Sabtu, 20 Juni 2009

Kebo Bandel Bicara Tentang Melawan Naluri

Ups,apa bener ya yang aku bicarain ini? Tentang melawan naluri. Kalian tau apa arti naluri? Kalau ga,mungkin aku bisa sedikit ngasih contohnya buat kalian tentang naluri cewe dan cowo. Contoh yang aku tulis ini dalam bentuk umum,bukan spesifik. Cowo,mempunyai naluri alami menjaga,maskulin,ingin selalu melindungi. Sedangkan cewe memiliki naluri alami ingin dicintai dan disayangi. Contoh tersebut baru tentang contoh naluri.
Sekarang aku akan ngasih kalian contoh seperti apa melawan naluri itu.

Waktu kalian suka sama seseorang. Naluri kamu bilang,kamu suka dan sayang sama orang itu. Tapi berhubung gengsi atau ego kamu yang bicara,kamu jadi bilang kalau kamu ga suka dan ga sayang sama orang itu. Kalau ga karena itu,mungkin tekanan dari luar yang bilang kalo orang itu ga pantes atau ga cocok buat kamu. So,apa yang terjadi? Kalian tersiksa kan? That's right.
Buat aku,naluri itu sisi terdekat dengan aku. Aku ibaratin,kalau aku tu sebuah komputer atau PC,maka naluri aku tu program buat aku. jadi, kalau program itu error gara-gara kena virus atau yang lainnya,maka komputer itu jadi error semuanya. Jadi rusak lah kalau kalian ga tau error tu apa.
Sekarang kalian tau,apa kesimpulan dari melawan naluri itu? The answer is NYIKSA DIRI!!! Tu jawabannya. Selama ini aku selalu ga comfort dan hidup aku kacau. Ternyata setelah aku renungin,selama ini aku tu selalu melawan naluri aku sendiri. Dan sekarang setelah aku tau tentang hal ini,aku jadi belajar buat ngikutin dan ga melawan naluri aku sendiri.
So, pesan aku. Jangan sekali-kali kalian melawan naluri kalian sendiri. Karena kalau ga,kalian bakal tau akibatnya sendiri. Kalian bakal nyiksa diri kalian sendiri.Daripada susah-susah gitu,kenapa ga bunuh diri aja sekalian.
Oke,mungkin itu bisa sedikit membantu kalian buat bikin hidup kalian jadi lebih indah.

Kebo Bandel Bicara Tentang Rasa Takut

Kali ini aku lagi ga cerita tentang setan,hantu atau hal-hal nyeremin lainnya. Aku tau dan percaya mereka ada,tapi bukan itu yang aku takutin. Aku serius dan lagi ga bercanda. Kali ini sebuah perenungan. Jangan pikir orang seperti aku ga bisa buat merenung. Ya,aku pengen cerita bagaimama rasa takut itu punya arti lebih buat aku. Ketika aku takut,ketika itu juga aku menemukan sisi baik dari diri aku.
Ketika aku takut dengan Tuhan,maka aku ingin menjadi lebih dekat denganNya.
Ketika aku takut kehilangan nyawa, maka aku menjadi lebih perhatian,sayang dan berusaha agar waktu aku ga sia-sia.
Ketika aku takut jauh dari orang tua aku,maka aku menjadi lebih belajar untuk lebih menghormati mereka.

Ketika aku takut akan dosa,maka aku menjadi lebih berusaha untuk menebus dosa-dosa aku.
Ketika aku takut menjadi orang bodoh,maka aku menjadi lebih giat mencari bekal ilmu.
Ketika aku takut berbohong,maka aku akan berusaha untuk lebih jujur.
Ketika aku takut akan kegelapan,maka aku menjadi lebih belajar menghargai sebuah cahaya.
Ketika aku takut sedih,maka aku menjadi lebih berusaha untuk menciptakan kebahagiaan disekeliling aku.
Ketika aku takut dikhianati,maka aku menjadi lebih setia dan percaya terhadap sesuatu dan siapapun itu.
Ketika aku takut disakiti,maka aku akan menjadi lebih belajar untuk tidak menyakiti.
Ketika aku takut tidak termaafkan,maka aku menjadi lebih belajar untuk mudah memaafkan.
Ketika aku takut bersalah,maka aku menjadi lebih berusaha untuk berbuat benar.
Dan sekarang,aku benar-benar takut kehilangan secercah Fatimatuz Zahra itu,maka aku menjadi lebih berusaha dan belajar untuk menjaga dan mengerti akan dirinya. Agar aku lebih dekat dengannya. Agar aku lebih perhatian dan menyayanginya. Agar aku lebih menghormatinya. Agar aku berlaku jujur dengannya. Agar aku tak menghadirkan kegelapan baginya. Agar aku dapat membahagiakannya. Agar aku tak mengkhianatinya. Agar aku tak menyakitinya. Agar aku mudah untuk memaafkannya dan agar aku selalu dapat berbuat benar kepadanya.


