Assalamu'alaikum..
Alladzina yaa kuluunarribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumulladzii yatakhobbathuhusyayaithoonu minalmassi, dzaalika bi annahum qooluu innamaal bai'u mitslurrobaa wa akhallallohul bai'a wa kharromarribaa, wamamjaa ahu mau'idhotummirrobbihii faantahaa falahu maa salafa, wa amruhuu ilalloh, wa man'aada faulaaika asykhaabunnaar humfihaa khooliduun (Al Baqarah: 275).
"Orang-orang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena merekas berkata bahwa jual-beli sama dengan riba. Barangsiapa mendapati peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Alloh. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (Al Baqarah: 275).
Wamkhaqullohurribaa wa yurbishshodaqooh, wallohulaa yukhibbu kullu kaffarin atsiim (Al Baqarah 276).
"Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sodaqoh. Alloh tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa." (Al Baqarah 276).
Yaa ayyuhaalladziina aamanuttaqulloha wa dzaruumaa baqiya minarribaa inkuntum mu'miniin (Al Baqarah 278)
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang yang beriman." Al Baqarah 278).
Faillam taf'aluu faadzunubi kharbimminallohi wa rosuulihi, wa intubtum falakum ru uusu amwaalikum, laa tadhlimuuna wa laatudhlamuun (Al Baqarah 279).
"Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Alloh dan rosul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat dzalim (merugikan) dan tidak didzalimi (dirugikan)." Al Baqarah 279.
Wamaa aataitummirribaalliyarbu wa fii amwaalinnaasi falaa yarbuu'indalloh, wa maa aataitummin zakaatin turiiduuna wajhallohi faulaaika humulmudh'ifuun (Ar-Rum: 39).
"Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Alloh. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridhooan Alloh, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)." (Ar-Rum: 39).
Wa akhdzi himurribaawa qodnuhuu'anhu wa aklihim amwaalannasi bil baathili, wa a'tadnaa lilkaafiriina minhum'adzaabaan aliim. Laakinirroo sikhuuna fil'ilmi minhum wal mu'minuuna yu'minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila minqoblika wal muqiimiinshsholaata wal muutuunazzakaata wal mu'minuuna biillahi wal yaumil aakhir, ilaaika sanuutiihim ajroon'adhiim (An-Nisa: 161-162).
"dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (bathil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih. Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar." (An-Nisa: 161-162).
Yaa ayyuhaalladziina aamanuu laa taa kuluurribaa adh'aafammudhoo'afatawwattaqulloha la'allakum taflikhuun (Ali Imron: 130).
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Alloh agar kamu beruntung." (Ali Imron: 130).
Semoga beberapa ayat di atas dapat menjelaskan tentang RIBA. Banyak orang yang menantang, mana dalilnya, mana sumbernya, bagaimana bunyinya saat diberikan nasehat untuk menjauhi RIBA. Nah, semoga ayat-ayat di atas sedikit banyak dapat menjadi sumber bagi saudara-saudara yang sedang mencari hidayah.
Mohon maaf jika banyak saudara saya yang merasa sakit hati dengan postingan-postingan saya. Jika memang berkenan, silahkan bacalah. Jika tidak berkenan, paling tidak saya sudah melaksanakan kewajiban saya sebagai sesama muslim. Dan jika berghibah, Alhamdulillah, berkuranglah dosa-dosa saya.
Wassalamu'alaikum..
Sabtu, 24 Oktober 2009
Azab Bagi Indonesia Dalam Surat Al-Kahfi
Berbagai cobaan seperti bencana alam, kemiskinan, kerusuhan, ketidaknyamanan dll yang melanda bangsa Indonesia adalah semata-mata karena perbuatan mereka sendiri. Mereka yang terpukau akan dunia. Mereka yang tak pernah mengindahkan akan peringatan Alloh SWT sebelum mereka benar-benar mebuat murka Sang Rabb. Telah tersurat dan tersirat dalam Al-Qur’an akan peringatan-peringatan itu, namun manusia selalu mengingkarinya dan mengacuhkannya. Berikut adalah sedikit renungan bagi orang-orang yang tak mengindahkan larangan-Nya di dalam Surat Al-Kahfi :
Ayat 54
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.
Ayat 55
Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Alloh yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
Ayat 56
Dan tidaklah kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan ynagg batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka mengganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
Ayat 57
Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
Ayat 58
Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.
