mereka puas main-main ma gue yang mereka pikir gue itu boneka buat mereka. Gue ga kenal siapa mereka dan mereka juga ga kenal siapa gue. Dan parahnya lagi, ga ada satu manusiapun ( gue pake kata manusia karena makhluk-makhluk yang ada di TKP gue anggep bukan manusia yang punya perasaan dan hati) yang nolong gue walaupun situasi waktu itu ibarat seramai konser Slank di Alkid Yogya. Wow…!!! It’s wonderfull!!! Gue Cuma sempet berpikir, apa ini bentuk welcome dari kampus gue sendiri?
Dan setelah gue telisik lebih jauh, ternyata sebelum mereka nyiksa gue bak animal mangsa mereka, mereka ngelakuin pesta miras di parkiran kampus UNY. Hey…!!! It’s cool man!!! That’s very great!!! Ternyata parkiran di kampus UNY Cuma tempat clubbing atau discotik buat mereka yang dirinya paling hebat! Yang terlintas dipikiran gue? Bego banget mereka itu! Nyari duit susah-susah cuma jadi tukang jadi parker, but hasilnya cuma buat happy-happy doank yang imbasnya nyusahin orang lain!!!
Itulah Indonesia… itu yang bikin Negara kita jadi tetap miskin, kere, banyak utang dan banyak bermunculan monyet-monyet kaya mereka. Indonesia ga bakalan maju kalo masih dihuni makhluk seperti mereka! Mereka harus dimusnahkan dan harus dibinasakan!
Sekarang pertanyaannya? Bagaimana mungkin lingkungan pendidikan bisa kebobolan hal-hal kaya gitu? Dimana keamanan dari pihak UNY yang udah dibentuk sebelumnya? Bagaimana mungkin pendidikan di kampus UNY bisa maju kalo ga ada tercipta rasa aman dan nyaman? Bagaimana dengan pejabat-pejabat yang duduk di Rektorat? Apa mereka bener-bener ga tau atau ga mau tau dengan semua hal tersebut? Hey Sir..that a simple matter, but it can be a big problem for our education. Percuma donk teori-teori kalian tentang pendidikan yang baik biar menghasilkan bibit penerus yang baik kalo kalian Cuma duduk manis aja. Doing something donk! Apa kerjaan kalian cuma go study banding ke luar negeri, nyari ilmu sampai keluar negeri sementara kampus kalian terbengkalai?
Bagaimana mungkin pendidikan di Indonesia bisa maju kalo lingkungan pendidikan aja disusupi poisons kaya gitu?
Seharusnya dari pihak UNY bisa lebih meningkatkan keamanan di kampus mereka lah. OK, gue ga bermaksud ngasih punishment buat keamanan UNY atas apa yang udah terjadi dan gue juga ga mau munafik, memang susah buat ngejaga keamanan lingkungan kampus yang cukup besar seperti UNY. But, kalo bisa lingkungan kampus jangan sampai dimasuki oleh pihak luar yang ga berkepentingan. Alangkah baiknya jika keamanan tersebut dipegang sendiri oleh mahasiswa UNY dibawah perlindungan pihak kepolisian biar semuanya ngerasa nyaman dan terkendali, bukan oleh makhluk-makhluk ga berotak dang a waras kaya mereka! Kalo bisa, bikin aja pos keamanan yang bener-bener dijaga oleh polisi dilingkungan kampus. Bukannya tugas mereka itu mengayomi masyarakat keseluruhan? Tapi gue harap polisi yang bener-bener profesionalisme donk… bukan malah mereka join dan terus kerja sama ma preman-preman kampung itu! Sorry pak polisi, gue ga ada niat buat ngejelakin citra kalian semua, but kenyataannya pandangan kalian di mata umum udah negative dan disappointed banget! Tapi gue yakin, ga semua anggota kalian bersikap kaya gitu dan mereka yang bertindak melenceng adalah sebagian dari oknum kalian!
OK…
Thanx so much…
Wait for the next!
The Jackerslover
I LOVE PEACE!!!
Langganan:
Postingan (Atom)