Inspirated by Bebek Bandel

Tidur Membawa Berkah

Ini bukan tentang cerita atau sinetron yang judulnya Doa Membawa Berkah, yang kalau ga salah pemainnya Anjasmara, bener? Kalau salah, berarti adiknya yang maen lah, Anjasnesu. Ya, buat aku, tidur itu berkah. Banyak manfaatnya yang pasti, apalagi buat anak kost seperti aku.

Pertama, lebih ngirit uang makan. Ya iyalah, kebanyakan tidur itu jadi lupa waktu dan makan. Kedua, cara cepat gemukin badan dengan biaya seefektif mungkin dan dalam waktu yang seefisien mungkin. Ga perlu minum susu wheight again yang mahal, ga enak karena mirip bekatul (bekatul tu makanan ayam atau bebek. Wah, ternyata bebek ga cuma suka makan burger, lumpia boom, donat panggang alias burnet donut kalau ga salah tu namanya atau molen doank ya? Pantesan aja bebek gemuk), isinya banyak dan harus habis dalam waktu 2 minggu. Ketiga, so pasti bikin ortu bahagia. Waktu aku pulang, pasti mamie aku seneng banget waktu liat badan aku melar kaya bakpao. Ya, walaupun ga tau kalau aku tu kena busung tidur (ga cuma ada busung lapar, busung tidur juga ada. Bedanya, kalau busung lapar kan badan keliatam gemuk gara-gara keseringan lapar. Kalau busung tidur tu, badan keliatan gemuk gara-gara keseringan tidur). Keempat, alasan paling tepat buat nolak temen yang ngajak maen. Jelas, dengan alasan kita lagi tidur, kita bisa bilang kalau tadi ga tau ada sms atau telfon yang masuk dari temen. Atau juga kita bisa bilang kalau tadi ga tau ada temen yang datang ke rumah atau kost sebab kita lagi tidur. Kelima, bensin jadi irit. Itu rumus pasti dari aku. Semakin banyak input tidur aku, semakin sedikit output buat beli bensin. Sepertinya itu hal sepele, tapi gede buat aku. Apalagi aku hidup di kota Adiningrat. Tau ga kota Adiningrat tu dimana? Jogja tau! Keenam, kalian pikir sendiri lah. Itung-itung buat PR.
Nah, inti dari berkah tidur tadi, menurut aku cuma ada 1. TIDUR ITU NGIRIT ALIAS BIKIN HEMAT. Sedangkan ada pepatah juga bilang, hemat pangkal kaya. So, kalau kalian pengin jadi orang kaya, 1 pesan aku. TINGKATKAN KUANTITAS TIDUR KALIAN.
Selamat mencoba..

Sejarah Kebo Bandel

Kemarin ada yang tanya, kenapa aku dapat julukan kebo, kebo bandel lengkapnya. Aku ga tau kenapa dapat panggilan gitu. Yang jelas, tu nama animal aku mungkin. Tapi yang lebih jelas lagi, aku lagi ga niru Raditya Dika, si kambing jantan, karena aku dapat panggilan gitu sebelum aku tau tentang cerita si kambing jantan. Dan aku juga kebetulan mempunyai kesamaan dengan si Dika itu, melihara blog, nulis notes kaya gini difacebook sama bikin puisi buat temen untuk diberikan ke cewenya atau gebetannya. Temen-temen aku emang pada ga modal.

Tapi alasan yang masuk akal aku dipanggil kebo, karena aku keseringan bangun siang, maybe. Dan juga ditambah dengan ke-onengan sekaligus hal-hal konyol tentang aku dan yang aku alami. Misal, dalam sehari, aku bisa lupa naruh kunci motor sampai 5 kali. Padahal, tu kunci nempel dibadan aku. Ada lagi, waktu pulang dari pantai, aku cuma pakai celana boxer, warna pink lagi. Terus, tiap kali ketemu cewe yang pake celana pendek model anak TK, aku pamerin pahaku sambil bilang "hallo..sekarang lebih sexy siapa coba? Paha aku lebih putih dan mulus kan?" dan cewe itupun langsung ketawa sambil nutupin pahanya. Terus ada juga, waktu lagi nongkrong sama temen, ada banci lewat, 4 orang. Muka mereka emang keibuan, tapi dilihat kebawah, bener-bener kesebelasan. Banci-banci itu ngamen, dan kebetulan banget berhenti dan ngamen ditempat aku nongkrong. Berhubung aku pernah dapat trauma dengan banci, aku nyingkir dan nitip duit ke temen buat tu banci. Dan akhirnya, temen aku ngrasain apa yang aku rasain. Tu banci-banci ngerumunin temen aku sambil pegang-pegang "puber"nya temen aku. Dan anehnya, temen aku bukannya lari, tapi malah ketawa sendiri kegelian. Dan masih banyak hal konyol yang tiap hari terjadi sama aku dan temen aku.
Ya, walaupun aku dapat panggilan gitu, tapi aku seneng. Paling ga, tu nama aku dapatin dari bebek, orang yang selalu bikin aku ketawa dengan banyolan-banyolannya dan bikin aku selalu merasa nyaman.
Sekarang, tau kan kenapa aku dipanggil kebo bandel?