Ayat 59
Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
Demikian adalah yang saya lihat dari keadaan bangsa Indonesia menurut pandangan saya dari ayat-ayat di atas. Terlalu banyak kemunafikan, kebusukan dan kebiadaban yang terlalu banyak dilakukan orang-orang yang berpijak di bumi tercinta kita, Indonesia. Banyak sekali orang yang berebut menjadi pemimpin bukan untuk memberikan kebaikan bagi rakyatnya, melainkan untuk mengambil keuntungan duniawi bagi diri mereka sendiri. Banyak sekali orang berlomba untuk menjadi pintar lantas mengamalkan kebajikan di dunia ini, namun malah membodohi orang yang lemah dan tak mampu. Banyak orang yang mampu dalam urusan agama dan melakukan syiar daripadanya hanya semata-mata demi ketenaran dan gelimang dunia, bukan semata-mata memberikan petunjuk dan teladan yang mulia bagi orang yang belum mengetahuinya. Banyak orang yang kuat lantas melindungi orang lain yang lemah, namun lebih menindas mereka dengan penuh keji. Lihatlah setitik azab Alloh di Kota Padang dan Tasikmalaya. Hanya ketika azab itu telah datang, maka manusia akan berlomba untuk menyebut nama Tuhannya.
“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”
“telah ku dapatkan sebuah cahaya dalam peluk dan kasih-Nya…”
“dan aku benar-benar yakin bahwa Dia teramat dekat dengan hamba-hamba-Nya…”
Belong’s to Tom’s…
Ayat 54
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.
Ayat 55
Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Alloh yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
Ayat 56
Dan tidaklah kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan ynagg batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka mengganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
Ayat 57
Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
Ayat 58
Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.
Ayat 59
Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
Demikian adalah yang saya lihat dari keadaan bangsa Indonesia menurut pandangan saya dari ayat-ayat di atas. Terlalu banyak kemunafikan, kebusukan dan kebiadaban yang terlalu banyak dilakukan orang-orang yang berpijak di bumi tercinta kita, Indonesia. Banyak sekali orang yang berebut menjadi pemimpin bukan untuk memberikan kebaikan bagi rakyatnya, melainkan untuk mengambil keuntungan duniawi bagi diri mereka sendiri. Banyak sekali orang berlomba untuk menjadi pintar lantas mengamalkan kebajikan di dunia ini, namun malah membodohi orang yang lemah dan tak mampu. Banyak orang yang mampu dalam urusan agama dan melakukan syiar daripadanya hanya semata-mata demi ketenaran dan gelimang dunia, bukan semata-mata memberikan petunjuk dan teladan yang mulia bagi orang yang belum mengetahuinya. Banyak orang yang kuat lantas melindungi orang lain yang lemah, namun lebih menindas mereka dengan penuh keji. Lihatlah setitik azab Alloh di Kota Padang dan Tasikmalaya. Hanya ketika azab itu telah datang, maka manusia akan berlomba untuk menyebut nama Tuhannya.
“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”
“telah ku dapatkan sebuah cahaya dalam peluk dan kasih-Nya…”
“dan aku benar-benar yakin bahwa Dia teramat dekat dengan hamba-hamba-Nya…”
Belong’s to Tom’s…
Sebuah Harga Diri dan Perjuangan Seorang Penjual Koran
Maaf jika saya baru bisa posting dan menyalurkan kata-kata yang teruntai dalam kalimat. Banyak hal yang harus saya selesaikan terkait dengan masalah pribadi dan orang lain. Kali ini kembali saya akan bercerita. Ya, cerita tentang kehidupan, tentang orang lain, tentang orang-orang yang ada di sekitar saya.
Ketika saya selesai kuliah dan hendak pulang ke kos, saya menjumpai seorang penjual Koran di perempatan jalan.ya, di perempatan jalan Kompi Mako Brimob atau di perempatan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Saya tidak hanya sekali menjumpai, namun hampir setiap hari saya menjumpai penjual koran jalanan tersebut. Ada satu hal yang membedakan penjual koran tersebut dengan yang lainnya. Dia memiliki kelainan fisik dan mental. Dia berjalan pincang sembari menawarkan koran yang dibawanya. Tanpa kata-kata karena bisu yang dideritanya.
Pada waktu itu, cuaca sangat panas dan menyengat kulit. Terasa sangat ketika lampu merah menyala. Penjual koranpun segera menawarkan dagangannya kepada saya. Karena rasa iba atas keadaan penjual tersebut, kemudian saya menyodorkan selembar uang kertas yang mungkin menurut saya cukup untuk makan dan minum sekali, sesuai dengan ukuran apa yang saya makan. Namun begitu mencengangkan. Penjual itu menolaknya dengan isyarat. Dia mengisyaratkan jika ia bukan pengemis dan tak membutuhkan belas kasihan. Penjual itu malah menyodorkan koran agar saya mau membeli, bukan memberikan uang secara cuma-cuma.
Mata saya begitu terpana dan merasa sangat pedih melihat hal itu. Hati saya teriris melihat apa yang telah dilakukan penjual koran yang pincang, bisu dan terkadang meneteskan air liur di bajunya. Saya hanya bisa diam sembari penjual itu menawarkan korannya kepada orang lain. Dalam hati saya berkata, semoga surga yang akan membalas perjuanganmu. Kaulah salah satu guru terbaik yang pernah saya temui. Bukan dari buku, dosen atau profesor-profesor yang selama ini menyalurkan ilmunya. Saya melihat sebuah harga diri yang begitu tinggi dan mulia, bahkan melebihi orang yang selalu rajin beribadah namun hatinya keruh akan duniawi. Keruh akan kebusukan-kebusukan demi kebahagiaan diri sendiri.