Kebo Bandel Bicara Tentang Masalah

Masalah adalah hidup. Tak ada hidup, maka tak ada masalah. Tak ada masalah, maka tak ada hidup. Dialah teman yang selalu setia menemani kita. Dia tidak bisa kita tinggalkan dan tidak bisa meninggalkan. Dia selalu memperhatikan dan butuh diperhatikan. Jikalau dia sedikit luput dari pandangan hati kita, maka dia akan menusuk seperti pisau yang datang dari belakang. Tak terelakan dan tepat mengenai kita.
Masalah adalah teman yang selalu mengajarkan tentang kehidupan. Kita akan mampu menangkap apa yang diajarkan jika kita memahami dan memperhatikan inti dari yang diajarkan. Jika dia mengajarkan tentang rasa sedih, maka belajarlah untuk sedih dan pahami makna dari rasa sedih itu. Jikalau dia mengajarkan tentang rasa bahagia, maka belajarlah untuk bahagia dan pahami makna dari rasa bahagia.

Sebaiknya-baiknya orang adalah mereka yang mengerti akan masalah.
Dan seburuk-buruknya orang adalah mereka yang selalu mengkhianati masalah.

Generasi Enom Sing Ora Bener

Kedadean kiye tak alami neng nyong pas lagi mangkat maring Jogja. Sekang Sempor, nganti Purworejo. Ya, bocah-bocah SMA sing nembe pada lulus pada polah ora bener. Klambine dipiloki, nek ora, ya rambut karo awake sing dipiloki. Ujar-ujare ngesuk klambine ora dinggo maning pa? Esih ana cap 3 jari, esih ana tanda tangan STTB, esih ana acara perpisahan lan liya-liyane. Neng nyong, bocah-bocah mau tak anggep ra duwe utek alias utek urang! Ya mending nek polaeh mung kaya kuwe tok. Lha neng ndalan, gole nunggang motor? Jan,wis kaya dalane mbaeh dewek! Pecicilan ora nggenah karo ngagang-ngagangi kendaraan sing kang ngarepe. Terus ora pada heleman maning! Ya melasi sing kang ngarep, apa maning nek ibu-ibu sing dikaya kuwekna! Sing tek gumuni, polisi ya langka sing gerak. Mbok ya dicekel pa ditilang kaya kuwe lho..

Nyong mung teyeng ngelus dada tok. Jan,keprimen negarane dewek teyeng maju nek esih ana bocah-bocah sing polaeh pada kaya kuwe. Sekrasane nyong,sebejat-bejate pas SMA,ya ora nganti polah sing kaya kuwe lah (nek sing ngerti). Ana buktine,tapi arep ora tek omongna. Go pak guru karo bu guru, nyong nyaranaken, taun ngarep jajal ya, aja nganti ana kedadean kaya kuwe maning! Diwei ukuman lho go sing pada polah kaya kuwe. Ben tertib. Seneng olih sebab bar lulusan,tapi carane ora kaya kuwe! Mandan diatur sitik lah..

Cekap semanten, moga-moga taun ngarep ora menangi kedadean kaya kuwe maning. Amin..

Profesionalisme Guru Dipertanyakan

Pada saat ini simulasi proses pembelajaran di sekolah dasar sangatlah mementingkan media atau alat peraga untuk membantu siswa dalam memahami materi. Di setiap sesi simulasi, media menjadi hal pokok. Tanpa media sebagai alat bantu, mahasiswa dianggap kurang maksimal dalam melakukan uji coba mengajar di kelas. Namun hal yang diajarkan dibangku kuliah belum 100% sesuai dengan kenyataan yang ada di dunia pendidikan pada umumnya.

Dalam kenyataannya sekarang, guru tidak lagi menganggap media sebagai alat bantu proses pembelajaran bagi siswa. Metode yang mereka gunakan kebanyakan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Bahkan untuk penggunaan media, hanya dilakukan beberapa kali dalam 1 semester. Hal ini dimungkinkan guru merasa berat atau enggan untuk membuat atau menciptakan alat peraga.
Lalu, apakah penekanan penggunaan media dibangku kuliah itu masih bisa direalisasikan secara maksimal setelah mahasiswa terjun langsung dalam dunia pendidikan?
Dimanakah profesionalisme guru sebagai pendidik dan pengajar itu?
Hal itulah yang harus menjadi koreksi dalam dunia pendidikan saat ini.

Ayat-Ayat Tentang Riba

Assalamu'alaikum.. Alladzina yaa kuluunarribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumulladzii yatakhobbathuhusyayaithoonu minalmassi, dzaal...