Kembali saya berkata dalam hati, betapa ia memiliki martabat dan harga diri yang begitu tinggi meskipun dengan kekurangan yang menderanya. Ia jadikan kekurangan itu bukan sebagai alasan untuk berlemah diri, namun untuk semakin maju menjalani hidup yang keras.
Namun saya tak kurang akal. Esoknya saya letakan selembar uang dengan jumlah yang sama di atas koran-koran yang dibungkus plastik yang tergeletak di pinggir jalan sebagai tanda penghormatan saya pada waktu kemarin ketika ia tengah menawarkan koran kepada pengguna jalan. Saya sengaja melakukannya karena ia pasti akan menolaknya ketika saya memberikannya lagi. Jadi saya harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi agar ia mengira itu adalah uang hasil penjualan koran-korannya.
Itulah sedikit cerita dari saya. Mungkin dapat mengilhami dan menjadi pelajaran bagi orang lain. Betapa harga diri dan martabat begitu mahal dan tinggi, bahkan tak mampu diukur dengan materi sekalipun. Betapa perjuangan tak harus berhenti akibat sebuah kegagalan dan kekurangan. Jika anda ingin menyaksikan guru hidup saya tersebut, Insya Alloh dapat kalian jumpai di tempat-tempat yang saya tunjukan tersebut. Saya tak berkehendak sombong atau angkuh atas apa yang saya lakukan, namun saya hanya ingin berbagi akan pelajaran hidup kepada orang lain. Jika kalian belum tentu mulia dari orang yang kalian anggap hina. Jika kalian belum tentu lebih tinggi derajatnya dari orang yang kalian anggap rendah hidupnya.
(mungkin lain waktu saya akan mengambil gambar penjual koran tersebut agar kalian lebih percaya akan kenyataan yang ada).
(many thanks buat Kang Opik. Pikiran saya menjadi sangat terbuka setelah membaca karya Virginia. Pelajaran untuk menuju kesuksesan bukan hanya melalui bangku pendidikan secara formal, tapi lebih menuju kepada kehidupan yang sebenarnya. Ojo bosen-bosen aweh pitutur go aku Kang! Matur nuwun…)
“melihatmu bahagia adalah sebuah anugrah terindah yang ku miliki…”
“biarkan aku menerima dan menjalankan titah Sang Rabb melalui tangan-tangan Jibril…”
“karena sesungguhnya, Ialah Kekasih Sejati yang selalu ada…”
“seperti halnya dirimu…”
“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”
Ketika saya selesai kuliah dan hendak pulang ke kos, saya menjumpai seorang penjual Koran di perempatan jalan.ya, di perempatan jalan Kompi Mako Brimob atau di perempatan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Saya tidak hanya sekali menjumpai, namun hampir setiap hari saya menjumpai penjual koran jalanan tersebut. Ada satu hal yang membedakan penjual koran tersebut dengan yang lainnya. Dia memiliki kelainan fisik dan mental. Dia berjalan pincang sembari menawarkan koran yang dibawanya. Tanpa kata-kata karena bisu yang dideritanya.
Pada waktu itu, cuaca sangat panas dan menyengat kulit. Terasa sangat ketika lampu merah menyala. Penjual koranpun segera menawarkan dagangannya kepada saya. Karena rasa iba atas keadaan penjual tersebut, kemudian saya menyodorkan selembar uang kertas yang mungkin menurut saya cukup untuk makan dan minum sekali, sesuai dengan ukuran apa yang saya makan. Namun begitu mencengangkan. Penjual itu menolaknya dengan isyarat. Dia mengisyaratkan jika ia bukan pengemis dan tak membutuhkan belas kasihan. Penjual itu malah menyodorkan koran agar saya mau membeli, bukan memberikan uang secara cuma-cuma.
Mata saya begitu terpana dan merasa sangat pedih melihat hal itu. Hati saya teriris melihat apa yang telah dilakukan penjual koran yang pincang, bisu dan terkadang meneteskan air liur di bajunya. Saya hanya bisa diam sembari penjual itu menawarkan korannya kepada orang lain. Dalam hati saya berkata, semoga surga yang akan membalas perjuanganmu. Kaulah salah satu guru terbaik yang pernah saya temui. Bukan dari buku, dosen atau profesor-profesor yang selama ini menyalurkan ilmunya. Saya melihat sebuah harga diri yang begitu tinggi dan mulia, bahkan melebihi orang yang selalu rajin beribadah namun hatinya keruh akan duniawi. Keruh akan kebusukan-kebusukan demi kebahagiaan diri sendiri.
Kembali saya berkata dalam hati, betapa ia memiliki martabat dan harga diri yang begitu tinggi meskipun dengan kekurangan yang menderanya. Ia jadikan kekurangan itu bukan sebagai alasan untuk berlemah diri, namun untuk semakin maju menjalani hidup yang keras.
Namun saya tak kurang akal. Esoknya saya letakan selembar uang dengan jumlah yang sama di atas koran-koran yang dibungkus plastik yang tergeletak di pinggir jalan sebagai tanda penghormatan saya pada waktu kemarin ketika ia tengah menawarkan koran kepada pengguna jalan. Saya sengaja melakukannya karena ia pasti akan menolaknya ketika saya memberikannya lagi. Jadi saya harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi agar ia mengira itu adalah uang hasil penjualan koran-korannya.
Itulah sedikit cerita dari saya. Mungkin dapat mengilhami dan menjadi pelajaran bagi orang lain. Betapa harga diri dan martabat begitu mahal dan tinggi, bahkan tak mampu diukur dengan materi sekalipun. Betapa perjuangan tak harus berhenti akibat sebuah kegagalan dan kekurangan. Jika anda ingin menyaksikan guru hidup saya tersebut, Insya Alloh dapat kalian jumpai di tempat-tempat yang saya tunjukan tersebut. Saya tak berkehendak sombong atau angkuh atas apa yang saya lakukan, namun saya hanya ingin berbagi akan pelajaran hidup kepada orang lain. Jika kalian belum tentu mulia dari orang yang kalian anggap hina. Jika kalian belum tentu lebih tinggi derajatnya dari orang yang kalian anggap rendah hidupnya.
(mungkin lain waktu saya akan mengambil gambar penjual koran tersebut agar kalian lebih percaya akan kenyataan yang ada).
(many thanks buat Kang Opik. Pikiran saya menjadi sangat terbuka setelah membaca karya Virginia. Pelajaran untuk menuju kesuksesan bukan hanya melalui bangku pendidikan secara formal, tapi lebih menuju kepada kehidupan yang sebenarnya. Ojo bosen-bosen aweh pitutur go aku Kang! Matur nuwun…)
“melihatmu bahagia adalah sebuah anugrah terindah yang ku miliki…”
“biarkan aku menerima dan menjalankan titah Sang Rabb melalui tangan-tangan Jibril…”
“karena sesungguhnya, Ialah Kekasih Sejati yang selalu ada…”
“seperti halnya dirimu…”
“aku tak sebaik yang kau kira…”
“dan aku tak seburuk yang kau sangka…”
Jumat, 09 Oktober 2009
Apakah Do'a Itu Telah Menggema?
Do'a, satu kata yang banyak didengar & dilantunkan oleh banyak orang. Namun tak banyak orang belum tentu mendapatkan jawaban dari do'a tersebut. Atau mungkin menurut saya, bukan mendapatkan, namun belum mampu membaca jawaban yang tersirat dari do'a tersebut.
Orang yang memiliki pengetahuan agama yang kuat, memiliki pakaian yang bagus serta wewangian yang harum semerbak belum tentu mampu mendapatkan dengan mudah dibandingkan dengan seorang pengemis jalanan yang dekil, kotor ataupun berbau tak sedap.
Orang yang memiliki pengetahuan agama yang kuat, memiliki pakaian yang bagus serta wewangian yang harum semerbak belum tentu mampu mendapatkan dengan mudah dibandingkan dengan seorang pengemis jalanan yang dekil, kotor ataupun berbau tak sedap.
Pernah saya mendengar, seorang pejabat sekaligus baik agamanya berdo'a memohon sesuatu kepada Tuhannya. Ia meminta agar ia mendapatkan lebih banyak rizki. Setiap malam setiap waktu. Namun tak kunjung datang jawaban itu. Lalu suatu ketika ia melihat seorang pengemis yang sedang sholat dan memanjatkan sesuatu kepada Tuhannya dan setelah selesai, pejabat itu bertanya kepada pengemis tersebut. "Apakah yang kau panjatkan kepada Tuhanmu?" Si pengemispun menjawab, "Saya hanya meminta sedikit rizki dan berkah serta kesabaran bagiku. Dan alhamdulillah, Tuhan selalu memberikan jawaban itu padaku." Lalu pejabat itupun berkata, "Saya sudah meminta itu berulang kali,bahkan setiap waktu,namun tak kunjung datang jawaban dari permintaan itu. Padahal saya jauh lebih baik darimu. Pakaian saya lebih bagus, bersih dan wangi. Sayapun telah meminta langsung ketika saya sedang berhaji. Lantas kenapa belum juga terwujud?" Pengemispun kembali berkata, "Bukan emas permata yang menempel di tubuh yang menjanjikan terkabulnya, bukan wewangian sesemerbak bunga surga yang tercium dari tubuh, bukan pakaian yang mahal atau indah dan seberapa jauh ke tempat lain ia menjalankan ibadahnya. Namun ketulusan dan kerendahan dirilah yang utama. Jawaban itu tak harus nampak, namun halus tersirat. Saya meminta rizki, mungkin itu hadir dalam bentuk ketegaran jiwa dan raga. Saya meminta kesabaran, bukan berarti saya seketika menjadi orang yang sabar, namun Tuhan menghadirkan orang-orang yang mempu memberikan dan melatih kesabaran bagiku. Cobalah untuk tidak sombong dan angkuh dihadapan Tuhanmu,Insya Alloh permintaanmu akan terkabul."
Mendengar jawaban tersebut, pejabat itupun langsung memeluk seraya menangis dan mencium tangan pengemis. Dia berkata jika dia tak lebih baik dan lebih mulia dari orang-orang yang dianggap rendah olehnya.
Itu adalah sedikit contoh dari apa yang saya bicarakan. Ketika saya hendak berdo'a atau sholat, hanya satu yang ada dipikiran saya. Apakah makhluk yang hina seperti saya masih pantas untuk meminta? Namun hati saya kemudian berkata, Tuhanku adalah Dzat mulia dari yang paling mulia, Dzat penyayang dari segala maha penyayanng. Kiranya Dia pasti berkehendak menerima saya. Namun saya juga tak lupa untuk lebih mengutamakan penampilan saya. Untuk pergi dengan seorang wanita atau hendak bertemu pejabat saja harus berpakaian rapi, bersih dan sopan serta harum mewangi, mengapa untuk bertemu dan bersimpuh dihadapan Kekasih Sejati yang amat dicinta harus mengenakan penampilan ala kadarnya?
Posted by :
Sickman
"aku tak sebaik yang kau kira..."
"dan aku juga tak seburuk yang kau sangka..."
Kamis, 08 Oktober 2009
Apakah Neraka Adalah Imajinasi Manusia?
Berbicara tentang neraka, surga atau akherat, itu adalah hal yang menjadi urusan Tuhan, yang menguasai alam semesta ini. Dalam setiap agama, pastilah selalu ada penjelasan atau pemaparan tentang dua hal tersebut. Saya sebagai muslim, percaya jika neraka ataupun surga itu diciptakan oleh Tuhan.
Pernahkah kalian mendengar Lucifer? The Hell Angel yang menjadi penguasa kegelapan dan menguasai neraka? Father of devil, ayah dari para setan yang mencabut nyawa manusia ketika ajalnya tiba?
Saya melakukan postingan ini setelah saya membaca buku dan melihat movienya langsung, bahkan movie ini masih saya simpan. Sepengetahuan saya, dilihat dan ditelaah dari segi agama apapun, setiap malaikat yang menjadi Tangan Tuhannya tidaklah memiliki anak ataupun diperanakan. Namun dibuku atau movie yang saya lihat, disini, Lucifer, malaikat neraka memiliki putra yang Bernama Mammon.
Lalu mengapa saya mempertanyakan tentang neraka sebagai imajinasi manusia?
Awalnya, Lucifer adalah malaikat penghuni surga, yang dititahkan untuk mengabdi kepada Tuhan. Namun karena suatu hal, Lucifer membinasakan salah satu malaikat yang ada di surga. Tuhanpun murka dan marah, lantas mengusir Lucifer dari Surga. Akibat pengusiran tersebut, Luciferpun merasa tak terima dan ingin melampiaskan kekesalannya itu. Dia turun ke bumi dan mengacaukan segala isinya. Mulai membuat keonaran dan kecemasan. Lucifer membuat ide penyiksaan di bumi seperti membakar manusia hidup-hidup, memotong lidah menggunakan besi panas, memasukan manusia ke dalam tungku kemudian merebusnya, menusukkan besi panas dari lubang anusnya hingga menembus ke kepala. Dari kenyataan tersebut, manusia beranggapan jika Lucifer identik dengan keberadaan api dan siksaan yang pedih. Lucifer yang memiliki sayap naga dan penuh dengan kekejaman. Tak hanya sampai disitu, ternyata Luciferpun mengirimkan tentaranya untuk membujuk manusia agar mau menjadi tentaranya dengan rayuan dan janji palsunya. Menjanjikan kekayaan yang berlimpah bagi manusia.
Dari kenyataan cerita tersebut, Lucifer kemudian dianggap sebagai penguasa neraka dan malaikat maut oleh manusia.
Nah,pertanyaan saya akhirnya bisa beralasan kan? Apakah sebenarnya neraka itu bagi sebagian orang hanya sebagai imajinasi atau khayalan belaka yang mereka ciptakan sendiri atau memang benar-benar mereka yakini sebagai ciptaan Tuhannya?
Referance :
Movie ( The History of Devil )
Book ( Biografi Setan )
Namun ada beberapa hal yang berkaitan tentang dua tempat itu yang menjadi pertanyaan bagi saya. Saya sedang tidak rasis ataupun melecehkan agama lain. Namun justru saya sedang belajar tentang kehidupan, entah itu berasal dari apapun. Selama itu bermanfaat dan berguna bagi saya dan orang lain, selama itulah saya tidak akan membedakan asal-usulnya. Semua manusia sama, hanya takdirlah yang membedakan ketika ia harus ditempatkan dimana.
Pernahkah kalian mendengar Lucifer? The Hell Angel yang menjadi penguasa kegelapan dan menguasai neraka? Father of devil, ayah dari para setan yang mencabut nyawa manusia ketika ajalnya tiba?
Saya melakukan postingan ini setelah saya membaca buku dan melihat movienya langsung, bahkan movie ini masih saya simpan. Sepengetahuan saya, dilihat dan ditelaah dari segi agama apapun, setiap malaikat yang menjadi Tangan Tuhannya tidaklah memiliki anak ataupun diperanakan. Namun dibuku atau movie yang saya lihat, disini, Lucifer, malaikat neraka memiliki putra yang Bernama Mammon.
Lalu mengapa saya mempertanyakan tentang neraka sebagai imajinasi manusia?
Awalnya, Lucifer adalah malaikat penghuni surga, yang dititahkan untuk mengabdi kepada Tuhan. Namun karena suatu hal, Lucifer membinasakan salah satu malaikat yang ada di surga. Tuhanpun murka dan marah, lantas mengusir Lucifer dari Surga. Akibat pengusiran tersebut, Luciferpun merasa tak terima dan ingin melampiaskan kekesalannya itu. Dia turun ke bumi dan mengacaukan segala isinya. Mulai membuat keonaran dan kecemasan. Lucifer membuat ide penyiksaan di bumi seperti membakar manusia hidup-hidup, memotong lidah menggunakan besi panas, memasukan manusia ke dalam tungku kemudian merebusnya, menusukkan besi panas dari lubang anusnya hingga menembus ke kepala. Dari kenyataan tersebut, manusia beranggapan jika Lucifer identik dengan keberadaan api dan siksaan yang pedih. Lucifer yang memiliki sayap naga dan penuh dengan kekejaman. Tak hanya sampai disitu, ternyata Luciferpun mengirimkan tentaranya untuk membujuk manusia agar mau menjadi tentaranya dengan rayuan dan janji palsunya. Menjanjikan kekayaan yang berlimpah bagi manusia.
Dari kenyataan cerita tersebut, Lucifer kemudian dianggap sebagai penguasa neraka dan malaikat maut oleh manusia.
Nah,pertanyaan saya akhirnya bisa beralasan kan? Apakah sebenarnya neraka itu bagi sebagian orang hanya sebagai imajinasi atau khayalan belaka yang mereka ciptakan sendiri atau memang benar-benar mereka yakini sebagai ciptaan Tuhannya?
Referance :
Movie ( The History of Devil )
Book ( Biografi Setan )
Senin, 05 Oktober 2009
Sebagian Dari Tanda Kekuasaan-Nya
Seperti apa yang selalu saya katakan dan do’akan.
“ Kehendak-Mu adalah kehendakku dan kehendakku adalah kehendak-Mu. Sebenar-benar dan sesungguh-sungguhnya, Kaulah yang menguasai takdirku. Dan biarkanlah kehendak-Mu menjadi kehendakku atas apa yang terjadi padaku agar aku tak merasa berat hati. Sesungguhnya, akulah sang peminta dan Engkaulah Sang Pemberi”.
Gempa bumi yang melanda Kota Tasikmalaya terjadi pada pukul 15.04 WIB benar-benar menjadi cobaan bagi suadara kita yang jauh di sana. Telah tersirat dari kejadian tersebut atas firman-firman dan keagungan Alloh SWT. Lihatlah pada waktu terjadinya gempa bumi tersebut, merupakan pesan yang disampaikan bagi umat-umatNya. 15, menunjukan surat ke-15 dari Al-Qur’an yaitu Surat Al Hijr. Sedangkan 04 menunjukan ayat ke-4 dari surat tersebut yang berbunyi :
Wamaa ahlaknaa minqoryatin illaa walahaa kitabumma’luum {Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan}.
Lalu untuk gempa bumi yang terjadi di Kota Padang, yang terjadi dua kali yaitu pada pukul 17.16 dan 17.18 WIB juga tersirat pesan dari kitab Alloh yang teramat sangat menunjukan kebesaran-Nya. 17 menunjukan surat ke-17 dalam Al-Qur’an yaitu Surat Al Israa’. Dan 16 dan 18 menunjukan ayat yang terdapat dalam surat tersebut yang berbunyi :
Al Israa’:16
Wa idzaa arodnaa annuhlika quryatan aamarnaa mutrofiihaa fafasaquufiiha fakhaqqo’alaihaalqoulu wadammarnaaha tadmiir {Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Alloh) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya}.
Al Israa’: 18
Mankaana yuriidul’ajilata’ajalnaalahufiiha maanatsauu limannuriiduu tsumma ja’alnaa lahuu jahannama yaslaahaa madzmuumaammadkhuur {Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir}.
Lalu untuk gempa yang terdapat di Jambi terjadi pada puku 08.52 WIB. Kita kembali telaah dari waktu yang ada. Kita lihat lihat surat ke-8, yaitu Surat An Anfaal. Kemudian kita baca dan resapi makna ayat ke-52 dari surat tersebut yang berbunyi :
Kadaabi alii fir’auna walladziina minqoblihim kafaruu biaayaatillahi fa akhodzahumullahuu bidzunuubihim innallahaa qowiyyun tsadidul’iqoob {(keadaan mereka) serupa dengan keadaan fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Alloh, maka Alloh menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Alloh Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya}.
Semuanya telah tertulis indah di dalam kitab nan suci, Al-Qur’an. Namun tak banyak orang yang mampu membaca dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Jikalau azab dan murka-Nya telah turun dan meluluhlantahkan muka bumi, barulah orang-orang beramai-ramai memuji dan menyebut nama-Nya. Merasa hina dan tak berarti apa-apa dihadapan-Nya.
Semoga ketabahan selalu menyertai jiwa-jiwa dan hati para saudaraku yang tengah mengalami bencana. Sesungguhnya Alloh Maha Penyayang, agar kita mampu memaknai cobaan tersebut dengan hati yang lapang.
“aku tak sebaik yang kau kira…”
“namun aku juga tak seburuk yang kau sangka…”
“ Kehendak-Mu adalah kehendakku dan kehendakku adalah kehendak-Mu. Sebenar-benar dan sesungguh-sungguhnya, Kaulah yang menguasai takdirku. Dan biarkanlah kehendak-Mu menjadi kehendakku atas apa yang terjadi padaku agar aku tak merasa berat hati. Sesungguhnya, akulah sang peminta dan Engkaulah Sang Pemberi”.
Gempa bumi yang melanda Kota Tasikmalaya terjadi pada pukul 15.04 WIB benar-benar menjadi cobaan bagi suadara kita yang jauh di sana. Telah tersirat dari kejadian tersebut atas firman-firman dan keagungan Alloh SWT. Lihatlah pada waktu terjadinya gempa bumi tersebut, merupakan pesan yang disampaikan bagi umat-umatNya. 15, menunjukan surat ke-15 dari Al-Qur’an yaitu Surat Al Hijr. Sedangkan 04 menunjukan ayat ke-4 dari surat tersebut yang berbunyi :
Wamaa ahlaknaa minqoryatin illaa walahaa kitabumma’luum {Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan}.
Lalu untuk gempa bumi yang terjadi di Kota Padang, yang terjadi dua kali yaitu pada pukul 17.16 dan 17.18 WIB juga tersirat pesan dari kitab Alloh yang teramat sangat menunjukan kebesaran-Nya. 17 menunjukan surat ke-17 dalam Al-Qur’an yaitu Surat Al Israa’. Dan 16 dan 18 menunjukan ayat yang terdapat dalam surat tersebut yang berbunyi :
Al Israa’:16
Wa idzaa arodnaa annuhlika quryatan aamarnaa mutrofiihaa fafasaquufiiha fakhaqqo’alaihaalqoulu wadammarnaaha tadmiir {Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Alloh) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya}.
Al Israa’: 18
Mankaana yuriidul’ajilata’ajalnaalahufiiha maanatsauu limannuriiduu tsumma ja’alnaa lahuu jahannama yaslaahaa madzmuumaammadkhuur {Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir}.
Lalu untuk gempa yang terdapat di Jambi terjadi pada puku 08.52 WIB. Kita kembali telaah dari waktu yang ada. Kita lihat lihat surat ke-8, yaitu Surat An Anfaal. Kemudian kita baca dan resapi makna ayat ke-52 dari surat tersebut yang berbunyi :
Kadaabi alii fir’auna walladziina minqoblihim kafaruu biaayaatillahi fa akhodzahumullahuu bidzunuubihim innallahaa qowiyyun tsadidul’iqoob {(keadaan mereka) serupa dengan keadaan fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Alloh, maka Alloh menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Alloh Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya}.
Semuanya telah tertulis indah di dalam kitab nan suci, Al-Qur’an. Namun tak banyak orang yang mampu membaca dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Jikalau azab dan murka-Nya telah turun dan meluluhlantahkan muka bumi, barulah orang-orang beramai-ramai memuji dan menyebut nama-Nya. Merasa hina dan tak berarti apa-apa dihadapan-Nya.
Semoga ketabahan selalu menyertai jiwa-jiwa dan hati para saudaraku yang tengah mengalami bencana. Sesungguhnya Alloh Maha Penyayang, agar kita mampu memaknai cobaan tersebut dengan hati yang lapang.
“aku tak sebaik yang kau kira…”
“namun aku juga tak seburuk yang kau sangka…”
Sabtu, 20 Juni 2009
Kebo Bandel Bicara Tentang Fatimatuz Zahra
Kemarin-kemarin bebek tanya tentang Fatimatuz Zahra. Tapi berhubung waktu itu aku lagi masang stiker duck dihelmnya,ya jelas ga bisa konsen buat cerita.Jadi aku bikin aja dinotes. Jadi bisa dibaca sama orang lain juga.
Bernama Siti Fatimah atau Fatimah Az Zahra atau Fatimatuz Zahra yang artinya bunga yang mekar semerbak. Beliau adalah putri kesayangan Nabi.Sebagai cahaya ketika Nabi ditinggal oleh istri tercintanya.Beliau adalah wanita yang berakhlak mulia,pandai bersyukur,memiliki ibadah yang baik,santun,rendah hati,berjiwa besar,pemaaf serta menjaga dalam ucapannya agar tidak menyakiti orang lain.Beliau adalah bunga semerbak,yang menyebarkan kebaikan dan kemuliaan bagi orang yang lain. Yang menyebarkan kedamaian dan kebahagiaan bagi orang lain. Rasa tulus dan cinta kasihnya bagi orang yang lain.
Beliaulah buah cinta dari Sang Nabi. Ketika ayahnya turun dari medan perang,beliaulah yang membersihkan darah dari luka ayahnya. Ketika kaum kafir menghujani ayahnya dengan kotoran binatang,beliaulah yang membersihkan tubuh sang ayah. Membasuhnya dengan penuh kasih sayang.
Beliau adalah seorang wanita yang sabar dan mudah memberi. Pada suatu ketika,beliau melaksanakan ibadah puasa. Tiba saatnya berbuka,tiba-tiba datang seorang peminta yang kelaparan. Maka dengan mudah dan ikhlasnya beliau memberikan makanan itu kepada peminta dan menggantinya dengan air putih. Dan dihari berikutnya, hal samapun terjadi hingga hari berikutnya. Selama 3 hari beliau berpuasa,tak sedikitpun makanan yang masuk dalam tubuh beliau. Hingga pada saatnya,tubuh beliau menjadi lemah dan tak berdaya. Mendengar hal itu,Nabi menjadi sangat bersedih dan segera membawakan sepotong roti bagi putri tercintanya.
Itu merupakan contoh bagaimana beliau bersabar,ikhlas dan tegar dalam setiap kehidupannya.
Gimana? Bebek uda rada jelas kan?
Buat reader,mungkin bisa ngasih sedikit informasi.
"Ketika aku melihatnya,maka aku yakin,itulah setitik cahayanya"
Bernama Siti Fatimah atau Fatimah Az Zahra atau Fatimatuz Zahra yang artinya bunga yang mekar semerbak. Beliau adalah putri kesayangan Nabi.Sebagai cahaya ketika Nabi ditinggal oleh istri tercintanya.Beliau adalah wanita yang berakhlak mulia,pandai bersyukur,memiliki ibadah yang baik,santun,rendah hati,berjiwa besar,pemaaf serta menjaga dalam ucapannya agar tidak menyakiti orang lain.Beliau adalah bunga semerbak,yang menyebarkan kebaikan dan kemuliaan bagi orang yang lain. Yang menyebarkan kedamaian dan kebahagiaan bagi orang lain. Rasa tulus dan cinta kasihnya bagi orang yang lain.
Beliaulah buah cinta dari Sang Nabi. Ketika ayahnya turun dari medan perang,beliaulah yang membersihkan darah dari luka ayahnya. Ketika kaum kafir menghujani ayahnya dengan kotoran binatang,beliaulah yang membersihkan tubuh sang ayah. Membasuhnya dengan penuh kasih sayang.
Beliau adalah seorang wanita yang sabar dan mudah memberi. Pada suatu ketika,beliau melaksanakan ibadah puasa. Tiba saatnya berbuka,tiba-tiba datang seorang peminta yang kelaparan. Maka dengan mudah dan ikhlasnya beliau memberikan makanan itu kepada peminta dan menggantinya dengan air putih. Dan dihari berikutnya, hal samapun terjadi hingga hari berikutnya. Selama 3 hari beliau berpuasa,tak sedikitpun makanan yang masuk dalam tubuh beliau. Hingga pada saatnya,tubuh beliau menjadi lemah dan tak berdaya. Mendengar hal itu,Nabi menjadi sangat bersedih dan segera membawakan sepotong roti bagi putri tercintanya.
Itu merupakan contoh bagaimana beliau bersabar,ikhlas dan tegar dalam setiap kehidupannya.
Gimana? Bebek uda rada jelas kan?
Buat reader,mungkin bisa ngasih sedikit informasi.
"Ketika aku melihatnya,maka aku yakin,itulah setitik cahayanya"
Langganan:
Postingan (Atom)